Sukses

Seputar Epilepsi

09 Jun 2021, 22:02 WIB
Wanita, 33 tahun.

halo dok, saya punya anak laki2 usianya skrg 4 th mengalami keterlambatan bicara akibat kejang. ceritanya ketika usianya mau 2 th anak sy mengalami panas n kejang, semalam setelah bisa jalan utk pertama kali. dokter yg menangani pd saat itu bilang kejang dikarenakan adanya infeksi. dan setelah kejang ini anak sy tdk mau berjalan lagi, baru usia 27 bulan mulai mau berjalan lagi. pd usia 2,5 anak sy kejang lg tp tidak perlu diopname. dan usia 3 th anak sy kejang dan diopname. dokter menyarankan utk scan EEG, dan hasil EEG menyatakan bisa mendukung epilepasi. setelah itu anak sy menjalani terapi pengobatan selama setahun minum obat sodium valproate sehari 2 kali. dan selama setahun ini tdk pernah kejang. selanjutnya di scan EEG Lg untuk melihat perkembangan selama setahun terapi epilepsi. hsil EEG ke 2 menyatakan pada saat tonic tampak aktifitas poli spike dibanding dg EEG sebelumnya dpt disimpulkan terdapat perburukan. pertanyaan sy : 1. apa maksud dr pernyataan hsil EEG ke 2, dan kenapa bs mengalami perburukan seusai menjalani terapi pengobatan. 2. apakah anak sy sudah benar2 menderita penyakit epilepsi. krna setahu sy epilepsi itu org dl menyebutnya ayan dan bs kampuh kapan saja, sdgkn anak sy kejang saat panas tinggi sja. 3. apa ada efek samping jika mengkonsumsi obat sodium valproate. Sblm mengkonsumsi anaka sy dl gemuk skrg jd kurus. 4. apakah speech deley yg dialami anak sy bs disembuhkan. saat ini jg sdg mengikuti terapi speech deley. sekian pertanyaan sya. maaf jika terlalu banyak ya dok. terima kasih

Terima kasih telah bertanya seputar epilepsi pada anak melalui fitur Tanya Dokter.

Epilepsi adalah kondisi gangguan neurologi (saraf) yang ditandai dengan kejang berulang tanpa penyebab yang jelas. Kejang diakibatkan oleh gangguan aliran listrik pada otak. Epilepsi dapat dikontrol dengan obat-obatan namun tidak dapat disembuhkan secara total. 

Namun yang perlu diketahui adalah beberapa sindroma epilepsi tidak terjadi seumur hidup, beberapa bentuk epilepsi hanya mengalami gejala kejang pada masa anak-anak, meskipun dapat juga menetap. Beberapa penyebab epilepsi adalah riwayat cedera/trauma kepala, luka pada kepala/otak, infeksi, meningitis, ensefalitis, atau tumor otak.

Pengobatan yang dilakukan ini untuk mencapai kualitas hidup yang optimal seperti mengurangi frekuensi atau menghentikan serangan, mencegah efek samping serta menurunkan angka kesakitan. Sekitar 70-80% epilepsi dapat sembuh dengan obat. Obat epilepsi tidak boleh dihentikan secara mendadak, tapi harus perlahan-lahan diturunkan dosisnya. Penghentian obat secara mendadak justru berbahaya dan bisa menyebabkan kejang hebat pada anak.

Epilepsi memang dapat menyebabkan gangguan perkembangan otak, terutama jika frekuensi kejang sering. Gangguan akibat epilepsi dapat berubah perkembangan terlambat, gangguan emosional, gangguan fungsi kognitif (kecerdasan), anak menjadi hiperaktif, dan sebagainya.

Anak dengan epilepsi pun dapat hidup secara normal. Yang terpenting adalah ikuti rencana terapi yang sudah ditentukan oleh dokter, hindari pencetus kejang (bila ada), makan makanan bergizi, olahraga teratur, dan hindari stres. 

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan obat Sodium Valproate, antara lain:

- Sakit kepala

- badan lemas

-Demam

-Sakit punggung

- Sakit dada

- Gangguan pencernaan : Mual, muntah, Sakit perut, Diare, Sembelit

- Peningkatan nafsu makan

-Perut kembung

- Tremor- Pusing

- Amblyopia/ penglihatan kabur

- Amnesia

- Insomnia

- Kegelisahan

-Kecemasan

- Ruam, kulit kering.

Pada umumnya dengan terapi bicara dan stimulasi yang tepat (di luar terapi bicara, misalnya di rumah saat bersama orangtua) maka kemampuan bicara anak bisa bertambah. Perdapat penelitian yang melaporkan penderita keterlambatan ini kemampuan bicara saat masuk usia sekolah normal seperti anak lainnya. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter yang menangani dan diharapkan orang tua aktif bertanya seputar progres/kemajuan si Kecil dalam terapi.

Untuk hasil EEG sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter spesialis anak/saraf yang menangani karena ini diluar kompetensi kami.

Demikian yang bisa kami sampaikan

Salam, 

 

 

0 Komentar

Belum ada komentar