Sukses

Mengenali Tanda-tanda Gangguan Pendengaran pada Bayi

03 Jan 2019, 23:05 WIB
Pria, 33 tahun.

bayi saya usia 3.5 bulan sudah bisa merespon jika diajak berbicara seperti tersenyum. Namun saat tertawa baby belum bisa mengeluarkan suara kencang beda dengan anak sepupu saya yang beda usia 2 minggu. Apakah normal ? kemudian untuk mengetahui pendengaran bayi normal atau tidak bagaimana ? karena terkadang anak saya saat ada suara atau dipanggil tidak menoleh

Terima kasih telah bertanya tentang Mengenali Tanda-tanda Gangguan Pendengaran pada Bayi melalui fitur Tanya Dokter

Mohon maaf atas keterlambatan kami menjawab pertanyaan Anda. Gangguan telinga pada bayi yang sangat dikhawatirkan adalah gangguan pendengaran. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah menetapkan deteksi dini (skrining) wajib dan pemeriksaan pada telinga serta pendengaran bayi baru lahir.

Hal itu bertujuan untuk memastikan pendengaran bayi berfungsi dengan baik. Bila terdapat kelainan, bayi bisa segera mendapatkan penanganan yang optimal. Berikut ini adalah beberapa gejala gangguan pendengaran pada bayi yang Anda perlu tahu:

● Bayi tidak menoleh ke arah sumber suara pada umur 3-6 bulan.

● Saat terjadi suara keras secara tiba-tiba, bayi tidak terkejut.

● Anak mengalami keterlambatan bicara.

● Anak yang berusia 4-8 bulan tidak tertarik dengan mainan yang mengeluarkan bunyi-bunyian.

Anda perlu curiga bila bayi tidak kaget atau kurang responsif ketika ada suara keras yang muncul di sekitarnya. Suara keras tersebut bisa berasal dari alat penyedot debu, klakson mobil, atau suara petir.

Anda juga perlu menaruh perhatian khusus kepada bayi yang belum dapat mengoceh pada usia 12 bulan, dan tidak dapat mengucapkan 6-8 kata yang berarti pada usia 18 tahun.

Pada umumnya, penyebab gangguan pendengaran pada si Kecil adalah kelainan genetik. Namun, ada beberapa faktor lain yang juga dapat menyebabkan gangguan pendengaran pada bayi. Beberapa faktor tersebut adalah trauma saat lahir, infeksi TORCH pada ibu hamil, riwayat penggunaan obat-obatan saat hamil, dan bayi lahir prematur.

Di samping itu, masih ada dua penyebab lain yang perlu diperhatikan yaitu bayi mengalami kadar bilirubin yang tinggi, dan berat badan bayi lahir rendah (kurang dari 1500 gr).

Jika si Kecil mengalami salah satu dari beberapa gejala di atas, Anda harus segera membawanya ke dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) untuk mendapatkan penanganan yang optimal. Hal ini untuk menghindari gangguan perkembangan bicara dan bahasa anak.

Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan seputar Mengenali Tanda-tanda Gangguan Pendengaran pada Bayi. Semoga bermanfaat.