Sukses

Hasil Analisis Sperma, Apakah Normal?

15 Jul 2021, 11:04 WIB
Pria, 24 tahun.

Dok saya ingin bertanya mengenai hasil analisa cek sperma yang dimana volume =2, 8 ml, viskositas 2 detik, jumlah 71/LPB, motilitas 60%, konsentrasi 142 juta/ml, morfologi normal 60 %, viabilitas 60%, bagaimana kesimpulan hasilnya dok

Selamat malam, Perkenalkan, saya dr. Dejandra Rasnaya. 

Saya mengerti kekhawatiran dan keluhan yang anda rasakan. Dari hasil pemeriksaan analisis sperma anda kesimpulannya masih dalam batas normal.

Pemeriksaan analisis semen/cairan sperma mencakup penilaian terhadap jumlah, bentuk, dan gerak spermatozoa (sel sperma).

1. Volume

Pria subur rata-rata mengeluarkan 2 hingga 5 mL semen dalam satu kali ejakulasi. Bila secara konsisten mengeluarkan kurang dari 1,5 mL (hypospermia) atau lebih dari 5,5 mL (hyperspermia) dikatakan abnormal. Volume semen biasanya lebih sedikit bila sangat sering ejakulasi, dan volume lebih banyak akan didapatkan setelah lama “berpuasa”.

2. Konsentrasi sperma

Pria subur memiliki jumlah sel sperma di atas 20 juta per mL atau 40 juta secara keseluruhan. Jumlah di bawah 20 juta/mL dikatakan konsentrasi sperma rendah dan di bawah 10 juta/mL digolongkan sangat rendah. Istilah kedokteran untuk konsentrasi sperma rendah adalah oligospermia. Bila sama sekali tidak ada sperma disebut azoospermia. Semen pria yang tidak memiliki sperma secara kasat mata terlihat sama dengan semen pria lainnya, hanya pengamatan melalui mikroskoplah yang dapat membedakannya.

3. Morfologi/bentuk sperma

Sperma normal memiliki bentuk kepala oval beraturan dengan ekor lurus panjang di tengahnya. Sperma yang bentuknya tidak normal (disebut teratozoospermia) seperti kepala bulat, kepala pipih, kepala terlalu besar, kepala ganda, tidak berekor, dll, adalah sperma abnormal dan tidak dapat membuahi telur. Hanya sperma yang bentuknya sempurna yang disebut normal. Pria normal memproduksi paling tidak 30% sperma berbentuk normal.

4. Motilitas (pergerakan) sperma

Sperma terdiri dari dua jenis, yaitu yang dapat berenang maju dan yang tidak. Hanya sperma yang dapat berenang maju dengan cepatlah yang dapat mencapai sel telur. Sperma yang tidak bergerak tidak akan dapat membuahi sel telur. Penilaian untuk motilitas sperma adalah sebagai berikut:

Kelas A: sperma yang berenang maju dengan cepat dalam garis lurus seperti peluru kendali.

Kelas B: sperma yang berenang maju tetapi dalam garis melengkung atau bergelombang, atau dalam garis lurus tetapi lambat.

Kelas C: sperma yang menggerakkan ekornya tetapi tidak melaju.

Kelas D: sperma yang tidak bergerak sama sekali.

Sperma kelas C dan D adalah sperma yang buruk. Pria yang subur memproduksi paling tidak 50% sperma kelas A dan B. Bila proporsinya kurang dari itu, kemungkinan akan sulit memiliki anak.

Motilitas sperma juga dapat terkendala bila sperma saling berhimpitan (mengalami aglutinasi) secara kelompok sehinga menyulitkan gerakan mereka menuju ke sel telur.

Setelah keempat hal tersebut diperiksa, kesimpulan dari hasil analisis semen yang dapat muncul adalah sebagai berikut:

Normozoospermia: Karakteristik normal.Oligozoospermia: Konsentrasi spermatozoa kurang dari 20 juta per ml.Asthenozoospermia: Jumlah sperma yang masih hidup dan bergerak secara aktif, dalam waktu 1 jam setelah ejakulasi kurang dari 50%.Teratozoospermia: Jumlah sperma dengan morfologi normal kurang dari 30%.Oligoasthenoteratozoospermia: Kelainan campuran dari 3 variabel yang telah disebutkan sebelumnya.Azoospermia: Tidak adanya spermatozoa dalam spermaAspermia: Sama sekali tidak terjadi ejakulasi sperma.Bagaimana dengan hasil analisis sperma Anda?

Jika ditemukan kelainan, penyebabnya beragam, mulai dari adanya penyakit yang mendasari seperti varikokel, infeksi, masalah ejakulasi, antibodi terhadap sperma, tumor, testis yang tidak turun, ketidakseimbangan hormon, gangguan pada sistem transpor sperma, dan faktor genetik. Selain itu, faktor lingkungan seperti paparan terhadap zat kimia, sinar X, atau panas yang berlebihan terhadap sperma juga bisa menurunkan jumlah sperma. Gaya hidup seperti penggunaan narkoba, steroid anabolik (doping), alkohol, dan merokok juga dapat menurunkan jumlah sperma. Terakhir, berat badan yang terlalu berlebihan (obesitas) juga mempengaruhi proses produksi sperma.

Terima kasih sudah berkonsultasi di fitur Tanya Dokter. Jangan ragu untuk kembali berkonsultasi jika masih ada keluhan lainnya, ya.

Anda dapat juga berkonsultasi melalui aplikasi Klikdokter kapan pun dan di mana pun dengan men-download aplikasi Klikdokter melalui PlayStore/ Android: https://www.klikdokter.com/download dan untuk App Store  https://app.adjust.com/n01yug7 kapan pun dan di mana pun dengan respon cepat melalui fitur Livechat 24 Jam.

0 Komentar

Belum ada komentar