Sukses

Orang Ekstrover Serasi dengan Orang Introver?

Orang ekstrover adalah pasangan kekasih terbaik untuk orang introver. Benarkah?

Klikdokter.com, Jakarta Umumnya, orang-orang mengenal dua jenis kepribadian, yaitu ekstrover dan introver. Orang dengan kepribadian ekstrover memiliki pembawaan meledak-ledak, suka berada di tengah keramaian, dan senang bergaul. Sementara orang introver cenderung sebaliknya. Lantas apakah dua orang dengan kepribadian berbeda ini dapat menjadi sepasang kekasih yang serasi?

Memiliki pasangan dengan kepribadian yang bertolak belakang ternyata tak selalu buruk. Berbeda pandangan, bahkan kepribadian, sesungguhnya dapat membuat hubungan Anda semakin kaya akan pengalaman.

Nyatanya sebagian orang meyakini bahwa seorang dengan kepribadian ekstrover adalah pasangan terbaik untuk introver. Apa alasannya?

  1. Saling bertukar pengalaman

    Seorang ekstrover lebih unggul dalam pengalaman berinteraksi dengan orang banyak. Rata-rata, orang ekstrover hidup dengan hanya memercayai apa yang dia lihat, dan menerapkannya ke dalam diri.

    Berbeda dengan orang introver yang cenderung menstimulasi diri dari dalam. Dia mungkin hanya memercayai apa yang dirinya pecaya, dan menjalani hidup dengan kepercayaan tesebut.

    Dengan fakta itu, orang ekstrover dan orang introver bisa menjadi pasangan yang benar-benar luar biasa. Mereka akan saling membagi pengalaman masing-masing dan memberi pengalaman baru bagi pasangan.

    Seorang introver mungkin akan menemukan dirinya tersesat di antara kisah hutan belantara dan pegunungan yang diceritakan pasangannya. Sementara orang ekstrover tak akan pernah terpikir untuk menghabiskan waktu bersama menikmati makan malam hanya berdua, tanpa ada keramaian. Percayalah, itu sangat menyenangkan.

  2. Belajar bersama

    Seorang introver sangat ahli dalam menghabiskan waktu sendirian. Hal itu akan membuatnya lebih lihai dalam menjalin percakapan yang lebih berkualitas dan terkesan akrab. Sementara ekstrover selalu menikmati dirinya menjadi pusat perhatian, dan berinteraksi dengan banyak orang.

    Saat mereka sepakat untuk menjadi pasangan, tentu akan ada banyak hal yang dapat dipelajari bersama. Dengan kelihaiannya, seorang introver dapat mengajarkan pasangannya yang ekstrover untuk lebih menahan diri saat berbicara dan menjadi seorang pendengar.

    Tak kalah, introver pun akan mendapatkan satu pelajaran baru. Jika selama ini ia terbiasa memendam banyak hal sendiri, saat memiliki pasangan ekstrover ia akan lebih terbuka dan memiliki teman bicara.

    Saat bertemu teman atau hadir pada sebuah pesta, mereka akan saling melengkapi. Ekstrover bisa menjadi ‘wakil’ dari introver yang kurang nyaman untuk berinteraksi dengan banyak orang. Kehadiran ekstrover pun akan membuat pasangannya lebih betah berada di tengah keramaian.

  3. Saling melengkapi

    Seorang introver dapat membantu ekstrover melihat peluang baru. Dengan keahlian mengobservasi, dia dapat membuat seorang ekstrover melihat hal baru yang belum pernah dilihat sebelumnya. Hal itu juga berlaku sebaliknya.

    Ibarat sebuah kue tar yang cantik, intover berperan sebagai kue dan ekstrover adalah krim yang memperindah kue. Tanpa krim tersebut, kue mungkin akan tampak hambar dan tak menarik. Sementara krim tanpa kue akan benar-benar menjadi tak berguna.

Nyatanya, kepribadian yang bertolak belakang tak menutup peluang untuk Anda menjalin sebuah hubungan. Anda yang memiliki kepribadian introver dapat menjadi pasangan kekasih terbaik untuk ekstrover. Asalkan Anda dan pasangan dapat menemukan cara berkomunikasi yang paling tepat dan tidak memaksakan kehendak satu sama lain.

[BA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar