Sukses

Penyebab Kencing Anak Berbusa

12 Apr 2021, 22:08 WIB
Wanita, 40 tahun.

anak saya umur 10 tahun, setiap kali buang air, air kencingnya berbusa, kira kira apa yg bisa kami lakukan untuk penanganan dan pendeteksian awal.

Terima kasih telah mengajukan pertanyaan mengenai kencing berbusa melalui fitur Tanya Dokter. 

Kami memahami kekhawatiran yang Anda alami,

Sebelum kami menjawab kami memerlukan informasi tambahan. Agak sulit bagi kami dalam memberikan jawaban dengan keterangan yang terlalu sedikit. Keluhan kencing berbusa sering ditemukan pada orang dengan proteinuria atau kandungan protein di dalam urin yang berlebihan. Penyebab adanya protein dalam urin ini dapat disebabkan oleh berbagai penyebab. Memang, tanda utama penyakit gagal ginjal adalah tingginya kadar protein dalam urin (sehingga kencing menjadi berbusa). Namun gagal ginjal seringkali diderita oleh orang yang lanjut usia, dan memiliki penyakit kronik misalnya hipertensi dan diabetes melitus.

Untuk usia anak-anak, penyebab tersering adalah kondisi infeksi saluran kemih. Sudah berapa lama keluhan ini di rasakan? Apakah pada saat berkemih disertai rasa anyang-anyangan, sering berulang-ulang ingin kencing, sering tidak dapat menahan kencing? Apakah anak ada demam? mengeluhkan nyeri saat BAK? Jika jawabannya Ya, maka ada kemungkinan anak Anda memang mengalami infeksi saluran kemih.

Kami akan menjelaskan sedikit seputar infeksi saluran kemih :

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan penyakit yang sering ditemui pada anak. Pada bayi yang baru lahir, infeksi saluran kemih lebih sering terjadi pada bayi laki-laki (75-80%) dibandingkan dengan bayi perempuan. Setelah usia 3 bulan, anak perempuan lebih sering mengalami Infeksi Saluran Kemih (ISK) daripada anak laki-laki. Namun, Infeksi Saluran Kemih (ISK) pada anak sering kali tidak menunjukkan gejala pada penderitanya. 

Saat menderita Infeksi Saluran Kemih, bayi dan balita biasanya akan menampakkan gejala yang tidak khas, dan mereka belum dapat mengungkapkan keluhan yang mereka rasakan. Namun, penyakit Infeksi Saluran Kemih (ISK) pada anak dapat diketahui dengan beberapa gejala khas, yakni:

  • Demam tanpa penyebab yang diketahui
  • Urin dengan bau yang tidak biasa
  • Muntah
  • Anak tidak mau makan
  • Anak rewel

Pada anak yang lebih besar, gejala Infeksi Saluran Kemih (ISK) biasanya memiliki beberapa gejala khas, yakni:

  • Nyeri atau rasa seperti terbakar saat berkemih.
  • Rasa ingin sering berkemih
  • Urin yang kemerahan, merah muda, ataupun berbau busuk
  • Nyeri di atas pinggul
  • Nyeri di perut bawah

Bayi dan anak usia muda yang mengalami Infeksi Saluran Kemih (ISK) harus mendapatkan perhatian yang lebih. Pasalnya, pada usia tersebut risiko kerusakan ginjal akibat Infeksi Saluran Kemih (ISK) memiliki kemungkinan yang besar.

Anak yang menderita Infeksi Saluran Kemih (ISK) harus segera di diagnosis dan ditangani dengan baik dan benar. Karena keadaan ini lambat laun dapat menyebabkan hipertensi dan menurunkan fungsi ginjal. Tujuan utama pada pengobatan Infeksi Saluran Kemih (ISK) pada anak adalah mencegah kerusakan ginjal dan komplikasi lain secara cepat, tepat dan lengkap. Oleh karena itu, jangan tunda untuk membawa anak Anda ke dokter bila menemukan gejala Infeksi Saluran Kemih (ISK).

Anak yang pernah mengalami Infeksi Saluran Kemih (ISK) 30% di antaranya akan mengalami Infeksi Saluran Kemih (ISK) berulang. Faktor yang dapat menyebabkan Infeksi Saluran Kemih (ISK) berulang, antara lain:

  • Kelainan anatomi
  • Gangguan fungsional pola buang air kecilJ
  • arang buang air kecil
  • Kekurangan asupan cairan
  • Sering menahan buang air kecil dan besar
  • Kebersihan daerah kemaluan

Hal-hal di bawah ini merupakan upaya yang dapat dilakukan agar tidak terjadi Infeksi Saluran Kemih (ISK) berulang:

  1. Upayakan anak untuk minum 8-10 gelas sehari. Jus cranberry sering dianjurkan karena jus ini diduga dapat mencegah perlekatan bakteri E. coli – penyebab Infeksi Saluran Kemih (ISK) pada dinding kandung kemih.
  2. Cukupi kebutuhan vitamin C anak. Vitamin C akan menyebabkan keasaman urin dan membuat lingkungan menjadi tidak bersahabat bagi bakteri.
  3. Mandi busa, ataupun beberapa jenis sabun lain sebaiknya dihindari guna mencegah iritasi pada saluran uretra.
  4. Pada perempuan, bersihkan daerah kemaluan dari depan ke belakang setiap kali ia buang air kecil atau buang air besar. Hal ini akan mengurangi paparan bakteri terhadap uretra.
  5. Menggunakan celana dalam berbahan katun. Celana dalam dari bahan katun akan mengurangi pertumbuhan bakteri di daerah uretra dibandingkan dengan yang berbahan nilon ataupun bahan lainnya
  6. Pada anak yang menderita Infeksi Saluran Kemih (ISK) sebaiknya melakukan buang air kecil paling sedikit setiap 3-4 jam untuk membantu mengeluarkan bakteri dari saluran kemih. Namun, beberapa anak mungkin tidak merasa nyaman untuk menggunakan toilet sekolah ataupun toilet umum sehingga mereka menunda untuk buang air kecil. Keadaan inilah yang harus diwaspadai.

Jika memang disertai tanda-tanda diatas sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter anak untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai. Dan meskipun tidak ada gejala yang menyertai, untuk mendapatkan diagnosa dan penatalaksanaannya Anda tetap dianjurkan harus membawa si Kecil ke doker anak untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dokter akan menyarankan pemeriksaan urin maupun darah jika diperlukan. 

 Demikian yang bisa kami sampaikan, Semoga bermanfaat, 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar