Sukses

Perbedaan Sakit Maag dan GERD

04 Dec 2020, 15:09 WIB
Pria, 39 tahun.

Halo dok, mau tanya, saya sering mengalami gejala asam lambung (sendawa terus menerus, perut kembung dan perut keras) pernah ke dokter diberikan obat Omeprazole, saya konsumsi dan habis. Setelah itu perut agak mendingan. Setiap saya merasakan gejala yang sama saya minum obat tersebut. Saya pernah merasakan dada saya nyeri disertai agak sesak napas, dan diberitahu istri agar membatukan supaya tidak sesak napas. Dan saya sering sendawa terus menerus juga perut terasa keras serta kembung ketika badan merasa capek. Apakah yang saya rasakan sakit lambung atau sudah gerd. Saya punya riwayat penyakit hernia dan varicocele, sudah operasi sampai tiga kali. Mohon infonya dok, sakit yang saya rasakan serta pengobatannya. Terima kasih

dr. Valda Garcia

Dijawab Oleh:

dr. Valda Garcia

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Berdasarkan informasi yang diberikan, sepertinya Anda memang menderita GERD.

Sindrom dispepsia merupakan suatu kumpulan gejala saluran cerna terdiri dari perut kembung, terasa penuh sehingga mudah kenyang, perut perih di bagian atas (ulu hati), sering bersendawa, mual, muntah, dll. Dispepsia biasanya disebabkan oleh penyakit ulkus lambung atau kelebihan asam lambung. Jika asam lambung naik ke kerongkongan (refluks) maka disebut GERD (Gastro-esophageal reflux disease).

Faktor-faktor risiko yang mengakibatkan GERD termasuk kehamilan, obesitas, diet lemak tinggi, obat-obatan tertentu, stres, konsumsi tembakau atau alkohol dan sebagainya. Gejala GERD adalah perut yang mulas, rasa asam atau pahit di bagian belakang mulut atau tenggorokan, masalah menelan, mual, nyeri dada dari GERD dapat meniru serangan jantung, kembung, begah/sesak, dan banyak lainnya.

Pengobatan GERD meliputi banyak hal. Yang utama dan terpenting adalah perubahan gaya hidup:

Obesitas dan kelebihan berat badan meningkatkan GERD. Penurunan berat badan dapat mengurangi gejala GERDBerhenti merokokHindari stresPasien yang dianjurkan untuk makan dalam porsi kecil namun lebih sering. Makanan terakhir hari harus diambil minimal 4 jam sebelum tidur. Berbaring segera setelah makan dapat memperburuk gejala GERD.Hindari makanan dan minuman yang memicu asam lambung seperti alkohol, kopi, cokelat, tomat, makanan berlemak atau pedas.Hindari pakaian ketat terutama di sekitar perut.Meniinggikan ujung kepala saat tidur sekitar 20 cm dengan menempatkan irisan atau blok di bawah bantal akan membantu untuk mengurangi gejala GERD.Hindari penggunaan obat-obat yang dapat meningkatkan risiko GERD, seperti:nitratanti-kolinergikantidepresan tricyclicNSAID (Ibuprofen, asam mefenamat, dsb)kalium garam dan bosphosphonates seperti alendronateTerapi GERD adalah dengan obat yang dapat menetralkan asam lambung atau dengan mengurangi produksi asam, seperti Antasid, Alginates (alternatif untuk Antasid), PPIs (omeprazole, lansoprazole) dan pada kasus yang berat dapat memerlukan tindakan operasi. 

Berdasarkan cerita Anda, sepertinya stres dan panik yang sering Anda alami menjadi salah satu faktor risiko GERD. Cobalah untuk mengurangi stres dengan melakukan relaksasi. Semakin Anda stres, semakin tinggi asam lambung. Sebaiknya  tidak berganit-ganti dokter dan obat karena pengobatan menjadi tidak terfokus. Jika ada keluhan yang memburuk dan memerlukan perawatan, saya menganjurkan untuk berkonsultasi lebih lanjut kepada dokter spesialis Penyakit Dalam. 

Demikian informasi yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat. (DK)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar