Sukses

Bagaimana Mencegah Hipertensi Sejak Muda?

16 Sep 2020, 15:01 WIB
Pria, 20 tahun.

saya mempunyai keturunan hipertensi...sedangkan saya masih muda...bagaimana saya menjaga tubuh untuk menghindari resiko hipertensi?

Selamat malam, Perkenalkan, saya dr. Dejandra Rasnaya. 

Saya mengerti kekhawatiran dan keluhan yang anda rasakan.

Dengan angka kejadian yang tinggi dan tren yang meningkat, ditambah dengan ancaman komplikasi yang serius, sudah seharusnya hipertensi diwaspadai. Untuk mencegahnya, Anda dianjurkan untuk melakukan hal-hal di bawah ini:

- Olahraga rutin

Sebagai pencegahan tekanan darah tinggi, olahraga yang disarankan adalah jenis aerobik seperti joging, berenang, bersepeda, atau senam. Lakukan olahraga secara teratur, minimal 30 menit, sebanyak 3-5 kali dalam seminggu. Dengan begitu, jantung akan lebih terlatih dan sehat, sehingga hipertensi dapat dicegah.

- Kurangi dan batasi konsumsi makanan tinggi garam

Garam bersifat menahan cairan. Jika kandungannya di dalam tubuh tinggi, maka cairan akan tertahan di pembuluh darah, sehingga akan meningkatkan tekanan darah dan membebani kerja jantung.

Makanan cepat saji, makanan beku, dan makanan ber-MSG adalah sumber garam yang tinggi dan sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan.

- Perbanyak konsumsi buah dan sayuran

Hipertensi juga bisa dicegah dengan menerapkan pola makan sehat, salah satunya adalah dengan memperbanyak asupan sayur dan buah. Buah yang diketahui dapat membantu mengontrol tekanan darah adalah buah berry, jambu biji, buah naga, pisang, delima, kiwi, persik, dan alpukat.

Untuk sayuran, Anda bisa memanfaatkan seledri. Seledri mengandung senyawa kemarin yang membantu menurunkan tekanan darah dan membantu keseimbangan air dalam tubuh. Kandungan phtalides dan antikoagulan dalam seledri juga mengurangi risiko pembekuan darah dan stroke, serta menurunkan kadar hormon stres.

Jika tidak suka mengonsumsi seledri secara langsung, Anda tetap bisa mendapatkan manfaatnya lewat suplemen. Carilah suplemen berbahan seledri yang mengandung apigenin, yang dapat meringankan gejala hipertensi.

Kandungan tersebut mampu membuat pembuluh darah besar relaks, dengan cara meningkatkan produksi natrium oksida dan berfungsi sebagai calcium channel blocker. Sebelum mengonsumsinya, sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda.

- Jaga berat badan ideal

Berdasarkan penelitian, seseorang dengan berat badan berlebih dan obesitas memiliki risiko tinggi mengalami tekanan darah tinggi. Hal ini berhubungan dengan masalah metabolisme, yang juga berkaitan dengan diabetes dan kolesterol.

- Istirahat cukup

Tanpa Anda sadari, kurang tidur bisa menjadikan tubuh mengalami stres. Tubuh pun akan memproduksi kortisol (hormon stres). Hormon tersebut memiliki efek meningkatkan tekanan darah, produksi gula di tubuh, produksi kolesterol, serta produksi asam lambung. Semua efek tersebut akan meningkatkan tekanan darah Anda.

- Manajemen stres yang baik

Seperti yang sudah dijelaskan pada poin sebelumnya, stres bisa bikin tekanan darah naik. Kalau ini terjadi terus-menerus, efek tersebut nantinya akan bersifat permanen, sehingga bukan tak mungkin Anda akan terdiagnosis hipertensi ketika melakukan cek kesehatan.

Setiap manusia tak akan bisa lepas dari stres akibat pekerjaan, kehidupan, masalah keluarga, atau hal lainnya. Namun, Anda harus mampu mengelola stres tersebut dengan baik agar tidak berdampak buruk pada kesehatan.

Hindari merenungkan masalah berulang-ulang. Sebaiknya cari tahu akar permasalahan dan solusinya. Carilah kesenangan, misalnya dengan berolahraga, melakukan hobi, atau sekadar ngopi bersama teman-teman sambil berbagi cerita.

- Hindari rokok dan alkohol

Rokok dan alkohol akan meningkatkan risiko penumpukan plak di dinding pembuluh darah, sehingga menyebabkan penyempitan. Akibatnya, tekanan darah bisa meningkat.

- Periksa kesehatan rutin

Hipertensi dikatakan diam-diam bisa membunuh (silent killer) karena sering tidak menimbulkan gejala. Karenanya, Anda sangat disarankan untuk melakukan cek kesehatan rutin ketika sudah memasuki usia 30 tahun sebagai deteksi penyakit, salah satunya adalah tekanan darah tinggi. Jika terdeteksi dini, maka Anda bisa melakukan tata laksana lebih awal, sehingga mencegah risiko komplikasi yang mungkin terjadi.

Terima kasih sudah berkonsultasi di fitur Tanya Dokter. Jangan ragu untuk kembali berkonsultasi jika masih ada keluhan lainnya, ya.

Anda dapat juga berkonsultasi melalui Aplikasi Klikdokter kapan pun dan di mana pun dengan respon cepat melalui fitur Livechat 24 Jam. 

0 Komentar

Belum ada komentar