Sukses

Tetap kejang meskipun minum obat

19 Jan 2021, 10:56 WIB
Pria, 26 tahun.

Assalamualaikum dok. Mau tanya anak saya dlu pernah dioperasi krna pembekuan darah dikepala. Itu katanya dokter, krna dipijat sma mbh dukun dlm kampung saya. Trus ini udh sembuh. Trus wktu itu saya telat ngasih obat krna jg habis obat antikejang nya. Udh saya beli obatnya. Udh saya minum kan ke anak saya. Tp knpa msh kejang ya dok. Mohon bantuannya. Terimakasih. Wassalamualaikum

dr. Adeline Jaclyn

Dijawab Oleh:

dr. Adeline Jaclyn

Halo Sdr

Saya mengerti keluhan yang disampaikan dan kekhawatiran Anda.     

Penyebab kejang tersering pada anak dapat disebabkan oleh kejang demam dan penyebab lainnya adalah  epilepsi, infeksi pada otak atau selaput otak, gangguan elektrolit akibat diare, kurang gula, trauma kepala, tumor otak, keracunan, kekurangan oksigen di otak serta pembengkakan otak.

Kejang dapat menyebabkan gangguan pada otak mulai dari gangguan nutrisi ke otak, gangguan suplai oksigen ke otak, dan sebagainya bila terjadi berulang dan dalam waktu lama. Bila terdapat gangguan yang cukup berarti pada otak maka dapat timbul gangguan mulai dari gangguan tumbuh dan kembang anak, gangguan perilaku, gangguan belajar, cacat fisik, cacat mental, hingga kematian. Untuk menjaga terjadinya kerusakan sel otak tentunya dapat kita lakukan dengan mencegah terjadinya kejang. 

Banyak obat yang diteliti dan bermanfaat untuk mengatasi epilepsi, termasuk diantaranya adalah obat-obatan yang Anda sebutkan di atas. Depaken memiliki bahan aktif asam valproat dan diindikasikan untuk mengendalikan kejang. Untuk menghentikan pengobatan, Anda sebaiknya berkonsultasi ulang dengan dokter anak Anda. Hal ini disebabkan tidak sembarang dokter dapat menghentikan pengobatan epilepsi tanpa mengetahui riwayat penyakit yang dialami. Anda juga sebaiknya mengonsultasikan pengobatan apa yang terbaik untuk mengurangi kejang pada anak ibu, apakah diperlukan obat lain ataukah dapat dibantu dengan terapi lain seperti operasi, stimulasi saraf vagus, dan diet ketogenik. Pengobatan yang dilakukan ini untuk mencapai kualitas hidup yang optimal seperti mengurangi frekuensi atau menghentikan serangan, mencegah efek samping serta menurunkan angka kesakitan. Sekitar 70-80% epilepsi dapat sembuh dengan obat. Obat epilepsi tidak boleh dihentikan secara mendadak, tapi harus perlahan-lahan diturunkan dosisnya. Penghentian obat secara mendadak justru berbahaya dan bisa menyebabkan kejang hebat pada anak.

Sebaiknya periksakan Anak Anda kembali ke dokter spesialis Anak. 

Terima kasih sudah berkonsultasi melalui fitur Tanya Dokter. Jangan ragu untuk kembali berkonsultasi jika masih ada keluhan lainnya, ya.  

Sdr dapat juga berkonsultasi melalui Aplikasi KlikDokter kapan pun dan di mana pun dengan men-download aplikasi Klikdokter melakui Play Store/ Android: https://www.klikdokter.com/download-App Store : https://app.adjust.com/n01yug7  

Semoga sehat selalu/semoga lekas membaik.

0 Komentar

Belum ada komentar