Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Sperma keluar dari vagina setelah hubungan intim

15 Mar 2021, 17:34 WIB
Wanita, 26 tahun.

Dok saya menikah bulan september 2020, sampai saat ini belum hamil, saya takut ada masalah dari saya ataupun suami saya, namun haid saya lancar setiap bulan tgl 24 atau 25 , dan setelah berhubungan biasanya saya selelu berbaring kurang lebih sampai 20 menit namun ketika saya berdiri beberapa menit sperma suami selalu keluar dalam jumlah yg tidak menentu kadang sedikit atau banyak, namun tekstur nya berubah menjadi lebih cair beda dari asliny, apakah itu jd salah satu mempengaruhi kehamilan saya? Terimaksih dok

Terima kasih telah bertanya seputar keluarnya sperma dari vagina setelah berhubungan intim melalui fitur Tanya Dokter.

Sperma yang keluar setelah berhubungan intim adalah normal untuk diketahui. Hal tersebut tidak mempengaruhi kesuburan dan pembuahan karena jumlah sperma yang ada dapat tetap masuk ke dalam tuba fallopi dan melekat pada telur dalam kurun waktu 72 jam setelah hubungan intim dilakukan. Anda dapat menyiasatinya dengan meninggikan posisi bokong Anda setelah ejakulasi sehingga posisi kepala lebih rendah (misal dengan menaruh bantal di bokong).

Menurut penelitian, sedikitnya hanya sekitar 85% pasangan suami istri yang akan hamil dalam satu tahun pertama pernikahan dan 92% pada tahun kedua pernikahan. Seseorang baru dapat dikatakan memiliki masalah infertilitas primer (gangguan kesuburan) apabila telah memenuhi kriteria berikut, yaitu : belum memiliki keturunan setelah 1 tahun berhubungan seksual teratur (2-3x/minggu) tanpa menggunakan kontrasepsi. Apakah Anda dan istri sudah mengunjungi dokter?

Untuk mendapatkan keturunan, anda sebaiknya melakukan hubungan seksual pada waktu yang tepat. Waktu yang tepat untuk berhubungan seksual agar cepat mendapatkan keturunan adalah saat terjadinya ovulasi (masa subur). Ovulasi adalah suatu peristiwa dimana sel telur keluar dari ovarium dan siap untuk dibuahi oleh sperma. Pada wanita dengan siklus menstruasi yang teratur (28 hari), waktu terjadinya ovulasi dapat diperkirakan sekitar 2 minggu sebelum terjadinya menstruasi berikutnya. Setelah dikeluarkan, sel telur dapat bertahan hidup selama 24 jam, sementara sperma yang telah dikeluarkan dapat bertahan hidup 48-72 jam, karena itu dianjurkan anda melakukan hubungan seksual 2 hari sebelum hingga 2 hari sesudah waktu perkiraan ovulasi.

Karena itu untuk memperbesar kemungkinan terjadi pembuahan, kami sarankan untuk berhubungan intim teratur, 3-4x/minggu, terutama pada saat terjadinya ovulasi. Pada sebagian besar pasangan, kehamilan dapat terjadi dalam 1 tahun pertama setelah menikah.

Perlu juga diperhatikan:

  • Hentikan segala kegiatan yang kurang baik apabila Ibu ingin hamil.
  • Hindari merokok, obat-obatan terlarang, dan alkohol (termasuk suami).
  • Hindari juga konsumsi obat-obatan termasuk yang dijual bebas,
  • Menurut The Center for Disease Control(CDC), wanita yang berencana untuk hamil dianjurkan mengkonsumsi vitamin B dalam jumlah cukup dan asam folat sebanyak 400 mikrogram/hari agar dapat mengurangi risiko gangguan perkembangan otak embrio.
  • Ketahui masa subur istri Anda, dan lakukan hubungan intim 3x/minggu dengan posisi misionaris (pria di atas).

Jika Anda telah melakukan berbagai tindakan seperti di atas dan hasil yang didapatkan dalam keadaan normal, namun tetap belum mendapatkan keturunan, bersabarlah dan tetap berusaha dan berdoa pada Nya. Semoga Anda dan istri dapat segera dianugerahi buah hati.

Berikut kami sertakan artikel lain sebagai bahan bacaan lain Anda.

Terima kasih, semoga bermanfat.

6 Komentar