Sukses

Makanan untuk proteinuria Ibu hamil

15 Apr 2021, 22:20 WIB
Wanita, 28 tahun.

Selamat pagi, Dokter. Saya mau bertanya, saya sedang hamil, saat ini usia kehamilan memasuki minggu ke 35/36. dari usia kehamilan 32 minggu, hasil tes urin saya selalu positif satu, kemarin justru meningkat menjadi positif dua, tetapi tekanan darah normal cenderung rendah, tidak ada keluhan lainnya. Bidan mengakatan bisa saja ini karena pengaruh makanan yang saya konsumsi. jadi, makanan apa yang harus saya hindari, dan adakah dampak untuk persalinan saya nanti? Terimakasih sebelumnya, Dok.

Terima kasih telah bertanya seputar makanan untuk ibu hamil proteinuria melalui fitur Tanya dokter.

Preeklamsia ialah sebuah komplikasi yang bisa terjadi pada kehamilan, hal ini ditandai dengan adanya tekanan darah tinggi dan terdapat protein pada urin ibu hamil (proteinuria). Kondisi ini bisa disertai dengan kerusakan organ, umumnya hati dan ginjal. Biasanya, preeklamsia muncul setelah usia kehamilan lebih dari 20 minggu.

Jika tidak diatasi dengan baik, maka preeklamsia dapat berkembang menjadi eklamsia. Hal ini yang dapat membahayakan ibu maupun janin.

Pastikan untuk membatasi garam dalam menu makanan Anda. Menurut National Academy of Medicine, tingkat asupan garam yang direkomendasikan adalah 3,8 gram per hari. Jumlah ini sama-sama berlaku bagi ibu hamil dan orang dewasa biasa.

Namun, ibu hamil yang memiliki beberapa faktor risiko preeklamsia lainnya harus memerhatikan asupan garamnya lebih ketat. Apalagi ketika sudah memasuki trimester tiga kehamilan.

Makanan tinggi kalium dipercaya dapat mencegah tekanan darah tinggi pada kehamilan. Contoh buah yang kaya kalium ialah alpukat, pisang, aprikot, persik, dan delima. Selain itu, asupan lain yang bisa Anda konsumsi yaitu bayam, salmon, air kelapa, kacang buncis putih (white kidney beans), kentang, dan tomat.

Preeklamsia dapat meningkatkan kadar protein di urine. Oleh karena itu, penting pula untuk mengontrol asupan protein, yaitu 15-20 persen dari seluruh total asupan kalori Anda. Pilihlah makanan berprotein hewani seperti daging tanpa lemak, ikan, dan telur. Lalu, protein nabati bisa didapat dari tahu, tempe, dan kacang-kacangan. Dengan memerhatikan asupan makanan Anda, diharapkan dapat menurunkan risiko terjadinya preeklamsia.

Namun, tetap penting untuk berkonsultasi dengan dokter secara teratur, sehingga dapat menyingkirkan faktor risiko lain yang bisa menyebabkan proteinuria dan preeklamsia.

Berikut kami sertakan artikel lain sebagai bahan bacaan Anda.

Terima kasih, semoga bermanfaat.

 

0 Komentar

Belum ada komentar