Sukses

Anak Pemarah dan Mudah Emosi

29 Jun 2021, 09:49 WIB
Pria, 7 tahun.

Malam dok,saya mempunyai anak perempuan,yg sgt pemarah dan suka bicara kasar bahkan tak segan2 memukul,memaki,bahkan ditempat umum pun, dia begitu,saya terkadang bisa menasehati dgn lembut,tapi terkadang saya ikt emosi,dan memukul ny,tapi tindakan saya,tidak bisa sama sekali mengubah nya,menjadi sedikit lebih baik. Jadi pertanyaan saya,harus bagaimana kah saya

Terima kasih telah bertanya seputar emosi anak melalui Tanya Dokter.

Sayang sekali Anda tidak menyertakan informasi terkait usia anak Anda. Anak memiliki temperamen, karakter, dan respon terhadap masalah yang berbeda-beda. Sekalipun bersaudara, kakak adik misalnya. Sikap keduanya bisa sangat berbeda.

Sikap seorang anak dapat dipengaruhi oleh berbagai hal, seperti faktor genetik dan lingkungan (termasuk lingkungan dalam keluarga, sekolah, maupun lingkungan masyarakat sekitar). Sikap anak yang pemarah dapat dipengaruhi dari pola asuh orangtua serta hubungan antara orangtua dan anak sejak awal masa kehidupan.

Bila anak Anda cenderung pemarah di rumah dan tidak ketika di tempat umum atau di sekolah, ada kemungkinan ia merasa di rumah ia dapat meluapkan emosi karena tidak ada 'tekanan'. Selama ini bagaimana Anda dan pasangan berespon terhadap sikap anak yang pemarah? Apakah cenderung dibiarkan atau ditegur dengan baik-baik, dibujuk atau ditegur dengan keras? Respon orangtua sangat menentukan bagaimana anak menggunakan emosi marahnya tersebut.

Memang agak sulit untuk mencari solusi yang terbaik untuk mengatasi kemarahan pada anak karena karakter anak berbeda-beda. Tapi tentunya hanya Anda dan pasangan yang tahu bagaimana karakter anak yang sesungguhnya. Ada anak yang ketika dibiarkan saat emosinya meluap akhirnya berhenti sendiri dan tidak mengulanginya lagi. Ada anak yang dapat ditegur dengan baik-baik. Ada pula yang perlu dengan teguran keras baru bisa berhenti.

Namun, sebaiknya jangan dengan cara membujuk atau memberikan apa yang dia mau ketika sedang marah. Anak perlu belajar untuk mengendalikan emosinya dan mendapatkan yang ia inginkan dengan cara yang lebih baik. Terlebih lagi, jangan sampai memberikan respon dengan mengembalikan perkataan atau perlakuan fisik yang kasar, seperti membentak, memaki, atau memukul anak.

Kemarahan bisa juga merupakan ekspresi bahwa ia tidak percaya diri, malu, merasa bersalah, ragu, hingga rendah diri. Orangtua perlu mengenali mengapa anak bersikap demikian.

  • Kenali anak Anda.

Orangtua harus mengenal sifat dan karakter seorang anak. Apa yang ia sukai dan apa yang tidak ia sukai. Kenali juga kelebihan dan kekurangan anak. Dengan demikian akan lebih mudah bagi Anda untuk memahami perasaan anak. Setelah itu, bantu anak Anda memahami kekurangan dan kelebihan dirinya dan ajarkan bagaimana cara meningkatkan kelebihannya serta mengatasi kekurangannya.

  • Berikan reaksi yang pantas untuk sikap anak.

Marah merupakan ekspresi emosi seorang anak. Jika anak sedang marah, Anda harus menunjukkan sikap pengertian dan mendengarkan keluhannya. Tanya kepada anak apa yang membuatnya merasa marah, kemudian tanya juga kepadanya bagaimana menurutnya solusi terbaik untuk mengatasi masalah tersebut. Jika memang menurut Anda solusi ini sesuai, maka turutilah keinginan anak. Namun demikian, jika solusi yang diberikan anak tidak sesuai, berikanlah pengertian mengapa hal itu tidak boleh dilakukan. Jangan menghadapi kemarahan anak dengan kemarahan pula.

  • Samakan pola asuh antara Anda dan pasangan.

Ibu dan ayah harus memiliki pola asuh yang sama dan tidak bertolak belakang. Pola asuh yang bertolak belakang membuat kebingungan pada anak. Usahakan bahwa Anda dan pasangan Anda berdiskusi terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk memenuhi permintaan anak. Jangan sampai Anda melarang sesuatu, namun pasangan Anda memperbolehkannya ataupun sebaliknya.

  • Berkacalah.

Anak akan mengikuti sikap dan perilaku orangtua. Jika Anda atau pasangan Anda pemarah, maka ubahlah sifat tersebut agar anak Anda pun tidak mengikuti sifat tersebut. Berikanlah perhatian, kasih sayang, dan pengertian yang cukup kepada anak namun tetap tegas, agar anak tetap menghormati orangtua dan tumbuh menjadi pribadi yang disiplin.

  • Terapkanlah sistem reward dan punishment.

Jika anak bersikap baik dan mampu mengendalikan amarahnya, maka berikan pujian atau penghargaan kepada anak. Sebaliknya jika anak tidak dapat mengendalikan amarahnya, terutama saat berada di tempat umum, maka berikanlah hukuman atau konsekuensi yang sewajarnya.

Bila Anda tidak dapat menanganinya sendiri, ada baiknya jika berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater anak. Mereka dapat mengevaluasi apa yang menyebabkan kemarahan anak serta memberikan solusi sesuai dengan karakter anak dan orangtua.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan seputar mengatasi anak yang pemarah. Semoga bermanfaat

0 Komentar

Belum ada komentar