Kesehatan Umum

Kenali 10 Tanda dari Tubuh yang Kekurangan Protein

dr. Vika Damay, 20 Sep 2023

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Agar tubuh bekerja dengan maksimal, kebutuhan protein harian perlu dicukupi. Soalnya, kekurangan protein bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Berikut, 10 tanda tubuh kekurangan protein.

Kenali 10 Tanda dari Tubuh yang Kekurangan Protein

Sama seperti karbohidrat, protein juga menjadi salah satu nutrisi yang penting bagi tubuh. Untuk itu, cobalah penuhi kebutuhan protein dengan mengonsumsi berbagai jenis makanan. 

Dijelaskan oleh dr. Vika Damay, kebutuhan protein orang dewasa adalah 1 g/kgBB per hari. Meski bisa mencukupi kebutuhan protein secara mudah dari sumber hewani, namun ada beberapa orang yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan protein harian. 

Bila kondisi tersebut terjadi secara terus-menerus, maka tubuh bisa mengalami kekurangan protein. Lalu, apa saja akibat kekurangan protein? 

1. Terjadi Pembengkakan 

Defisiensi protein atau kekurangan asupan protein dapat menyebabkan terjadinya edema atau pembengkakan. Biasanya, pembengkakan akan terjadi di kaki, tangan, dan perut. 

Terjadinya pembengkakan disebabkan oleh kurangnya jumlah albumin dalam darah. Albumin sendiri merupakan protein yang jumlahnya paling banyak dalam pembuluh darah, yang berfungsi untuk menjaga cairan agar tidak keluar dari pembuluh darah. 

Dengan menurunnya kadar albumin dalam tubuh, maka cairan tubuh akan menumpuk pada jaringan, sehingga menyebabkan pembengkakan. 

Artikel Lainnya: 13 Makanan Pengganti Daging untuk Penuhi Kebutuhan Protein

2. Gampang Sakit

badan sakit

Protein memiliki peran dalam sistem kekebalan tubuh. Asam amino yang terkandung di dalam darah dapat membantu sistem imun untuk memproduksi antibodi, sehingga sel darah putih bisa aktif dan melawan virus, bakteri, dan toksin. 

Tak hanya itu, protein juga diperlukan oleh tubuh untuk menyerap nutrisi dan membuat tubuh tetap bugar. Oleh karenanya, gejala kekurangan protein adalah sering sakit. 

3. Perubahan Suasana Hati

Dampak kekurangan protein juga bisa memengaruhi perubahan suasana hati. Pasalnya, cara kerja otak akan berubah ketika tubuh tidak mampu memproduksi neurotransmitter dalam jumlah yang cukup. Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya protein dalam tubuh. 

Bila perubahan cara kerja otak disertai dengan kadar dopamin dan serotonin yang rendah, ini bisa menyebabkan depresi atau terlalu agresif. 

Tak hanya itu, defisiensi protein juga berhubungan dengan munculnya rasa cemas dan autisme tipe tertentu. 

4. Mudah Lelah

575week-206-waspadai-bahaya-kelelahan-saat-hamil.jpg

Kekurangan protein hewani juga bisa menimbulkan gejala mudah lelah. Bila tubuh tidak mendapatkan asupan protein yang cukup secara terus-menerus, hal ini bisa menyebabkan tubuh kehilangan massa otot. 

Kondisi ini tentunya membuat kekuatan tubuh akan berkurang serta memperlambat laju metabolisme. Selain itu, keseimbangan tubuh pun mungkin akan sulit dijaga. 

“Selain itu, kondisi kurang protein juga dapat menyebabkan anemia atau keadaan ketika sel-sel tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen. Hal ini bisa membuat tubuh semakin lelah,” ungkap Dokter Vika. 

5. Masalah pada Rambut, Kuku, dan Kulit

Protein yang terdiri dari elastin, kolagen, dan keratin, dapat membantu pembentukan kuku, rambut, dan kulit. Ketika tubuh kekurangan protein secara berat, maka bisa menimbulkan gangguan pada bagian tubuh tersebut. 

Saat tubuh tidak bisa mendapatkan protein yang cukup, kamu akan mengalami kerontokan rambut, kulit kering dan mengelupas, serta Beau’s lines atau kondisi kuku bergelombang. 

6. Mudah Lapar

lapar

Makanan tinggi protein dapat membuatmu merasa kenyang, sehingga bisa menurunkan rasa lapar, nafsu makan, dan keinginan untuk konsumsi camilan. Selain itu, makanan yang kaya akan protein juga bisa menambah pembakaran kalori hingga 80-100 kalori setiap harinya. 

Ketika tubuh kekurangan protein, maka kamu akan merasa mudah lapar. Bila sedang menjalani diet tertentu, bisa saja diet menjadi gagal. 

7. Luka Sulit Sembuh

Bila kamu memiliki luka atau goresan, kekurangan protein bisa membuat luka sulit untuk sembuh. Pasalnya, salah satu fungsi protein adalah untuk memperbaiki otot, kulit, dan jaringan lainnya. 

Kolagen menjadi jenis protein utama yang berperan penting dalam kulit dan otot. Protein ini dapat merangsang pembentukan sel-sel baru di area luka. Untuk itu, tubuh yang kekurangan protein akan menyebabkan luka menjadi sulit sembuh. 

8. Penurunan Fungsi Otak

Untuk berkomunikasi satu sama lain, sel-sel otak akan mengandalkan neurotransmitter yang terdiri dari asam amino. Tidak tercukupinya kebutuhan protein dapat memengaruhi kesehatan otak dan fungsi tubuh secara keseluruhan. 

Defisiensi progranulin yang merupakan salah satu protein pada otak dapat menyebabkan hiperaktivitas pada beberapa sel di otak. Kondisi menimbulkan terjadinya inflamasi atau peradangan yang lama-kelamaan akan merusak sel otak. 

Hal ini tentunya dapat menimbulkan gangguan demensia, penyakit Parkinson yang memengaruhi pergerakan, penyakit Huntington atau kelainan genetik, dan multiple sclerosis

9. Insomnia

Salah satu penyakit yang diakibatkan karena kekurangan protein adalah insomnia. Asam amino jenis triptofan yang berperan dalam pembentukan protein ternyata memiliki peranan penting dalam meningkatkan kualitas tidur pada orang dewasa. 

Ketika seseorang kekurangan protein, ada kemungkinan ia akan mengalami kesulitan tidur. Berdasarkan penelitian frontiers in Nutrition, makanan tinggi protein dapat membantu menambah durasi tidur dan mengurangi terbangun di malam hari, sehingga kualitas tidur semakin meningkat. 

10. Pertumbuhan Terhambat

Fungsi Hormon Pertumbuhan untuk Anak dan Masalah Kesehatannya

Protein juga berperan dalam perkembangan dan pertumbuhan tubuh. Ketika seorang anak kekurangan protein secara terus-menerus, hal ini bisa menyebabkan terjadinya pertumbuhan yang terhambat. 

Karena kekurangan gizi, anak bisa terkena stunting atau gangguan perkembangan dan pertumbuhan anak. Tak hanya itu, pertumbuhan anak yang terhambat juga menjadi tanda utama dari kwashiorkor atau gizi buruk pada anak

Artikel Lainnya: Ini Makanan Tinggi Protein yang Penting untuk Anak

Ternyata, kekurangan protein bisa menimbulkan gejala yang menyeramkan, ya. Bila kamu mengalami tanda-tanda di atas, segera hubungi dokter dengan memanfaatkan layanan Tanya Dokter di aplikasi KlikDokter. 

#JagaSehatmu dengan segera memperbaiki pola makan dan penuhi kebutuhan protein harian supaya terhindar dari penyakit tertentu. 

(NM)

protein
  • Frontiers in Nutrition. Diakses 2023. Association Between Dietary Protein Intake and Sleep Quality in Middle-Aged and Older Adult in Singapore.