Sukses

Teratozoosperma dan Tuba Tertutup Satu

15 Apr 2021, 14:48 WIB
Pria, 29 tahun.

halo dok,saya dan istri sudah 6 th menikah dan belom dikasih momongan.sudah promil tapi belom juga berhasil.penyebabnya saya spermanya terazoo dan istri saya tuba tertutup 1.pertanyaannya berapa persen kah saya dan istri masih bisa mempunyai keturunan?terimakasih

Terima kasih telah bertanya seputar Seputar Teratozoospermia menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter.com

Kami mengerti kekhawatiran Anda. Izinkan kami menjelaskan terlebih dahulu mengenai teratozoospermia.

Teratozoospermia dalam dunia medis digunakan untuk menandakan adanya gangguan infertilitas atau kesuburan akibat dari abnormallitas bentuk sperma. Bila terlalu banyak bentuk sperma yang abnormal maka terjadilah kondisi gangguan kesuburan. Bentuk sperma yang abnormal tidak dapat membuahi sel telur karena fungsinya yang tidak sempurna.

Kondisi gangguan kesuburan pada pria lebih banyak faktor penyebabnya dibandingkan dengan wanita. Permasalahannya adalah terapi medis untuk teratozoospermia sebagian besar tidak berhasil dengan baik karena terlalu banyak faktor eksternal. Belum ada sampai saat ini terapi yang cukup efektif guna memperbaiki bentuk sperma atau meningkatkan jumlah sperma dengan morfologi normal.

Gangguan pada jumlah sperma dan kualitas sperma dapat terjadi akibat:

-Kelelahan

-Tidur yang kurang

-Kegemukan

-Kebiasaan merokok dan minum minuman keras

-Faktor psikologi : stress berkepanjangan, panik, depresi

-Faktor lingkungan (radiasi atau bekerja di lingkungan yang tinggi cemarannya, seperti kawasan industri)

-Suhu di sekitar testis yang terlalu panas, misalnya pada orang yang bekerja terus-menerus di dekat panas seperti supir atau juru masak, atau memakai celana yang terlalu ketat juga bisa mengganggu kesehatan testis

-Ketidakseimbangan hormon testosteron

-Varicocele (pembesaran pembuluh darah vena di buah zakar)Infeksi saluran reproduksi

-Kelainan kromosom

Bagi mereka dengan kondisi teratozoospermia terutama yang parah, maka pada umumnya pasangan dianjurkan untuk melalukan ICSI (Intra Cytoplasmic Sperm Injection)atau bayi tabung dimana metode ini akan mempertemukan 1 sel telur dan 1sel sperma untuk menjadi embrio. Embrio yang sudah terbentuk dapat dimasukkan ke dalam rahim sehingga terjadilah kehamilan. Program ini disebut juga dengan nama program bayi tabung.

Metode ini sudah terbukti cukup efektif untuk terapi infertilisasi karena gangguan dari spermatozoa. Kami sarankan agar Anda mengunjungi dokter spesialis Andrologi untuk penanganan lebih lanjut.

Pilihan terapi yang dapat dilakukan apabila terjadi sumbatan pada tuba adalah dengan prosedur pembedahan atau radiologi intervensi. Tuba yang tersumbat diterapi dengan melakukan rekanalisasi atau pembukaan saluran tuba yang hanya dapat dilakukan melalui prosedur operasi atau radiologi intervensi. Akan tetapi keberhasilan terapi ini bergantung pada letak sumbatannya. Apabila sumbatan terletak pada pangkalnya, maka koreksi umumnya sulit untuk dilakukan sehingga dokter akan menyarankan Anda menjalani program bayi tabung untuk mendapatkan keturunan. Sedangkan apabila sumbatan terletak pada ujung tuba, maka sumbatan masih mungkin diatasi dengan operasi laparoskopi. Adapun terapi dengan hidrotubasi saat ini sudah jarang dilakukan mengingat prosedur dilakukan tanpa panduan foto untuk melihat kondisi tuba sehingga memiliki tingkat akurasi yang rendah.

Operasi saluran tuba dilakukan dengan persyaratan dan indikasi tertentu. Terapi menggunakan balon kateter atau disebut dengan tuboplasti balon merupakan terapi minimal invasif untuk melebarkan saluran tuba. Namun terapi untuk melebarkan tuba akan dilihat kembali berdasarkan kondisi tuba tersebut, dimana lokasi sumbatannya, dan kemungkinan keberhasilan dari terapi tersebut.

Kami sarankan Anda mendiskusikan pilihan terapi yang tepat dengan dokter yang memeriksa  Anda karena dokter Anda adalah yang orang yang saat ini paling mengetahui kondisi kesehatan Anda. Anda dapat menanyakan hal ini kepada dokter Anda dan sekaligus memberitahukan perkembangan pengobatan sehingga dokter dapat memantau kondisi Anda lebih lanjut dan menentukan tindakan yang tepat. Mintalah keterangan yang sebanyak-banyaknya, terutama mengenai kemungkinan pengembalian fertilitas di kemudian hari.

Demikian informasi seputar Seputar Teratozoospermia yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar