Sukses

Belum Memiliki Keturunan 4 Tahun

14 Apr 2021, 21:57 WIB
Wanita, 30 tahun.

saya menikah usia 26th. sekarang usia 30th. belum mempunyai anak. kondisi rahim turun. pernah 3-4x ke dokter kandungan dan lab. di usg rahim tidak ada kista hanya sel telur kurang besar. tp belum diketahui kendala lain kok belum berhasil mempunyai anak. haid saya rutin setiap bulan tp selalu nyeri di perut bawah, punggung, dan daerah anus di hari pertama dan kedua. sampai tidak bisa melakukan aktivitas. darah keluar banyak sekali. di hari ketiga sampai keenam normal sekitar 2-3 pembalut tidak penuh. hari ketujuh delapan flek. bersih 2 hari dan selalu keluar darah lagi tp coklat dengan ada sedikit gumpalan kecil. perut dan punggung ada nyeri lg. sampai kurang lebih 5hari an. kira2 itu ciri2 penyakit apa ya dok. saya ada sedikit takut ada penyakit yg parah. mohon bantuan nya karena saya mau ke dokter kok masih takut di pandemi gini. mohon bantuannya. terima kasih banyak

Selamat malam, Perkenalkan, saya dr. Dejandra Rasnaya. 

Saya mengerti kekhawatiran dan keluhan yang anda rasakan. 

sebelumnya perlu saya tanyakan apakah baru anda sebagai istri yang periksa? apa suami anda sudah dilakukan pemeriksaan juga?

Saat ini yang Anda alami bisa dikategorikan dengan infertilitas. Definisi infertilitas adalah penyakit sistem reproduksi yang ditetapkan dengan adanya kegagalan mencapai kehamilan setelah 12 bulan atau lebih melakukan hubungan seksual secara teratur tanpa menggunakan alat kontrasepsi. Penyebab infertilitas  dapat disebabkan oleh laki-laki maupun wanita. Penyebab infertilitas pada laki-laki secara garis besar dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :

- Kondisi dimana jumlah, bentuk, dan pergerakan sperma menjadi buruk (varikokel, paparan toksin dan bahan kimia, paparan radiasi)

- Kondisi dimana sperma tidak dapat dikeluarkan (ejakulasi dini, sumbatan saluran semen)

Penyebab infertilitas pada wanita dapat disebabkan oleh :

- Kelainan ovulasi (produksi sel telur)

- Kelainan rahim (kanker, endometriosis, mioma, perlekatan rahim ke organ dalam perut)

- Sumbatan saluran telur

Pemeriksaan penyebab infertilitas pada sebuah pasangan dilakukan oleh kedua pihak baik pria dan wanita. Untuk menentukan penyebab infertilitas pria dapat dilakukan dengan pemeriksaan analisa sperma. Sedangkan untuk menentukan penyebab infertilitas wanita dapat dilakukan antara lain dengan USG, HSG (Histerosalpingografi) untuk menentukan ada tidaknya sumbatan saluran telur, analisa hormon, dan laparoskopi (teknik melihat ke dalam perut tanpa tindakan pembedahan besar).

Usaha-usaha yang dapat Anda lakukan dalam memperoleh keturunan diantaranya adalah dengan melakukan hubungan seksual di sekitar masa subur pasangan Anda. Masa subur adalah masa dimana telah terjadi ovulasi (pelepasan sel telur matang dari indung telur). Untuk mengetahui kapan masa subur, pasangan Anda harus mengetahui berapa rata-rata siklus haid dari 3-6 siklus haid terakhir. Jika siklus menstruasi pasangan anda berlangsung teratur selama 27-28 hari, maka waktu terjadinya ovulasi anda adalah perkiraan Hari Pertama Haid Berikutnya dikurangi 14 hari. Lakukanlah hubungan seksual terutama pada 3 hari sebelum waktu ovulasi hingga 3 hari setelah terjadinya ovulasi. Kemungkinan terjadinya pembuahan akan lebih tinggi jika Anda melakukan hubungan seksual pada masa-masa itu. Kemudian Anda dan pasangan juga perlu melakukan hubungan seksual yang teratur 2-3 x/minggu.

Sel telur dapat dipicu kematangannya dengan hormon. Namun pemberian obat harus dengan rekomendasi dokter.

Disamping itu, yang perlu dilakukan dalam persiapan kehamilan adalah merubah pola hidup menjadi lebih sehat dengan makan makanan bergizi dan seimbang, asupan vitamin sesuai kebutuhan, istirahat teratur, dan berolahraga. Minum susu baik untuk keseimbangan gizi pasangan Anda. Perlu juga diperhatikan: 

Hentikan segala kegiatan yang kurang baik apabila Ibu ingin hamil. Hindari merokok, obat-obatan terlarang, dan alkohol (termasuk suami)

Hindari juga konsumsi obat-obatan termasuk yang dijual bebas

Menurut The Center for Disease Control (CDC), wanita yang berencana untuk hamil dianjurkan mengkonsumsi vitamin B dalam jumlah cukup dan asam folat sebanyak 400 mikrogram/hari agar dapat mengurangi risiko gangguan perkembangan otak embrio.

 

Kami sarankan Anda dan suami berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan terkait kondisi Anda.

Terima kasih sudah berkonsultasi di fitur Tanya Dokter. Jangan ragu untuk kembali berkonsultasi jika masih ada keluhan lainnya, ya.

Anda dapat juga berkonsultasi melalui aplikasi Klikdokter kapan pun dan di mana pun dengan men-download aplikasi Klikdokter melalui PlayStore/ Android: https://www.klikdokter.com/download dan untuk App Store  https://app.adjust.com/n01yug7 kapan pun dan di mana pun dengan respon cepat melalui fitur Livechat 24 Jam.

0 Komentar

Belum ada komentar