Sukses

Asam Lambung dan Nyeri Tenggotokan

16 Jun 2020, 22:27 WIB
Pria, 23 tahun.

Dok saya mau bertanya, pada bulan februari th 2020 saya mnderita asam lambung dan tenggorokan rasanya mngganjal dan lama ke lamaan rasa mengganjalnya hilang tp tenggorokan malh jadi sakit tpi klo di buat mnelan tidak sakit, terus saya kasih air putih yg banyak dan berkumur pakai air garma secara gargling, dan mulai membaik, dan pada minggu2 ini saya merasakan tenggorokan kering dan sakit serta panas, sperti ada yg lecet saya minum air putih yg bnyak tp masih aja skit sama saya ksih juga air garam, sblumnya sya makan makanan yg gorengan dok rasanya di tenggorokan perih. Itu kenapa ya dok? Untuk saat ini saya lg mngonsumsi obat isk dok karna baru2 ini saya lagi sakit isk. Trimkasih.

Selamat malam, Perkenalkan, saya dr. Dejandra Rasnaya. 

Saya mengerti kekhawatiran dan keluhan yang anda rasakan. 

GERD merupakan suatu kondisi kesehatan yang dapat terjadi apabila asam lambung sering kali naik kembali ke pipa yang menghubungkan mulut dengan lambung, yang dikenal sebagai esofagus. Refluks atau kembalinya asam lambung tersebut dapat menyebabkan iritasi pada lapisan esofagus.

Tanda dan gejala yang sering timbul pada kondisi ini di antaranya adalah sensasi terbakar pada dada, terutama setelah makan yang dapat menjadi lebih buruk pada malam hari. Selain itu, gejala lainnya adalah nyeri dada, kesulitan menelan, regurgitasi makanan atau cairan yang asam di kerongkongan, dan sensasi adanya sesuatu yang mengganjal di tenggorok. Pada individu yang mengalami refluks asam lambung pada malam hari, beberapa tanda dan gejala lain yang dapat dirasakan adalah batuk dan gangguan tidur.

Terjadinya GERD disebabkan oleh refluks asam lambung yang sering. Saat menelan, umumnya cincin otot atau sfingter di pangkal esofagus mengalami relaksasi untuk membantu masuknya makanan dan minuman ke lambung, lalu kemudian sfingter tersebut menutup kembali. Apabila sfingter mengalami relaksasi yang abnormal, asam lambung dapat naik kembali ke esofagus.

Beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami GERD adalah obesitas, kehamilan, adanya kelainan jaringan konektif tubuh, serta lambatnya pengosongan lambung.

Sedangkan faktor yang dapat memperburuk refluks asam lambung adalah merokok, mengonsumsi makanan dalam porsi yang besar, telat makan pada malam hari, dan mengonsumsi makanan pemicu keluhan seperti makanan berlemak dan gorengan. Selain itu, pemicu lainnya adalah mengonsumsi alkohol atau kopi, dan mengonsumsi obat-obatan jenis tertentu.

Terima kasih sudah berkonsultasi di fitur Tanya Dokter. Jangan ragu untuk kembali berkonsultasi jika masih ada keluhan lainnya, ya.

Anda dapat juga berkonsultasi melalui Aplikasi Klikdokter kapan pun dan di mana pun dengan respon cepat melalui fitur Livechat 24 Jam.

0 Komentar

Belum ada komentar