Sukses

Gangguan Indera Penciuman

12 Jul 2021, 10:57 WIB
Pria, 20 tahun.

Selamat malam dok. Izin bertanya. Saya sedang demam. Dan sekarang suhunya mulai menurun. Tapi kenapa indra perasa saya hilang? Sebenarnya bukan hilang, melainken kurang peka. Saya masih bisa merasaken rasa pedas, pahit, asam, gurih (meskipun hanya bisa merasaken sedikit). Dan itu awal terjadi kemarin sore. Kemarin sebelum indra perasa hilang, awalnya saya merasaken pahit/tidak enak dimulut baik itu saat makan ataupun minum. Dan saya coba dengan berkumur air hangat yg dicampur garam meskipun hanya hilang sementara. Untuk indra penciuman sendiri, saya masih peka ke beberapa objek. Seperti minyak kayu putih, minyak angin aromaterapi seperti freshcare, bau buah dari minuman kemasan, dsb. Jadi, apakah itu termasuk gejala Covid atau efek daripada demam itu sendiri? Terima kasih

Terima kasih telah bertanya mengenai gangguan penciuman menggunakan fitur Tanya Dokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Sebelumnya, izinkan kami menjelaskan sedikit mengenai gangguan penciuman.

Gangguan penciuman terbagi menjadi 5 golongan, yaitu:

(1) anosmia: hilangnya bau

(2) hiposmia: berkurangnya sensitifitas terhadap bau

(3) disosmia: distorsi persepsi bau

(4) phantosmia: senses merasaan bau saat rangsangan sebenarnya tidak ada

(5) agnosia: ketidakmampuan untuk membedakan dan identifikasi bau secara lisan, walaupun sebenarnya kemampuan untuk membedakan bau masih dalam batas normal).

Gangguan penciuman disebabkan oleh 3 kelompok lokasi kerusakan:

  • Gangguan penghidu karena kelainan transport zat menuju reseptor penciuman, terjadi pada penderita rinitis alergi, rinitis bakterial, sinusitis, encenphalocele¸polip, septum deviasi, infeksi virus dan pembedahan.
  • Gangguan penghidu karena rusaknya reseptor penghidu, terjadi karena obat-obatan, terapi radiasi (pada kasus tumor), paparan zat beracun, infeksi virus.
  • Gangguan penghidu karena rusaknya jaras saraf hingga ke otak, terjadi karena adanya riwayat trauma kepala, Parkinson disease, kelainan congenital (Kallmann syndrome), malnutrisi, kekurangan vitamin B12 dan Zinc, rokok, hipotiroid, Cushing syndrome, diabetes mellitus, Alzheimer disease, dll.

Untuk menegakan diagnosis gangguan penghidu ini diperlukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Awal timbulnya gejala penting untuk menentukan penyebab dari gangguan penghidu. Namun, terkadang penderita tidak mengingat dengan pasti kapaan dan bagaimana sifat dari gangguan penghidu yang dialami, karena ganguan indra perasa yang terjadi lebih banyak dikeluhkan.

Pemeriksaan fisik secara langsung diperlukan untuk menilai adanya kelainan bentuk yang menyebabkan adanya sumbatan hantaran, apabila ditemukan radang atau adanya ingus kehijauan dan kelainan bentuk, maka pengobatan untuk mengatasi penyebab gangguan hantaran inilah yang akan diatasi terlebih dahulu.

Kami menyarankan Anda untuk berkonsultasi secara langsung dengan dokter spesialis THT guna dilakukan wawancara medis, pemeriksaan fisis secara langsung, dan pemeriksaan penunjang tertentu untuk menentukan penyebab dan penanganan yang sesuai bagi Anda.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan mengenai gangguan penciuman, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar