Sukses

Bentuk Rahim dan Gangguan Kesuburan

18 Oct 2021, 22:55 WIB
Wanita, 36 tahun.

TANYA DOKTER : saya seorang ibu yg mempunyai 1 anak yg sudah berumur 8th. dua tahun yg lalu sudah berusaha ingin memiliki momongan lagi, akan tetapi sampai skr blm kunjung datang. dulu pernah kami therapi pijat disekitar perut katannya posisi rahim tidak pada lurus. baru2 ini setelah kami bawa ke therapi lagi posisi pintu rahim menghadap ke bawah (ketika sperma suami masuk...pasti keluar lagi krn sperma tdk bisa masuk ke dalam rahim.) kira2 apa yg harus kami lakukan dari penanganan dokter agar posisi tersebut dapat kembali normal dan kami dapat segera mendapatkan momongan?, mhn sarannya, terima kasih dokter

Terimakasih sudah menggunakan fitur Tanya Dokter

Apakah Anda sudah melakukan USG dengan dokter spesialis kandungan untuk melihat bentuk rahim? Karena bentuk rahim wanita tidak bisa ditentukan hanya dengan disentuh/di raba maupun dipijat.

Bentuk rahim pada umumnya disebut anteflexi (posisi rahim menghadap kedepan). namun, sekitar 20% wanita memiliki bentuk rahim yang bervariasi, contohnya adalah rahim yang mengarah ke belakang atau retrofleksi. Biasanya hal ini dapat menyulitkan terjadinya pembuahan, tetapi tidak selalu. Bentuk ini tidak berpengaruh pada perkembangan janin, namun pada proses kelahiran nanti, akan ada kemungkinan untuk menggunakan metode operasi caesar.

Gangguan kesuburan pada kasus ini hanya karena pada saat berhubungan mulut rahim tidak terpapar oleh sel sperma. Biasanya untuk kasus seperti ini di upayakan agar cairan sperma, bisa mencapai mulut rahim, misalnya dengan posisi ibu setelah berhubungan meletakkan punggung ditempat yang lebih tinggi (diganjal).

Cara lain yang dapat dilakukan adalah melakukan hubungan intim dengan posisi Doggy Style (dari arah belakang) sehingga sperma tidak akan keluar lagi. Setelah itu jangan langsung tidur/berdiri, namun tetap berada dalam posisi sujud sekitar 20-30 menit. Jika kemungkinan penyebab infertilitas yang lain tidak dijumpai, maka upaya operasi rekonstruksi dapat dilakukan.

Terapi umumnya jarang dilakukan, apabila emang sulit terjadi kehamilan maka dapat diusulkan cara lain untuk memiliki anak seperti IVF ataupun bayi tabung.

Selain itu, kesehatan sperma juga perlu diperhatikan. Gangguan kesuburan tidak hanya terletak pada bentuk rahim saja, namun juga kualitas dan kuantitas sperma.  Untuk kualitas sperma, Kualitas sperma dapat ditingkatkan dengan meningkatkan asupan makanan yang mengandung:

- Vitamin C: Melindungi sperma dari kerusakan karena oksidasi serta mengurangi aglutinasi sperma (sperma saling menempel)

- Vitamin B6: Penting dalam pembentukan hormon seks pria

- Vitamin B12: Bersama dengan asam folat, B12 diperlukan untuk pembentukan materi genetik. Kadar yang kurang menyebabkan produksi sperma yang abnormal, penurunan jumlah sperma, dan kemampan gerak sperma.

- Vitamin E: Juga merupakan antioksidan. Membantu sperma dalam penetrasi sel telur.

- Zinc: Kekurangan zinc menurunkan kadar testosteron. Suplementasi mikronutrien ini dapat meninkatkan jumlah sperma dan memperbaiki kesuburan.

- Arginin dan L-Carnintine: Asam-asam amino yang diperlukan dapal pemebentukan serta fungsi normal sperma.

Yang dapat suami Anda lakukan untuk menjaga kesehatan sperma adalah berolah raga teratur, makan makanan yang banyak mengandung zink (sea food, terong), dan vitamin E (tauge) yang dapat membantu meningkatkan jumlah sperma. Hindari stres, rokok, serta minum-minum alkohol. 

Sebaiknya konsultasikan dengan dokter spesialis kandungan jika Anda ingin melakukan program hamil. Nantinya dokter akan memeriksa kondisi kesehatan Anda dan pasangan secara menyeluruh, termasuk melakukan pemeriksaan penunjang seperti USG kandungan dan analisa sperma.

Demikian yang bisa kami sampaikanSalam,

0 Komentar

Belum ada komentar