Sukses

Cegah Kanker Leher Rahim dengan Pemeriksaan Ini

Deteksi kanker leher rahim yang dilakukan sejak dini dapat membantu mencegah munculnya penyakit tersebut.

Klikdokter.com, Jakarta
Setiap wanita dapat berisiko terkena kanker leher rahim atau yang dikenal juga dengan sebutan kanker serviks. Pada tahap awal, kanker ini tidak menimbulkan gejala sama sekali; gejala akan muncul pada stadium lanjut. Karena itu, sebagian besar kasus kanker leher rahim ditemukan pada stadium lanjut.

Untuk mencegah hal ini, lakukan pemeriksaan kesehatan kewanitaan setahun sekali dan dapat dimulai sejak usia 21 tahun. Ini disarankan untuk setiap wanita meskipun dirinya merasa dalam kondisi sehat.

Semakin dini kanker leher rahim ditemukan, maka angka kesempatan hidup akan semakin besar. Berikut beberapa pemeriksaan kanker leher rahim yang dapat dilakukan:

  1. Tes Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA)

    Tes ini sangat mudah dilakukan dan biasa dikerjakan di unit pelayanan kesehatan paling dasar, seperti puskesmas.

    Cara pemeriksaannya adalah dengan melihat langsung rahim menggunakan spekulum untuk melebarkan lubang vagina. Hal ini dilakukan agar leher rahim dapat jelas terlihat. Setelah itu, asam asetat 3–5% akan dioleskan ke daerah leher rahim.

    Hasil dapat diketahui setelah lima menit. Jika daerah leher rahim terlihat warna putih, orang tersebut dicurigai berisiko kanker leher rahim dan disarankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

  2. Tes Pap (Pap Smear) 

    Pap smear merupakan tes lanjutan yang lebih akurat dibandingkan tes IVA. Pemeriksaan ini juga dilakukan dengan menggunakan spekulum.

    Setelah itu, pemeriksa akan melakukan usapan di leher rahim untuk mengambil sel-sel kemudian meletakkannya di kaca objek untuk dinilai dengan mikroskop.

    Kekurangannya adalah sel-sel yang diambil ada kemungkinan terbuang, karena tertinggal pada sikat yang digunakan pada pengambilan sel tersebut.

  3. Tes Pemeriksaan Sel Berbasis Cairan (Liquid Based Citology/LBC)

    Tes LBC lebih akurat dibandingkan dengan Pap smear. Tindakan pengambilan bahan tes LBC sama dengan Pap smear, tetapi hasil usapan diletakkan ke dalam wadah yang sudah berisi cairan khusus. Penilaian tes LBC juga dengan menggunakan mikroskop.

  4. Tes HPV (Human Papillomavirus/HPV DNA)

Tes HPV DNA dilakukan jika hasil Pao smear dan tes LBC ditemukan kelainan. Tes ini lebih akurat dibandingan dengan tes-tes lainnya. 

 

JENIS TES SENSITIVITAS
Pap Smear Konvensional 56%
LBC 60–80%
HPV DNA 95%
LBC + HPV DNA 99.9%


Perbandingan persentase tingkat sensitivitas (keakuratan) pada masing-masing tes kanker leher rahim.

Ayo, segera periksa daerah kewanitaan Anda! Kontrol rutin setahun sekali dapat membantu Anda mendeteksi adanya kanker leher rahim. Bila ditemukan sejak dini, tentunya dapat meningkatkan harapan hidup.

0 Komentar

Belum ada komentar