Sukses

Sesak Nafas dan Diare, Pasti Covid?

28 Dec 2020, 11:09 WIB
Wanita, 15 tahun.

Dok saya mau tanya saya sesak nafas sudah lima hari, di hari ke tiga-lima disertai lemas dan diare di pagi hari. ditenggorokan seperti ada dahak tapi tidak batuk, sayakenapa ya dok takutnya covid tapi saya gak mau negatif dulu. makasi dok

Terima kasih telah bertanya menggunakan layanan Tanya Dokter

Kami memahami kekhawatiran Anda

Perasaan yang dirasakan oleh seseorang mengenai ketidaknyamanan atau kesulitan dalam bernapas dapat disebabkan oleh banyak hal. Untuk itu dibutuhkan pemeriksaan lengkap secara langsung oleh Dokter. Sesak napas dapat disebabkan oleh gangguan dalam sistem pernapasan (hidung, tenggorokan paru-paru) atau gangguan yang berasal dari luar paru-paru (jantung).

Tanda-tanda dari sesak napas dapat berupa :

  • Peningkatan jumlah frekuensi napas (dewasa >20x/menit; anak >30x/menit; bayi>40x/menit)
  • Kebiruan pada sekitar bibir, ujung-ujung jari
  • Adanya suara napas tambahan seperti ngorok, serak, grok-grok, mengi.

Bagaimana dengan keluhan Anda, apakah ada salah satu tanda diatas? Apakah sesak muncul terus menerus? Adakah batuk, demam yang menyertai? Apakah sesak membaik jika beristirahat atau meninggikan kepala saat tidur? Apakah Anda ada riwayat alergi atau asma?

Penyebab kegawatdaruratan karena sesak napas dapat berupa :

  • Asma : batuk, mengiInfeksi paru (pneumonia) : batuk, panas, sesak napas
  • Alergi (pembengkakan pada tenggorok yang menyebabkan terjadinya sumbatan) : riwayat makan makanan yang menyebabkan alergi (seafood, kacang, telur, dan lain sebagainya)
  • Sakit jantung (disertai nyeri dada)
  • Trauma dada (kecelakaan yang mengenai dada) : riwayat benturan keras di daerah dada, sesak napas, nyeri dada, ada kerusakan pada dada (patah tulang), pendarahan

Selain dari kelainan organik juga perlu dicari ada tidaknya gangguan psikologis, karena sesak napas juga dapat disebabkan oleh rasa cemas, panik, stres, depresi dan berbagai emosi negatif lainnya. Jika memang tidak ada masalah organik maka masalah psikologis harus dipikirkan, dan bukan tidak mungkin jika sesak napas merupakan akibat dari kombinasi keduanya. 

Penanganan sesak nafas dilakukan berdasarkan penyebab dasar terjadinya sesak nafas tersebut. Oleh karena itu sebaiknya Anda tetap berkonsultasi langsung dengan Dokter agar dilakukan pemeriksaan langsung dan wawancara medis lebih mendalam untuk mendiagnosis keluhan yang Anda alami.

Diare adalah peningkatan jumlah ( tiga kali atau lebih) atau penurunan konsistensi dari tinja (menjadi lunak atau cair) dalam waktu 24 jam. Diare dapat dibagi menjadi akut (kurang dari 14 hari) , persisten (lebih dari 14 hari) dan kronik (lebih dari 1 bulan). Konsistensi tinja yang cair yang menjadi karakteristik diare biasanya akan hilang dalam beberapa hari. Diare kronik dapat menjadi tanda adanya kelainan yang lebih serius, seperti adanya infflamatory bowel disease. Diare dapat menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit yang cukup signifikan. Kebanyakan diare akan sembuh sendiri tanpa pengobatan.

Diare dapat disebabkan oleh:

  • virus (paling sering)
  • bakteri
  • infeksi parasit
  • obat-obatan (kafein, alkohol)
  • penyakit non-infeksi (irritable bowel syndrome, inflammatory bowel disease)
  • laktosa (gula yang terdapat di dalam susu)
  • pemanis buatan (sorbitol dan mannitol, pemanis buatan yang terdapat di permen karet atau produk bebas gula lainnya dapat menyebabkan diare pada orang sehat)

Gejala yang biasanya menyertai diare, antara lain:

  • tinja yang cair atau lunak
  • sering buang air besar
  • nyeri perut
  • demam
  • darah di dalam tinja

selain itu, gejala lain seperti mual dan muntah dapat menyertai diare yang disebabkan oleh infeksi. Infeksi bakteri atau parasit biasanya menyebabkan buang air besar yang berdarah dan juga terjadi demam.

Pengobatan Pastikan ada tidaknya tanda-tanda dehidrasi, cegah perburukan dan bawa ke fasilitas kesehatan. Minum cairan oral (minum) seperti oralit, jus buah, kuah kaldu untuk hindari kondisi dehidrasi.

Hal yang sangat penting dalam penanganan diare adalah mempertahankan keseimbangan cairan tubuh yang keluar dan masuk. Setiap kali BAB, langsung berikan minum untuk mengganti cairan yang keluar. Selain kehilangan cairan, diare juga menyebabkan kehilangan kandungan elektrolit tubuh, karena itu bila terdapat dehidrasi dan asupan cairan kurang, perlu diganti dengan pemberian cairan infus. Pemberian obat lain seperti antibiotik dipertimbangkan jika terbukti ditemukan adanya bakteri pada tinja.

Kami tidak bisa memastikan Anda terkena covid atau tidak, mengingat gejala pada covid saat ini tak hanya menyerang pada saluran pernafasan saja melainkan juga bisa ke saluran pencernaan. Sebaiknya ANda tetap melakukan pemeriksaan ke dokter terdekat untuk memastikan kondisi Anda dan bisa diterapi sesuai dengan penyebabnya.

Demikian yang bisa disampaikan,

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar