Sukses

Pentingnya Deteksi Dini Ketulian pada Bayi

Mengatahui gejala awal ketulian pada bayi yang baru lahir dapat menyelamatkannya dari gangguan pendengaran.

Klikdokter.com, Jakarta Orangtua sebaiknya melakukan deteksi dini ketulian selambatnya 2 hari setelah bayi dilahirkan dengan bantuan praktisi medis. Semua itu bermanfaat untuk menyiapkan masa depan yang cerah bagi bayi Anda.

Mewaspadai gejala awal ketulian lainnya juga bisa dilihat dari perkembangan bayi. Bila bayi Anda tidak dapat menirukan suara maupun mengeluarkan ucapan setidaknya dua sampai 10 kata saat usia 12-30 bulan, maka Anda patut mewaspadainya.

Menurut ketua Perhimpunan Ahli THT Bedah Kepala Leher (PERHATI-KL), dr. Soekirman Soekin, Sp.THT-KL.,M.Kes., jika sudah terdeteksi mengalami gangguan lebih awal, penanganan pun bisa dilakukan sesegera mungkin.

“Bayi memerlukan alat bantu pendegaran apabila sudah didiagnosa mengalami tuli. Alat bernama Otaocoustic Emission (OAE), Automated Auditory Brain Response (AABR) atau Automated Steady Stage Response (ASSR) yang berbentuk seperti bando akan dipasang di atas telinga bayi,” katanya di sela-sela acara "Indonesia Mendengar Masa Depan Gemilang”, di Jakarta pertengahan Maret 2017 yang lalu.

Pemasangan alat tersebut berfungsi untuk mematangkan saraf otak saat menangkap suara. Dengan demikian, saat bertumbuh bayi tidak mengalami tuna wicara.
Adakah tindakan yang bisa dilakukan untuk menurunkan risiko anak terlahir cacat karena ketulian? Ada.

Salah satunya dengan melakukan imunisasi pra-nikah bagi wanita.

Salah faktor yang juga dikhawatirkan turut berperan dalam hal ini adalah faktor keturunan atau genetik. Namun dengan melakukan imunisasi pra-nikah, diharapkan hal ini bisa dicegah.

Gangguan pendengaran merupakan kecacatan tersembunyi. Melakukan deteksi dini ketulian pada bayi Anda bisa menghindarkannya dari kemungkinan yang lebih buruk, seperti tuna wicara saat dewasa.

(DA/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar