Sukses

Mencegah Luka agar Tidak Berbekas

20 Jul 2020, 09:02 WIB
Wanita, 20 tahun.

halo dok, saya mau bertanya barusan wajah saya tepatnya pada dahi, tidak sengaja tercakar oleh adik, dan sepertinya luka di dahi itu cukup dalam, bagaimana ya dok cara menanganinya agar tidak terjadi bekas luka seperti bopeng/ bisa disebut kalok orang jawa cuil. terimakasih dok

Terima kasih telah bertanya seputar bekas luka melalui Tanya Dokter.

Bekas luka yang terjadi pada kulit dapat meninggalkan bekas luka yang menghitam atau menjadi berkas berwarna putih merah, atau menjadi jaringan berlebih (keloid).

Masing-masing jenis bekas luka memerlukan penanganan yang berbeda-beda. Dasar penanganan bekas luka yang menghitam biasanya menggunakan krim, pengelupasan kulit/chemical peeling, mikrodermabrasi ataupun laser. Beberapa cara tersebut diharapkan dapat menyamarkan, menipiskan, bahkan menghilangkan bekas luka.

Proses penyembuhan luka terkadang akan meninggalkan bekas luka seperti keloid atau hanya garis-garis kemerahan, kehitaman atau berupa scar putih. Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi terbentuknya bekas luka pada seseorang, antara lain kedalaman luka, ukuran luka, lokasi luka dan faktor genetik (keturunan). Jika dalam keluarga Anda terdapat kecenderungan terbentuk keloid pada bekas luka, maka kemungkinan besar bekas luka anda juga akan membentuk keloid.

Keloid merupakan salah satu jenis dari jaringan parut yang merupakan hasil dari pertumbuhan yang berlebihan dari bekas kulit yang terluka, yang melebihi batas luka itu sendiri.

Bentuknya kenyal, mengkilat, dan dapat bervariasi dalam warna seperti merah jambu, merah daging, dan coklat gelap. Keloid tidak ganas, tidak menular, dan biasanya terdapat gejala gatal, nyeri tajam, dan perubahan bentuk. Pada kasus yang parah, dapat menghambat pergerakan dari kulit. Yang sering membingungkan adalah bagaimana cara membedakan keloid dengan jaringan parut bekas luka yang biasa (hypertrophic scar). Hypertrophic scar merupakan pertumbuhan keatas (menonjol) jaringan parut bekas luka yang tidak melebar melewati batas luka.

Tidak banyak hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terbentuknya bekas luka yang tidak diinginkan, seperti keloid atau scar hypertrophic.

Beberapa terapi yang dapat dilakukan untuk mengobati keloid adalah penggunaan salep, suntikan steroid, laser, dan operasi. Apabila Anda menginginkan hasil yang cepat dapat dilakukan operasi pengangkatan secara bedah ataupun laser. Suntikan dengan menggunakan steroid harus dilakukan beberapa kali. Sebaiknya didiskusikan dengan dokter spesialis kulit dan kelamin.

Berikut beberapa artikel yang dapat Anda simak:

Demikian informasi seputar mengatasi bekas luka di wajah, Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar