Sukses

Nyeri Lutut dan Telapak Kaki

24 Jun 2021, 17:10 WIB
Wanita, 42 tahun.

Selamat Siang, Dokter. Ibu saya berusia 42 Tahun, sudah setahun mengeluh nyeri lutut dan telapak kaki. Sehingga kesulitan saat berdiri duduk di bawah. Ibu saya nampak berjalan seperti "penguin", tidak nampak pembengkakan dan kemerahan pada area lutut dan telapak kaki. Cek kolesterol dan asam urat terbaru nilainya normal. Selama ini telah melakukan pemeriksaan rontgen dan MRI hasilnya baik. Dari dokter tulang tidak ada masalah. Dokter yang sudah dikunjungi dari dokter saraf mendiagnosis plantar faciitis diberikan obat diclofenac potasium untuk penghilang nyerinya. Namun bila tidak minum obat akan kaku dan nyeri. Apakah obat itu menjadi ketergantungan? Apakah ada obat atau tindakan yang bisa menyembuhkan? Apakah boleh mengkonsumsi diclofenac pottasium dengan suplemen glukosamin? Atau saya harus ke dokter bagian apa untuk meminta rekomendasi suplemen? Terima Kasih

dr. Arina Heidyana

Dijawab Oleh:

dr. Arina Heidyana

Halo Sdri, 

Saya mengerti keluhan dan kekhawatiran yang Anda rasakan.

Nyeri pada daerah lutut dapat berasal dari lutut itu sendiri atau dari tempat lain (seperti pinggang, pergelangan kaki atau punggung bagian bawah) karena adanya persarafan yang saling berhubungan. Struktur dari lutut terdiri dari tulang, tulang rawang, tendon, ligamen dan bursa. Kelainan atau gangguan pada struktur tersebut dapat menimbulkan nyeri. Penyebab nyeri lutut yang paling sering antara lain infeksi, peradangan (rheumatoid arthitis, osteoarthitis, dll) atau cedera. Apa pemeriksaan rontgen atau MRI yang dilakukan diperiksa juga pada bagian lutut ibu Anda?

Nyeri di telapak kaki memang paling sering disebabkan karena plantar fasciitis. Ini karena telah terjadi peradangan pada jaringan ikat yang menghubungkan antara jari-jari kaki dengan daerah tumit. Hal ini seringkali disebabkan karena aktivitas yang berlebih atau sepatu yang kurang cocok.

Sementara waktu ibu Anda dapat menggunakan sepatu yang ergonomis di kaki, merendam dalam air hangat dan mengistirahatkan kaki dengan mengurangi aktivitas yang mengharuskannya banyak berjalan atau berlari. Lalu, boleh saja jika ingin menambahkan suplemen glukosamin. 

Jika keluhan tidak membaik, sebaiknya kontrol kembali ke dokter saraf tersebut agar dilakukan evaluasi kembali.

Terima kasih sudah berkonsultasi di fitur Tanya Dokter. Jangan ragu untuk kembali berkonsultasi jika masih ada keluhan lainnya, ya. 

Anda dapat juga berkonsultasi melalui Aplikasi Klikdokter kapan pun dan di mana pun. 

Semoga Anda sehat selalu. 

0 Komentar

Belum ada komentar