Sukses

detak jantung kencang, susah bernafas

16 Jun 2020, 09:45 WIB
Pria, 23 tahun.

Assalamu'laikum dokter, saya mengalami cedera otak karena menonton fil pornografi gejala yang saya alami adalah : - detak jantung kencang - susah bernafas - kepala berdenyut - kekurangan oksigen pada otak - lemas apakah saya masih bisa sembuh dokter ?

dr. Adeline Jaclyn

Dijawab Oleh:

dr. Adeline Jaclyn

Halo bapak

Saya mengerti keluhan yang disampaikan dan kekhawatiran Anda.    

Perasaan yang dirasakan oleh seseorang ketika mengalami kesulitan dalam bernapas dapat disebabkan oleh banyak hal. Penyebabnya banyak sekali, karena itu dibutuhkan pemeriksaan lengkap dan langsung oleh dokter.

Tanda-tanda dari sesak napas dapat berupa :

  • Peningkatan jumlah frekuensi napas (dewasa >20x/menit; anak >30x/menit; bayi>40x/menit)
  • Kebiruan pada sekitar bibir, ujung-ujung jari
  • Adanya suara napas tambahan seperti ngorok, serak, grok-grok, mengi

Adakah dari tanda-tanda sesak nafas ini yang Anda alami?

Sesak nafas dapat disebabkan oleh gangguan dalam sistem pernapasan (hidung, tenggorokan paru-paru) mapun diluar sistem pernafasan misalnya gangguan jantung, saluran cerna, gangguan ginjal, psikis, dll.

Jika telah dilakukan pemeriksaan dan didapatkan keluhan sesak nafas hanya bersifat ringan, maka pada umumnya memang tidak diperlukan obat-obatan, cukup diatasi dengan beristirahat. Sedangkan pemeriksaan penunjang akan dibutuhkan pada kasus sesak yang cukup berat dan menetap dalam jangka waktu yang cukup panjang, yang belum diketahui penyebab pastinya.

Apakah ada hal yang mengganggu pikiran Anda? Atau ada hal yang Anda cemaskan? Kemungkinan hal ini yang menjadi pemicu sesak nafas atau yang disebut gangguan psikosomatis. Gangguan psikosomatis adalah terjadinya keluhan fisik namun tidak ditemukan adanya gangguan fisikal yang dapat menjelaskan penyebab dari keluhan tersebut. Gangguan ini termasuk gejala neurotik atau cemas.

Pengobatan psikosomatis merupakan integrasi berbagai bidang ilmu seperti psikiatri, psikologi, neurologi, dan berkaitan dengan bidang keluhan Anda yaitu penyakit dalam. Sebelumnya harus dicari terlebih dahulu apa pencetus dari psikosomatis ini, apakah faktor stres, depresi, atau penyakit kronik yang membuat seseorang menjadi depresi (kanker, asma, ulkus peptikum, stroke) atau malah ketakutan bila mengidap penyakit tertentu.

Gangguan cemas memang dapat memberikan gejala berupa sesak napas, nyeri dada, jantung berdebar, keringat berlebih, dsb. Jika Anda selalu diliputi ketakutan maka apapun aktivitas yang Anda lakukan, Anda akan mengalami keluhan-keluhan yang memberatkan Anda.

Saat ini kami sarankan Anda mengunjungi dokter spesialis psikiatri untuk konsultasi lebih lanjut dan pemberian obat. Dokter akan membantu Anda dengan mendengarkan keluhan Anda dan membantu Anda mencari penyelesaian yang tepat untuk ketakutan Anda. Anda juga dapat mencoba  mengatasi kecemasan Anda  tanpa obat-obatan. Disamping akan meringankan biaya pengobatan, hal ini juga akan memberikan dampak yang lebih sehat bagi tubuh Anda. Mungkin Anda dapat mencoba beberapa tips untuk mengatasi n gangguan cemas yang Anda alami, seperti :

  • Cobalah untuk menarik napas dalam dan perlahan-lahan saat mengalami kecemasa berlebihan atau serangan panik
  • Ingatkan diri Anda bahwa Anda tidak sedang dalam keadaan bahaya
  • Cobalah untuk membiasakan diri menghadapi hal-hal yang menjadi sumber ketakutan Anda, hingga Anda dapat mengontrol perasaan takut tersebut
  • Carilah hobi yang mampu membuat Anda melupakan kecemasan
  • Dll

7 Gejala Fisik Akibat Gangguan Kecemasan

Ubah Kecemasan Jadi Energi Positif dengan Cara Ini

5 Tips Memahami Gangguan Kecemasan yang Anda Alami

Terima kasih sudah berkonsultasi melalui fitur Tanya Dokter. Jangan ragu untuk kembali berkonsultasi jika masih ada keluhan lainnya, ya.  

Bapak dapat juga berkonsultasi melalui Aplikasi KlikDokter kapan pun dan di mana pun dengan men-download aplikasi Klikdokter melakui Play Store/ Android: https://www.klikdokter.com/download-App Store : https://app.adjust.com/n01yug7  

Semoga sehat selalu/semoga lekas membaik.

0 Komentar

Belum ada komentar