Sukses

Merasa Depresi

01 Apr 2021, 09:58 WIB
Wanita, 48 tahun.

Saya baru mengalami peristiwa yang membuat saya sangat tertekan, diawali dari saat saya dimutasi ke suatu daerah dari kantor saya dan saya merasa cukup stres karena di usia yang seperti ini harus berpisah dari keluarga dan dalam kondisi pandemi yang sangat mengkhawatirkan untuk bepergian jauh. awalnya saya minta ijin untuk dapat penundaan tidak usah ke daerah dulu dan di awal saya diijinkan oleh atasan saya di daerah untuk tetap di jakarta dan dianjurkan untuk datang dulu sambil kulonuwon. Tetapi pada saat saya datang kesana saya ditahan dengan alasan surat penugasan saya di jakarta belum ada, padahal sudah saya sampaikan bahwa surat itu sudah diproses tapi belum di tanda tangan oleh pejabat terkait, saat itu saya sudah merasa sangat sedih dan dengan peralatan seadanya saya terpaksa tinggal di daerah tersebut dan saat itu saya memang membawa anak saya yang terkecil dengan bayangan memang hanya akan sementara sambil melihat situasi disana. Akhirnya saya diberi penugasan disana, walaupun dengan sangat berat hati saya sudah merasa sangat sedih dan melakukan penugasan dengan berat hati dan tidak ikhlas. Dua minggu setelah itu ternyata surat tugas saya di jakarta keluar dan saya pun menghadap atasan saya di daerah tersebut dan meminta pendapat sambil berharap semoga masih diijinkan untuk melakukan penugasan tersebut. dan pada saat saya menghadap beliau, beliau meminta untuk menelepon pejabat di jakarta yang memberikan penugasan kepada saya dan disepakati bahwa sehabis penugasan saya di daerah saya akan ditugaskan di jakarta agar bisa berjalan keduanya. Saya kembali semangat karena saya merasa bahwa saya akan melakukan penugasan di jakarta di dua bulan maret ke mei di mana saya memang mempunyai kepentingan yang mendesak terkait kepentingan keluarga, tetapi tidak disangka-sangka pada saat saya berharap dan memang sudah dijanjikan untuk dapat melakukan penugasan ke jakarta, saya diberikan kabar yang menyakitkan bahwa saya diharuskan tetap melakukan penugasan di daerah, di saat saya sudah menyiapkan semua keperluan saya saya merasa sangat depresi dan saat itu saya seperti ditekan untuk mengikuti keputusan tersebut sedangkan saya sudah sampaikan bahwa dari awal saya sudah merasa sangat tertekan karena saya merasa tidak siap untuk melakukan penugasan dari awal karena awalnya saya tidak siap untuk bertugas disana. Saat itu saya merasa sangat hancur dan saya diberitahukan hal itu oleh supervisor dan atasan2 saya. Karena sudah merasa sangat tertekan akhirnya saya meninggalkan kantor saya dan besoknya saya tidak melakukan komunikasi dengan mereka dan dengan sangat kalut saya pulang ke jakarta. sampai saat ini komunikasi saya dengan mereka terputus saya tahu saya memang merasa sangat depresi oleh karena itu saya tidak pikir panjang lagi dan sudah siap dengan segala resiko. mohon masukannya karena hal ini sudah membuat saya sangat tersiksa. terimakasih

Saya memahami kekhawatiran anda.

Depresi bukanlah sekedar merasa sedih atau tertekan, tapi merupakan masalah kesehatan mental yang harus ditangani secara serius.

Selengkapnya mengenai depresi dapan anda baca disini.

Untuk mengatasi depresi, seringkali diperlukan bantuan obat dan juga tenaga kesehatan terlatih. Untuk itu, saya sarankan anda berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater (dokter spesialis kesehatan jiwa) agar kondisi anda dapat dievaluasi. 

Jika anda sedang mengalami masalah kesehatan jiwa seperti depresi, tidak ada salahnya menginfokan kepada kantor atau atasan. Jika diperlukan, anda dapat meminta cuti untuk fokus pada kesehatan anda.

Demikian informasi yang bisa saya berikan, semoga bermanfaat. Jika membutuhkan konsultasi lanjutan anda dapat gunakan fitur LiveChat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

0 Komentar

Belum ada komentar