Sukses

Dada dan Perut Terasa Tertekan

08 Sep 2020, 11:36 WIB
Pria, 28 tahun.

Halo dok, saya mau bertanya. Kenapa dada saya seperti tertekan, dok? Bukan hanya dada, dok melainkan perut saya. Kenapa itu, dok?

dr. Valda Garcia

Dijawab Oleh:

dr. Valda Garcia

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Perlu diketahui bahwa begitu banyak penyebab yang dapat menimbulkan keluhan rasa tidak nyaman di daerah ulu hati. Pada umumnya keluhan ini berkaitan dengan organ lambung, namun keluhan pada ulu hati juga bisa disebabkan oleh gangguan pada organ lain seperti jantung, usus, hati dan saluran bilier. Seorang dengan keluhan lambung akan mengeluh perasaan nyeri ulu hati setelah makan, adanya panas pada ulu hati dan perut kembung. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda merasakan karakteristik gejala seperti yang disebutkan tersebut?

Berikut adalah saran yang dapat Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari apabila benar Anda memiliki gangguan pada lambung:

Hindari rokok dan asap rokokHindari stressOlahraga selama 30 menit dengan frekuensi minimal 3 kali semingguTidur cukup dengan durasi minimal 8 jam per hariMakan sedikit tapi sering. Frekuensi makan dapat ditingkatkan hingga 6 kali sehari, dengan pembagian 3 kali makan besar, 3 kali makan kecil (snack)Jangan konsumsi apapun dalam durasi 4 jam sebelum tidurJangan berbaring setelah makanHindari alkohol, kopi, cokelat, tomat, bawang, makanan berlemak, atau pedasJangan kenakan pakaian ketat, terutama yang menekan bagian perutHindari konsumsi obat-obatan golongan nitrat, antikolinergik, antidepresantrisiklik dan NSAID tanpa petunjuk Dokter.Selain rasa tidak nyaman di ulu hati, peningkatan asam lambung memang dapat juga menimbulkan gejala nyeri dada atau perasaan sesak, hal ini biasanya disebabkan oleh GERD atau Gastro-esophageal reflux disease (refluks asam lambung ke kerongkongan). Faktor-faktor risiko yang mengakibatkan GERD termasuk kehamilan, obesitas, diet lemak tinggi, obat-obatan tertentu, stres, konsumsi tembakau atau alkohol dan sebagainya.

Gejala GERD adalah perut yang mulas, rasa asam atau pahit di bagian belakang mulut atau tenggorokan, masalah menelan, mual, nyeri dada dari GERD dapat meniru serangan jantung seperti rasa terbakar atau tertindih di dada, kembung, begah/sesak, dan banyak lainnya.

Pengobatan GERD meliputi banyak hal. Yang utama dan terpenting adalah perubahan gaya hidup:

Obesitas dan kelebihan berat badan meningkatkan GERD. Penurunan berat badan dapat mengurangi gejala GERDBerhenti merokokPasien yang dianjurkan untuk makan dalam porsi kecil namun lebih sering. Makanan terakhir hari harus diambil minimal 3-4 jam sebelum tidur. Berbaring segera setelah makan dapat memperburuk gejala GERD.Hindari makanan dan minuman yang memicu asam lambung seperti alkohol, kopi, cokelat, tomat, makanan berlemak, asam atau pedas.Hindari pakaian ketat terutama di sekitar perut.Meninggikan ujung kepala saat tidur sekitar 20 cm dengan menempatkan irisan atau blok di bawah bantal akan membantu untuk mengurangi gejala GERD.Hindari penggunaan obat-obat yang dapat meningkatkan risiko GERD, seperti:nitratanti-kolinergikantidepresan tricyclicNSAID (Ibuprofen, asam mefenamat, dsb)kalium garam dan bosphosphonates seperti alendronateTerapi GERD adalah dengan obat yang dapat menetralkan asam lambung atau dengan mengurangi produksi asam, seperti Antasid, Alginates (alternatif untuk Antasid), PPIs (omeprazole, lansoprazole) dan pada kasus yang berat dapat memerlukan tindakan operasi. 

Namun karena kurangnya data dan keterbatasan kami untuk melakukan pemeriksaan fisik, kami sarankan Anda untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam untuk memastikan penyebab timbulnya keluhan Anda serta mendapat penanganan yang optimal. Karena untuk menegakkan suatu diagnosa diperlukan pemeriksaan langsung yang menyeluruh dari wawancara medis yang mendetail, pemeriksaan fisik lansung dan juga pemeriksaan penunjang yang mungkin diperlukan.

Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar