Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

Verifikasi UmurStop Disini

Dampak Ketagihan Menonton Film Porno

02 Sep 2020, 11:55 WIB
Wanita, 26 tahun.

Halo dok, mau tanya, apa dampak jika seseorang kecanduan video/film porno, bagaimana solusinya, dan apakah harus di jauhi? Mohon penjelasaanya.Terima kasih

Terima kasih telah menggunakan fitu rtanya dokter. 

Tanda hiperseks tidak dilihat dari frekuensi seseorang melakukan seks dalam rentang waktu tertentu. Faktanya, tidak ada angka mutlak yang membatasi seseorang untuk melakukan aktivitas seksual baik menonton film porno, masturbasi ataupun hubungan seksual.

Akan tetapi, jika pikiran tentang seks terus-menerus menghantui, hingga kemudian sulit melakukan kegiatan lain atau tidak mampu fokus terhadap hal lainnya, maka kondisi ini sudah dapat tergolong sebagai kecanduan seks.

Biasanya, pecandu seks akan mengalami hal-hal seperti:

- Merasa tidak dapat mengendalikan nafsu seksual.

- Menjadikan kegiatan seksual sebagai fokus utama kehidupan.

- Tidak mampu mengatur kehidupan sehari-hari akibat aktivitas seksual yang dilakukan.

- Tidak mampu fokus pada hal lain.

- Mudah berhubungan seks, bahkan dengan seseorang yang belum dikenal dekat.

- Perilaku seks mulai berpotensi membahayakan diri sendiri.

- Berbohong kepada orang lain tentang pola seksual yang dimiliki.

- Merasa malu, terganggu, dan tidak nyaman akan aktivitas seksual yang dijalani.

- Merasa bersalah setelah melakukan seks, tapi mengulanginya kembali.Sering merasakan keluhan kesehatan terkait kondisi kecanduan seks.

Jika hal-hal di atas sudah mulai dirasakan, maka ada baiknya Anda segera mencari bantuan profesional. Sebab, kondisi kecanduan seks yang berlarut-larut mendatangkan bahaya bagi diri Anda.

Seseorang yang hiperseks berisiko mengalami beragam gangguan, salah satunya mental. Penderita bisa mengalami rasa cemas terus-menerus, Tidak tenang dalam keseharian, Merasa tidak berharga, malu, dan menarik diri dari kehidupan sosial. Gangguan di atas tentu akan sangat mengganggu penderitanya. Bila tidak segera ditangani, bukan tidak mungkin depresi yang jadi ujungnya. Pada akhirnya, penderita jadi tidak lagi mampu menjalankan fungsinya sebagai pribadi dan makhluk sosial bagi sekelilingnya.

Demikian, semoga bermanfaat. 

 

 

0 Komentar

Belum ada komentar