Sukses

Seputar Diabetes

01 Mar 2021, 12:52 WIB
Pria, 45 tahun.

Selamat pagi Dok, mohon informasi tentang info Diabetes Mellitus tidak terkontrol (HbA1c 10.7 %), Dislipidemia (kenaikan Trigliserida 3x normal), Glukosa dan Albumin dalam darah. Inia artinya apa ya Dok, dan utk hal ini pantangan makan apa yg harus di jaga dan langkah pengobatan apa yg harus dilakukan. Terima kasih?

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter. 

Izinkan kami menjelaskan sedikit mengenai diabetes. Diabetes merupakan penyakit kronik dimana kadar gula dalam darah berada di atas level normal. Pada diabetes terdapat gangguan pankreas, organ yang melepaskan hormon insulin ke dalam darah. Faktor lain adalah ketidakmampuan tubuh untuk menggunakan insulin sebagaimana mestinya. Insulin membantu tubuh untuk menggunakan gula dan lemak yang dipecah dari makanan yang kita makan.  

Faktor risiko seseorang menderita diabetes terbagi 2 yaitu:

1. Faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi: 

  • Riwayat diabetes di keluarga
  • Umur (risiko meningkat seiring usia bertambah)
  • Riwayat diabetes saat hamil (diabetes gestasional)
  • Riwayat berat badan lahir rendah (<2500 gram)

2. Faktor risiko yang dapat dimodifikasi: 

  • Berat badan lebih (IMT >23, atau BB >120% BB idaman)
  • Aktivitas fisik kurang;
  • hipertensi (tekanan darah >140/90 mmHg)
  • Dislipidemia (kolesterol HDL=35 mg/dL, trigliserida ≥250 mg/dL)
  • Memiliki riwayat penyakit jantung dan pembuluh darah
  • Diet tidak sehat (asupan tinggi gula dan rendah serat)

Diabetes sendiri dapat didiagnosis dengan salah satu hal berikut: 

  • Kadar gula darah puasa Anda sama dengan atau lebih besar dari 126 mg/dL
  • Hasil tes gula darah sewaktu (hasil pemeriksaan sesaat pada suatu hari tanpa memperhatikan waktu makan terakhir ) lebih dari 200 mg/dL disertai dengan gejala klasik
  • Anda memiliki tes toleransi glukosa oral dengan hasil lebih dari 200 mg/dL
  • Tes A1c Anda lebih besar dari 6,5%

Adapun gejala klasik yang dimaksud adalah 3P yaitu polydipsia (minum lebih sering), polyphagia (makan lebih sering), dan polyuria (kencing lebih sering), disertai penurunan berat badan. Gejala lainnya antara lain: Pandangan mata kabur, Parestesia (rasa baal, tebal, atau kesemutan) pada anggota tubuh bagian bawah, Terdapat infeksi jamur (sebagai contoh: Balanitis pada pria), Lemah, Penglihatan kabur.

Pada dasarnya gula darah sewaktu dapat naik turun sesuai dengan jumlah kandungan makanan yang mengandung gula yang kita konsumsi. Apakah Anda sudah pernah terdiagnosis diabetes sebelumnya? Pada pasien diabetes akan diberikan penatalaksanaan farmakologis berupa obat- obatan dan non farmakologis berupa perubahan gaya hidup. Perubahan gaya hidup ini meliputi pola makan dan olahraga.

Terapi farmakologis dan non farmakologis memegang peranan yang sangat penting dalam menjaga kadar gula darah untuk tetap stabil. Apakah Anda minum obat yang diberikan dokter secara teratur? Bagaimana dengan kontrolnya, apakah Anda memeriksakan diri ke dokter secara rutin? Bagi pasien diabetes, konsumsi obat yang teratur dan kontrol yang baik mutlak diperlukan guna menghindari komplikasi diabetes yang dapat menyerang jantung, ginjal, mata, dan berbagai organ lainnya.

Terapi non farmakologis juga penting untuk dilakukan demi menunjang keberhasilan pengobatan diabetes dan kontrol gula darah yang baik. Untuk pola makan, kebutuhan kalori pada penderita diabtes tentunya berbeda dengan non diabetes. Intake makanan harus dijaga sebanyak 1,000 - 1,200 kcal/sehari. Makanan difokuskan dengan perbanyak sayur, buah, kurangi karbohidrat (nasi diganti dengan kentang atau nasi merah), lemak jahat dikurangi seperti daging olahan seperti sosis, chicken nugget, daging dengan lemak tinggi (berasal dari organ binatang), hindari juga snack yang dijual dalam plastik serta kue-kue. Ikan dapat dikonsumsi namun hindari ikan goreng, lebih baik direbus. Hindari makanan yang goreng-goreng. Jangan lupa juga untuk mengurangi garam dalam diet, hanya dianjurkan 1 sendok teh (5 gr) setiap harinya.

Selain menjaga pola makan, perlu diperhatikan pula aktivitas fisik. Penderita diabetes disarankan melakukan olahraga dengan intensitas ringan-sedang. Olahraga baik untuk menjaga daya tahan, menstabilkan berat badan.

Tatalaksana pasien diabetes umumnya dibuat sangat personal berdasarkan kondisi tiap- tiap pasien. Oleh karena itu, kami menyarankan sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis penyakit dalam guna evaluasi secara menyeluruh dan penatalaksanaan yang paling tepat sesuai dengan kondisi Anda saat ini.

Demikian yang bisa kami sampaikan seputar diabetes, 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar