Sukses

Migrain

14 Jul 2020, 10:20 WIB
Pria, 17 tahun.

Dok,saya stiap pull up akhir"ini sering ngalamin migrain yg beratt,knapa ya dok?padahal dulu"ga masalah,Terima kasih dok

dr. Adeline Jaclyn

Dijawab Oleh:

dr. Adeline Jaclyn

Halo bapak

Saya mengerti keluhan yang disampaikan dan kekhawatiran Anda.     

Migrain yaitu sakit kepala berdenyut yang terjadi pada satu sisi kepala. Akan tetapi migrain juga bisa terjadi di kedua sisi kepala.

Gejala lain pada migrain ialah mual, muntah dan sangat sensitif terhadap cahaya dan suara. Gejala diperburuk dengan aktivitas fisik biasa. Serangan migrain dapat menyebabkan nyeri yang sangat mengganggu selama berjam-jam bahkan harian hingga menyebabkan gangguan aktivitas pada penderitanya. 

Migrain kronik sering terjadi pada individu yang memiliki riwayat migrain episodik. Dianggap kronik apabila terjadi lebih dari 8 hari dalam 1 bulan, selama paling sedikit 3 bulan.

Pemicunya antara lain:

  • Makanan. Keju, makanan yang asin dan makanan siap saji dapat memicu migrain. Tidak makan (skipping meals) atau puasa juga dapat memicu serangan.
  • Zat tambahan dalam makanan. Pemanis aspartam dan pengawet monosodium glutamat (MSG), yang ada di banyak makanan, dapat memicu serangan.
  • Minuman. Alkohol, wine, dan minuman berkafein tinggi juga dapat memicu serangan.
  • Stress. Stress baik di tempat kerja maupun di rumah dapat memicu migrain
  • Rangsangan sensorik. Cahaya terang dan sinar matahari serta suara yang keras dapat memicu migrain. Bau-bauan yang kuat, seperti parfum, thinner, asap rokok juga dapat memicu serangan pada sebagian orang.
  • Faktor fisik. Exercise yang intens maupun aktivitas seksual dapat memicu migrain.
  • Perubahan lingkungan. Perubahan cuaca dan tekanan udara dapat memicu migrain.
  • Obat-obatan. Pil KB dan vasodilator (obat untuk melebarkan pembuluh darah), seperti nitrogliserin, dapat memperburuk migrain.

Migrain yang kronik memang sangat mengganggu. Kemungkinan kambuh tinggi apabila faktor pemicu tidak dihindari. Namun, gejalanya dapat dikontrol. Obat-obatan yang umum digunakan, ada yang bersifat antinyeri dan ada yang bersifat mencegah (untuk mengurangi keparahan dan frekuensi migrain). Namun sayangnya, apabila sudah terjadi gejala allodynia, nyeri yang timbul sulit sekali dikontrol oleh berbagai jenis antinyeri yang ada. 

Selain obat-obatan terdapat terapi alternatif yang dapat mengurangi migrain, seperti akupunktur, pijat (massage therapy), dan psikoterapi (bagaimana perilaku dan pikiran mempengaruhi persepsi Anda terhadap nyeri). Suplemen seperti Vitamin B2, Coenzyme Q10, dan Magnesium dapat mencegah frekuensi migrain.

Bila migrain Anda berlangsung sering dan dalam waktu lama, sebaiknya konsultasikan kepada dokter Anda. Ada baiknya dikonsultasikan juga dengan dokter spesialis saraf. Kemungkinan Anda memerlukan pemeriksaan lanjutan seperti CT scan kepala untuk memastikan penyebab migrain. Selain itu, diskusikan juga pengobatan yang terbaik untuk Anda.

8 Fakta Seputar Nyeri Kepala Migrain 

5 Cara Mudah Mencegah Migrain Kambuh

Ini Makanan dan Minuman Penyebab Migrain

Terima kasih sudah berkonsultasi melalui fitur Tanya Dokter. Jangan ragu untuk kembali berkonsultasi jika masih ada keluhan lainnya, ya.  

Bapak dapat juga berkonsultasi melalui Aplikasi KlikDokter kapan pun dan di mana pun dengan men-download aplikasi Klikdokter melakui Play Store/ Android: https://www.klikdokter.com/download-App Store : https://app.adjust.com/n01yug7  

Semoga sehat selalu/semoga lekas membaik.  

0 Komentar

Belum ada komentar