Sukses

Kesemutan, Anemia, Bau Mulut

22 Feb 2021, 16:50 WIB
Pria, 43 tahun.

jika bepergian naik motor lama sering kesemutan hanya kaki kanan saja kenapa ya dok untuk anemia makanan / minuman apa ya dok yang bisa cepat menaikkan kadar haemoglobin bau mulut terasa sangat tidak nyaman bagaimana cara mengatasi nya dan di sebabkan karena apa ya dok terimkasih banyak dokter

Terima kasih telah bertanya dengan menggunakan layanan e-konsultasi dari Klikdokter.

1. Kesemutan

Secara definisi kesemutan adalah sensasi abnormal pada kulit. Gejala ini hampir pernah dialami oleh semua orang. Pada dasarnya kesemutan merupakan suatu gejala dari gangguan sistem saraf sensorik akibat rangsang listrik di sistem itu tidak tersalur sepenuhnya akibat bermacam-macam hal. Keluhan kesemutan ini dapat berlangsung sementara atau jangka panjang dengan penyebab yang berbeda. Beberapa hal yang dapat menimbulkan kesemutan yang sementara antara lain adalah :

  • penekanan saraf yang berlangsung lama (seperti saat tidur, duduk bersila, dll)
  • frekuensi napas cepat
  • serangan panik
  • dehidrasi (kurang cairan)
  • kekurangan suplai darah pada tempat kesemutan 

Sedangkan kesemutan kronis (jangka panjang) dapat disebabkan oleh :

  • gangguan otak, saraf tulang belakang atau saraf tepi, termasuk di dalamnya adalah trauma, stroke, perdarahan otak, tumor, infeksi otak dan selaputnya, penyempitan saraf (carpal tunnel syndrome),
  • melakukan gerakan berulang atau getaran jangka panjang,
  • gangguan jantung dan pembuluh darah
  • gangguan metabolik dan hormonal: diabetes, gula darah rendah, gangguan hormon tiroid, menopause, kadar kalsium, kalium, natrium, ureum abnormal
  • infeksi dan sindrom post-infeksi
  • gangguan jaringan ikat dan imunitas
  • kelainan darah, kulit, tulang, dan sendi
  • kurang vitamin: vit B1, vit B5 dan B12
  • keganasan/tumor otak

Mengingat banyaknya faktor yang dapat menyebabkan timbulnya kesemutan, idealnya perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut oleh dokter spesialis saraf untuk mengetahui penyebab kesemutan pada diri Anda.

2. Anemia

Anemia merupakan kondisi dimana jumlah sel darah merah dalam tubuh kurang dari rentang seharusnya. Anemia dapat disebabkan oleh beberapa penyebab seperti kekurangan zat besi (terutama), asam folat dan vitamin B12. 

Zat besi amat penting bagi tubuh untuk menghasilkan hemoglobin. Hemoglobin adalah bagian dari sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Jika tubuh kekurangan zat besi, maka suplai oksigen jadi kurang. Tubuh jadi cepat lelah, lemas, dan pusing. Ini yang disebut sebagai anemia.

Berikut makanan yang tinggi zat besi :

- Bayam

Ini adalah sayuran yang populer untuk mencegah anemia. Bayam amat tinggi vitamin A, kalsium, zat besi, dan vitamin serta mineral penting lainnya. Setengah piring bayam mengandung 3,2 mg zat besi.

- Ubi Bit

Sangat tinggi zat besi yang membantu memperbaiki dan menambah sel darah merah. Bagi penderita anemia disarankan untuk mengonsumi ubi bit sebagai bagian dari diet.

- Daging Merah

Pilihlah bagian daging seperti hati, ginjal, dan liver karena banyak mengandung tinggi zat besi. Konon, daging liver sapi mengandung lebih dari 600% zat besi yang dibutuhkan oleh tubuh dalam sehari. Namun daging ini harus dihindari karena dapat meningkatkan kolesterol anda. Terutama jeroan dan daging yang memiliki lemak.

- Roti Gandum

Roti gandum adalah sumber zat besi yang amat tinggi. Satu roti gandum akan menghasilkan zat besi sebesar 6 persen dari jumlah zat besi harian.

- Telur

Selain tinggi zat besi, telur merupakan sumber protein dan antioksida yang membantu melindungi tubuh bila terserang anemia. Satu telur mengandung 1 mg zat besi. Untuk melawan anemia, telur adalah makanan wajib bagi penderita anemia. Namun batasi konsumsi nya terutama kuning telur karena mengandung banyak kolesterol.

Selain mengonsumsi makanan sehat, jangan lupa untuk hidup sehat. Olah raga secara teratur dapat meningkatkan asupan oksigen untuk mengalirkan darah. Rutin meminum suplemen penambah darah juga baik untuk Anda. Pilihlah suplemen yang teruji klinis yang mengandung vitamin dan mineral penting untuk pembentukan sel dara merah seperti zat besi, vitamin B12 dan asam folat.

3. Bau mulut

Penyebab timbulnya bau mulut atau halitosis disebabkan oleh beberapa faktor baik yang berasal dari dalam tubuh (intrinsik) maupun yang berasal dari luar tubuh (ekstrinsik), yaitu:

  • Kebersihan mulut yang buruk, sehingga jumlah bakteri sangat banyak dalam mulut dan di permukaan lidah. Tanpa pembersihan mulut yang baik, sisa makanan akan tertinggal dalam mulut dan menjadi lingkungan yang cocok untuk bakteri berkembang biak yang akan menyebabkan bau pada mulut. Selain itu, sisa makanan yang menempel pada gigi, gusi, dan lidah akan menyebabkan gingivitis (radang gusi) dan gigi berlubang, sehingga akan meningkatkan bau mulut dan rasa yang tidak enak di dalam mulut.
  • Pembersihan gigi tiruan yang kurang baik. Gigi tiruan yang tidak dibersihkan dengan baik menyebabkan penumpukan sisa makanan dan bakteri pada permukaan gigi tiruan sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap.
  • Penyakit gusi atau jaringan periodontal (jaringan penyangga gigi).
  • Penyakit sistemik. Bau mulut dapat merupakan salah satu gejala dari penyakit tertentu, misalnya infeksi saluran pernapasan, gangguan pencernaan, diabetes, atau kelainan pada hati.
  • Xerostomia (mulut kering).
  • Pemakaian beberapa obat-obatan tertentu dapat menyebabkan mulut menjadi kering, terutama obat-obatan untuk mengatasi depresi dan tekanan darah tinggi. Xerostomia juga dapat disebabkan oleh kelainan pada kelenjar ludah sehingga produksi ludah menurun. Selain itu, kebiasaan bernapas lewat mulut juga dapat menyebabkan mulut cenderung menjadi lebih kering.
  • kebiasan merokok.
  • konsumsi makanan tertentu.

Berikut cara mengatasi bau mulut (halitosis):

  1. Sikat gigi dua kali sehari, pada pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur.
  2. Lakukan flossing sekali dalam sehari untuk mengangkat plak dan sisa makanan yang tersangkut di antara celah gigi-geligi.
  3. Pembersihan permukaan lidah secara teratur. Ini dapat dilakukan dengan menggunakan sikat gigi yang lembut.
  4. Pemakaian obat kumur anti bakteri untuk mengurangi pertumbuhan bakteri dalam mulut sesuai anjuran dokter gigi.
  5. Scaling (pembersihan karang gigi).
  6. Perbaikan dan penambalan gigi-gigi yang berlubang.
  7. Berhenti merokok.
  8. Pada kasus-kasus xerostomia/ mulut kering , dokter gigi mungkin akan memberikan saliva buatan. Perbanyak minum air putih dan konsumsi sayuran serta buah-buahan.
  9. Lakukan kunjungan secara teratur ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali untuk kontrol rutin dan pembersihan.
  10. Lakukan konsultasi dengan dokter bila halitosis berkaitan dengan penyakit sistemik.

Jika sudah rajin menjaga kebersihan gigi. Kemungkinan bau mulut yang diderita diakibatkan penyakit sistemik. Akan tetapi diagnosa belum dapat dipastikan jika belum dilakukan pemeriksaan fisik, maka untuk menentukan penyebabnya secara pasti maka sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter gigi secara langsung.

Demikian yang bisa kami sampaikan

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar