Sukses

Healthy Lung, Program untuk Mendukung Terapi Penyakit Pernapasan

Penyakit pernapasan seperti asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), dan kanker paru-paru

Klikdokter.com, Jakarta Penyakit pernapasan seperti asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), dan kanker paru-paru, saat ini meningkat pesat di seluruh Asia, khususnya di Indonesia. Bahkan, data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tahun 2014, menyebutkan bahwa asma adalah penyebab kematian ke-13 di Indonesia.

Di samping itu, Indonesia berada di peringkat ke-20 untuk kematian terkait asma secara global. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), tahun 2013, sekitar satu dari 22 orang menderita asma. Namun berdasarkan Penelitian Pasar Asma di Indonesia, 2015, hanya 54 persen yang didiagnosis, dan hanya 30 persen kasus yang terkontrol dengan baik.“

Fakta tentang banyak orang tidak menyadari bahwa mereka sudah menyandang asma dan PPOK, merupakan salah satu penyebab keterlambatan diagnosa dan tata laksana. Hal ini menyebabkan tingginya angka rujukan dan pengobatan di fasilitas pelayanan kesehatan,” ujar dr. Lily S. Sulistyowati, MM, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Selasa (26/9/2017) di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta. Dalam kesempatan yang sama, Lily mengatakan, “Beberapa penanganan Penyakit Tidak Menular (PTM) telah dilakukan oleh Kementerian Kesehatan, namun tentu upaya ini akan semakin efektif dengan dukungan pihak swasta dan lapisan masyarakat lainnya.”

Untuk itu, PT AstraZeneca Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Indonesia meluncurkan program Healthy Lung. Program ini bertujuan untuk memastikan pasien penyakit asma dan PPOK mendapatkan akses terapi yang dibutuhkan.Secara lebih konkret, AstraZeneca membantu pengembangan pusat inhalasi di lebih dari 300 Puskesmas dan RSUD di Jakarta.

Hal ini bertujuan untuk memberikan akses yang lebih baik kepada pasien.Cakupan tersebut akan dikembangkan hingga mencapai 4.000 Puskesmas dengan rawat inap di seluruh Indonesia dari tahun 2018-2020. Saat ini, sudah berhasil dikembangkan 126 pusat inhalasi yang tersedia di seluruh Indonesia.Pendekatan program Healthy Lung lainnya ialah pengembangan kapasitas dan peningkatan kapabilitas tenaga kesehatan untuk tata laksana penyakit asma dan PPOK.

AstraZeneca akan menyediakan kegiatan edukasi bagi tenaga kesehatan dalam penanganan penyakit pernapasan tersebut secara lebih baik.“Tujuan kami adalah untuk memberikan edukasi kepada sekitar 5.000 tenaga kesehatan, yang kami prediksi akan menyasar kurang lebih 10 juta pasien,” ungkap Rizman Abudaeri, Pimpinan PT AstraZeneca Indonesia.

Program ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kapabilitas tenaga kesehatan di Indonesia dalam penanganan penyakit paru. Selain itu, akses pengobatan kepada pasien penyakit pernapasan diharapkan menjadi lebih baik.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar