Sukses

Selesma pada Anak

07 Oct 2020, 13:30 WIB
Wanita, 21 tahun.

Penyebab batuk akut pada anak paling sering disebabkan selesma (common cold)" yang disebut dengan selesma itu seperti apa dan sangat berbahaya tidak pada kondisi anak?

Terimakasih sudah bertanya seputar selesma dengan menggunakan fitur Tanya Dokter dari Klikdokter.com

Common cold (pilek, selesma) adalah suatu reaksi inflamasi saluran pernapasan yang disebabkan oleh infeksi virus. Berbagai virus yang berbeda menyebabkan terjadinya common cold:

  • Rhinovirus
  • Virus influenza A, B, C
  • Virus Parainfluenza
  • Virus sinsisial pernafasan.

Semuanya mudah ditularkan melalui ludah yang dibatukkan atau dibersinkan oleh penderita.

Common cold biasanya tidak berbahaya dan kebanyakan dapat sembuh dengan sendirinya. Gejala dari penyakit ini bisa berupa sesak nafas dengan/ tanpa sumbatan hidung, bersin-bersin, tenggorokan gatal, hidung meler, batuk, suara serak, lemas, sakit kepala, demam (biasanya ringan). Gejala biasanya akan menghilang dalam waktu 4-10 hari, meskipun batuk dengan atau tanpa dahak seringkali berlangsung sampai minggu kedua.

Usahakan untuk beristirahat dan selalu dalam keadaan hangat dan nyaman, serta diusakahan agar tidak menularkan penyakitnya kepada orang lain. Minum banyak cairan guna membantu mengencerkan sekret hidung sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan/dibuang. Apabila anak masih dibawah 6 bulan, berikan ASI sesering mungkin. Untuk meringankan nyeri atau demam dapat diberikan parasetamol atau ibuprofen.

Pada anak dengan riwayat alergi, dapat diberikan antihistamin. Menghirup uap atau kabut dari suatu vaporizer bisa membantu mengencerkan sekret dan mengurangi sesak di dada. Mencuci rongga hidung dengan larutan garam isotonik juga bisa membantu mengeluarkan sekret yang kental

Antibiotik tidak efektif untuk mengobati common cold, antibiotik hanya diberikan jika terjadi suatu infeksi bakteri. Namun bila sekret hidung berubah warna menjadi kuning atau kuning kehijauan, maka sudah terjadi infeksi bakteri. Pengobatannya adalah dengan antibiotik dan harus diberikan dibawah pengawasan dokter. Karena penggunaan antibiotik yang tidak tepat akan menyebabkan bakteri resisten (kebal) terhadap pengobatan dan dapat memperburuk penyakit serta kondisi anak Anda.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar