Sukses

Pegal Bangun Tidur

01 Mar 2021, 09:30 WIB
Wanita, 54 tahun.

saya biasany tidur 6 jam perhari tapi kemaren saya tidur 7 jam lebih. terus sesudahnya kepala terasa pusing, leher pegel

Terima kasih telah bertanya seputar pegal setelah bangun tidur melalui Tanya Dokter.

Kuantitas dan Kualitas tidur sangat mempengaruhi tubuh Anda dipagi hari saat terbangun, apakah menjadi segar atau justru terjadi sebaliknya.

Untuk kuantitas, Jumlah waktu tidur yang cukup sangat bergantung pada usia, sebagai contoh:

  • Balita dan usia prasekolah: Membutuhkan waktu tidur 9-10 jam di malam hari dan beberapa jam untuk tidur siang.
  • Anak usia sekolah: Termasuk remaja, membutuhkan waktu tidur 9-11 jam di malam hari.
  • Pada usia dewasa: waktu tidur yang dibutuhkan adalah 7-8 jam sehari di malam hari.

Sedangkan kualitas tidur dipengaruhi oleh banyak hal, banyak faktor yang berperan diantaranya:

  • Kondisi biologis, seperti kehamilan, dan lainnya. Perubahan fisik pada wanita terutama di masa awal kehamilan meningkatkan kebutuhan untuk tidur.
  • Kondisi dalam pengaruh obat-obatan. Orang yang menderita asma kronis atau bronkitis cenderung memiliki kesulitan untuk tidur dibandingkan orang yang sehat, baik karena kesulitan mereka untuk bernafas atau karena obat-obatan yang mereka konsumsi. Kondisi medis lainnya seperti; arthritis, gagal jantung kongestif, refluks lambung dan anemia juga seringkali memiliki kesulitan untuk tidur. Pada beberapa keadaan, kondisi tubuh seperti penumpukan lemak di perut menjadi faktor pemicu gangguan tidur.
  • Gangguan tidur. Jika Anda kurang tidur, waktu yang Anda butuhkan untuk tidur akan meningkat.
  • Keturunan. Diperkirakan terdapat 1% dari populasi hanya membutuhkan waktu tidur 6 jam atau kurang untuk tidur di malam hari tanpa adanya dampak penyakit. Kebutuhan tidur yang lebih sedikit ini menurun pada keluarga, di mana mengindikasikan bahwa faktor genetik juga berperan dalam durasi waktu tidur.

Suatu studi menunjukkan bahwa tidur kurang dari 7 jam atau lebih dari 9 jam pada malam hari berkaitan dengan peningkatan rIsiko penyakit jantung dan psikiatri seperti gangguan mood dan risiko kematian yang lebih tinggi.

Posisi tidur

  • tidur dengan posisi miring akan meningkatkan tekanan pada bagian paha dan pundak sehingga dapat menyebabkan nyeri pada leher.
  • posisi tengkurap sering kali menimbulkan banyak masalah kesehatan, seperti nyeri punggung dan leher. Selain itu, posisi ini juga bisa memicu munculnya kerutan pada wajah.
  • Posisi tidur terlentang dikatakan sebagai posisi tidur terbaik. Saat tubuh terlentang, akan membuat kepala, leher, tulang belakang pada posisi netral tanpa tekanan lebih pada tulang belakang.

Bagaimana dengan Anda? Adakah dari faktor-faktor diatas yang mempengaruhi kuantitas dan kualitas tidur Anda? Jika keluhan tidak membaik dengan memperhatikan poin diatas atau semakin membruuk, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar