Sukses

Bersama Kemenkes, Ayo Kendalikan Kanker Anak di Indonesia

Peringatan Hari Kanker Anak Sedunia kembali digelar. Apa pesan yang perlu disebarkan lewat peringatan ini?

Klikdokter.com, Jakarta Peringatan Hari Kanker Anak Sedunia yang jatuh pada tanggal 15 Februari mengingatkan banyak pihak akan bahaya kanker pada anak. Bahkan penyakit ini merupakan penyebab kematian kedua terbesar pada anak usia 5- 14 tahun.

Setiap tahunnya, lebih dari 175.000 anak di dunia didiagnosis kanker dan sekitar 90.000 di antaranya meninggal dunia. Bagaimana dengan catatan kanker anak di Indonesia?

Menurut Sistem Registrasi Kanker di Indonesia (SriKanDI) tahun 2005- 2007, angka kejadian kanker anak di Indonesia pada rentang usia 0-17 tahun adalah sebesar 9 per 100.000 anak. Pada anak usia 0-5 tahun angka kejadiannya mencapai 18 per 100.000 anak dan 10 per 100.000 anak pada usia 5-14 tahun.

Menanggapi hal itu, pada tanggal 20 Februari 2017 lalu, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (KEMENKES RI) menggelar diskusi bersama. Diskusi ini mengangkat tajuk “Akses Pelayanan yang Lebih Baik untuk Anak dan Remaja dengan Kanker di Mana Saja”.

Gelaran acara yang mengusung semangat “Kita Bisa, Aku Bisa” ini sekaligus untuk memperingati Hari Kanker Anak Sedunia. Salah satu tujuannya adalah untuk menyuarakan pentingnya deteksi dini penyakit kanker anak. Semakin dini kanker dideteksi, semakin besar pula peluang sembuh penderita kanker.

“Tidak semua jenis kanker menunjukan gejala yang pasti,” kata dr. Lily S. Sulistyowati, MM., Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia 2017.

“Apabila ditemukan suatu kelainan yang merujuk pada kanker, maka kanker itu biasanya sudah masuk ke stadium selanjutnya. Oleh sebab itu, apabila terdapat kecurigaan kanker pada anak, orangtua harus segera membawanya ke puskesmas, rumah sakit, atau fasilitas kesehatan lainnya,” lanjut dr. Lily.

Di antara semua jenis kanker anak, yang gejalanya diketahui secara pasti adalah kanker bola mata (retinoblastoma).
“Gejala yang umumnya ditemukan pada kasus retinoblastoma adalah bintik putih di bagian hitam bola mata, mata terlihat seperti mata kucing, juling, pembesaran bola mata, peradangan jaringan bola mata, dan penglihatan yang buram,” kata dr. Edi Setiawan Tehuteru, Sp.A(K)., MHA.

Semoga pesan yang didengungkan oleh KEMENKES RI melalui peringatan Hari Kanker Anak 2017 ini tidak berhenti sampai di sini. Diharapkan, kesadaran banyak pihak untuk berpartisipasi dalam mengendalikan kanker anak di Indonesia akan terus meningkat.

(NB/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar