Sukses

Seputar Gangguan Emosi

11 Aug 2020, 00:48 WIB
Wanita, 16 tahun.

Dok saya sering sekali menangis dan tertawa tanpa alasan yang jelas, saya sangat sulit mengontrol emosi saya juga sangat sensitif dan tempramen. Saya sering merasa sendiri kesepian dan mengingat hal hal yang membuat saya sedih. Saat saya pergi bersama teman mood saya menjadi senang dan bersemangat yang overload tapi sesampainya saya dirumah saya menjadi pemarah, murung, menangis, dan mengamuk tanpa alasan yang jelas. Saat malam saya sering overthinking dan paranoid saya merasa takut sampai saya tidak tidur semalaman. Kira kira saya kenapa ya dok? Saya sangat kesulitan mengontrol emosi dan saya rasa saya berbeda dengan anak anak seumuran saya

Terima kasih telah bertanya seputar mood mudah berubah melalui Tanya Dokter.

Mood adalah kondisi perasaan yang terus ada yang mewarnai kehidupan psikologis kita. Perasaan sedih atau depresi bukanlah hal yang abnormal ketika mengalami peristiwa penuh tekanan. Bagaimana dengan Anda, adakah hal-hal yang memicu perubahan mood atau menjadi beban pikiran Anda sehari-hari?

Gangguan mood mencakup berbagai gangguan emosi yang membuat seseorang tidak dapat berfungsi- mulai dari kesedihan pada bentuk depresi hingga rasa senang yang tidak realistis dan iritabilitas pada bentuk mania. Gejalanya pun bisa beragam, salah satunya dapat berupa perubahan mood yang terjadi secara cepat dalam waktu singkat. Gangguan mood sendiri masih diklasifikasikan menjadi berbagai diagnosis (berdasarkan DSM IV) misalnya: gangguan bipolar, depresi, disritmik, dsb. Untuk menentukan diagnosisnya dibutuhkan wawancara serta pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter. Wajar atau tidaknya, tentu bergantung dari derajat keparahan gangguan tersebut, tipe gangguannya, dll.

Untuk mencegahnya tentu cobalah untuk menjaga mood Anda. Memang terdengar sulit, namun cobalah untuk menjaga mood Anda tetap baik dengan melakukan hal-hal yang Anda senangi dan menghindari pikiran-pikiran negatif pada diri Anda. Kami juga menganjurkan Anda untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis psikiatri untuk evaluasi yang lebih tepat

demikian, terima kasih

0 Komentar

Belum ada komentar