Sukses

KB suntik dan Tekanan Darah Tinggi?

23 Aug 2020, 21:51 WIB
Wanita, 27 tahun.

Selamat pagi dok, saya mau tanya, tgl 13 agustus saya suntik KB, karena memang sunti KB rutin yang 1 bulan, lalu pada tgl tsb, tiba2 tensi darah saya naik biasanya normal ke 130/90, dari situ saya terus kepikiran dan stress, alhasil setiap tensi/cek tensi dan bertemu alat tensi malah tambah naik ke 170/100, akhirnya saya di resepkan obat amlodipine, tapi setiap saya mau cek lagi terus begitu terus saja panik detak jantung ga beraturan setiap mau di tensi jadi tinggi trus dan semakin stress, jadi dokter juga tidak berani memberikan resep hipertensi karena tensi darahnya selalu ga stabil, tapi akhir-akhir ini kepala bagian kiri kadang kanan itu sakit banget dok.. kira2 solusinya bagaimana ya?

Terima kasih sudah bertanya dengan menggunakan fitur Tanya Dokter seputar tekanan darah tinggi

Kami memahami kekhawatiran Anda.

KB suntik 1 bulan, suntik 3 bulan maupun KB pil merupakan KB hormonal. Salah satu efek samping dari KB hormonal adalah perdarahan yang tidak teratur, mulai dari perdarahan bercak atau flek hingga perdarahan yang berkepanjangan, bahkan 70% pengguna KB suntik tidak mengalami siklus mens. Setiap individu memiliki efek respon yang berbeda-beda dalam penerimaan hormon ini. Selain itu efek samping lain KB hormonal yang dapat dikeluhkan adalah berat badan naik, tekanan darah tinggi, osteoporosis.

Seseorang dikatakan menderita tekanan darah tinggi (hipertensi) jika dalam 3 kali pengukuran tekanan darah berturut-turut di waktu yang berbeda menunjukkan hasil tekanan sistole (angka yang pertama) ≥ 140 mmHg atau tekanan diastole (angka yang kedua) ≥ 90 mmHg. Hasil tekanan darah yang tinggi hanya dengan satu kali pemeriksaan belum dapat didiagnosis menderita tekanan darah tinggi karena hasil tekanan darah dapat meningkat saat seseorang dalam kondisi stres atau setelah beraktivitas, dll. 

Berdasarkan cerita Anda yang tampak stress dan cemas, maka tekanan darah menjadi tidak terkontrol diikuti dengan detak jantung yang meningkat.

Untuk saat ini yang bisa dilakukan adalah :

  • Olahraga teratur, minimal 3x/minggu masing-masing selama minimal 30 menit, seperti jalan kaki, jogging, berenang
  • Kurangi berat badan.
  • Kurangi asupan garam
  • Kurangi mengkonsumsi makanan yang digoreng
  • Perbanyak asupan makanan berserat seperti buah-buahan dan sayuran
  • Berhenti merokok dan hindari konsumsi alkohol
  • Istirahat cukup, hindari stress
  • Terapi dengan obat-obatan untuk mengatasi hipertensi juga diperlukan.

Hipertensi yang tidak diterapi dapat menyebabkan berbagai komplikasi berupa gangguan jantung, pembuluh darah, gangguan ginjal, merusak kerja mata, menimbulkan kelainan atau gangguan kerja otak, dll.

Kami sarankan Anda berkonsultasi dan menjalani pemeriksaan secara keseluruhan (termasuk rekam jantung) ke dokter spesialis jantung atau dokter spesialis penyakit dalam untuk mendapatkan penanganan yang optimal.

Demikian informasi yang bisa disampaikan seputar tekanan darah tinggi, Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar