Sukses

Pilek Terus-Menerus

14 Oct 2020, 21:05 WIB
Wanita, 15 tahun.

kenapa pilek saya tiba tiba cair

Terima kasih telah menggunakan fitur tanya dokter.

Penyebab pilek terus menerus meliput:

1. Infeksi sinus

Demam disertai badan lemas, batuk, cairan berwarna putih yang kental, cairan berwarna kuning ataupun hijau yang mengalir dari hidung, bisa jadi disebabkan oleh infeksi sinus. Infeksi ini bisa terjadi ketika bakteri menyebabkan iritasi hingga infeksi.

2. Alergi pada benda tertentu

Hidung Anda juga bisa berair jika terkena iritasi. Biasanya, paparan akut terhadap alergen akan membuat hidung gatal, bengkak di dalam, memicu banyak bersin, dan produksi lendir berair jernih. Alergi menyebabkan histamin kimia dilepaskan, sehingga secara langsung menyebabkan gejala tersebut.

3. Makanan pedas

Terkadang, hidung Anda juga bisa menjadi stimulasi saraf. Beberapa jenis saraf di rongga sinonasal dapat merangsang produksi lebih banyak lendir, dan beberapa dari saraf tersebut dapat diaktifkan oleh makanan pedas

Capsaicin, zat kimia dalam cabai, mampu menyebabkan rinore atau kelebihan cairan di rongga hidung dan meningkatkan produksi keringat. Kondisi ini merupakan respons dari tubuh sebagai upaya mengeluarkan iritasi.

4. Menangis

Menangis akan menyebabkan hidung meler karena air mata mengalir ke hidung melalui saluran air mata. Kondisi ini bisa berlangsung beberapa menit bahkan setelah Anda berhenti menitikkan air mata.

5. Polip hidung

Merupakan tumbuhnya selaput lendir di hidung. Polip memiliki konsistensi seperti jelly yang terdiri dari sel-sel inflamasi dan dapat menyebabkan hidung meler secara kronis.

Selain hidung meler, polip hidung dapat menyebabkan penurunan indra penciuman, rasa tertekan pada wajah, bahkan kesulitan bernapas jika selaput lendir kian bertumbuh. Hingga kini belum jelas penyebab yang pasti dari munculnya polip hidung, namun kondisi ini kerap dikaitkan dengan alergi serta infeksi.

6. Olahraga saat cuaca dingin

Olahraga dapat memicu timbulnya lendir di hidung dan paru-paru karena ada peningkatan peradangan dan aliran darah ke area ini. Berolahraga dalam suhu rendah akan membuat kondisi tersebut menjadi dua kali lipat lebih parah. Peneliti menganjurkan bahwa olahraga lebih baik dilakukan saat suhu sedang hangat.

Demikian, semoga menjawab pertanyaan Anda. 

0 Komentar

Belum ada komentar