Sukses

Susu Formula dan Konstipasi

29 Aug 2021, 14:31 WIB
Pria, 33 tahun.

anak saya ber usia 4 tahun, mengalami konstipasi sejak umur kurang lebih 2 tahun , terkadang pup nya bisa keluar sendiri, tetapi sering juga memakai obat pencahar, anak saya termasuk anak yang susah makan dan pemilih makanan, yg paling dia sukai adalah susu formula, apakah susu formula salah satu penyebab anak konstipasi?

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com

BAB pada anak memang bergantung pada asupan makanan yang diberikan. Jika memang asupannya sedikit maka BABnya juga menjadi jarang dan jika telah mengkonsumsi susu formula maka akan mempengaruhi frekuensi BAB anak. Protein pada susu formula lebih sulit untuk dicerna sehingga mengakibatkan BAB lebih jarang, tinjanya lebih tebal. 

Jika anak Anda diberikan susu formula, Anda dapat menyiasatinya dengan memberikan susu formula yang lebih encer (tidak terlalu kental) agar lebih mudah dicerna, dan pastikan agar bayi Anda tidak kurang minum.

Selain itu, memang wajar terjadi perubahan dalam frekuensi BAB anak dengan semakin bertambahnya usia, hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh produk yang masuk ke dalam tubuh dapat terserap oleh sistem pencernaan anak. Tidak ada batas waktu yang dapat dijadikan patokan waktu yang normal bagi bayi/anak untuk BAB. Frekuensi buang air besar pada anak bervariasi, dapat 4 - 10 kali sehari atau sebaliknya, sekali dalam 3 - 7 hari.

Beberapa kemungkinan penyebab timbulnya kesulitan buang air besar:

  • Pada umumnya, kesulitan buang air besar terjadi pada bayi yang pertama kali diberikan susu formula atau makanan pendamping atau dalam kata lain bayi mulai diperkenalkan dengan makanan padat.
  • Frekuensi BAB yang menurun pada anak dapat juga terjadi karena anak masih kurang mengerti bagaimana teknik mengedan yang benar, sehingga ia tidak dapat mengeluarkan tinjanya dengan baik. Jika hal ini terjadi pada anak anda, Anda tidak perlu khawatir karena anak akan belajar sendiri bagaimana cara mengedan yang benar

Yang perlu Anda khawatirkan adalah jika penurunan frekuensi BAB pada anak Anda disertai dengan timbulnya keluhan-keluhan seperti anak menjadi lebih rewel, perut kembung dan teraba keras, sering muntah, berat badan tidak naik, dll. Jika hal-hal tersebut terjadi pada anak Anda, kami sarankan sebaiknya Anda segera membawa anak Anda ke dokter spesialis anak.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

Salam sehat,

0 Komentar

Belum ada komentar