Sukses

Sakit Kepala Saat Batuk, Berbahayakah?

02 Jun 2020, 16:43 WIB
Wanita, 33 tahun.

migrain saat batuk,,,knpa yaa? blm pernah mengalami sebelumnya

Terima kasih telah menggunakan fitur tanya dokter. 

Sakit kepala ketika batuk adalah sejenis nyeri kepala yang dapat pula dipicu oleh berbagai keadaan yang menyebabkan peningkatan tekanan dalam kepala, seperti bersin, tertawa, menangis, menyanyi, dan lain-lain.

Nyeri kepala tipe ini dibagi dua jenis, yaitu primer dan sekunder. Tipe primer pada umumnya tidak berbahaya, hanya timbul sesekali dan akan menghilang dengan sendirinya. Sebaliknya, sakit kepala tipe sekunder adalah jenis yang berbahaya, yang dapat diakibatkan oleh penyebab yang lebih serius pada otak.

Hingga kini para ahli belum menemukan penyebab dari sakit kepala primer ini. Namun telah diteliti bahwa penderita tipe sakit kepala ini terutama adalah laki-laki yang berusia di atas 40 tahun. Sementara itu, sakit kepala sekunder disebabkan oleh hal-hal yang dapat berpotensi menimbulkan bahaya, yakni kelainan pada tulang tengkorak, otak kecil, pembuluh darah otak, atau adanya tumor dalam jaringan otak.

Bagaimana ciri-ciri sakit kepala primer? Sakit kepala ini dirasakan tajam menusuk di kedua sisi maupun belakang kepala. Pada umumnya nyeri timbul tiba-tiba ketika atau setelah batuk, atau aktivitas lain yang telah disebutkan di atas. Nyeri kepala ini dapat dialami sebentar – mulai dari hitungan detik atau menit – hingga 2 jam lamanya.

Sementara itu, sakit kepala sekunder memiliki gejala mirip dengan tipe primer, namun umumnya sakit kepala yang dirasakan bertahan lebih lama, intensitasnya lebih berat, dan dapat disertai dengan kehilangan keseimbangan, gangguan penglihatan, dan penurunan kesadaran.

Jika Anda mengalami hal tersebut, segeralah berkonsultasi kepada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan meminta untuk dilakukan CT scan atau MRI kepala pada diri Anda.

Jika hasilnya normal – yang berarti Anda hanya mengalami sakit kepala batuk tipe primer – dokter akan meresepkan obat-obatan untuk meredakan keluhan tersebut, seperti indometacin, propranolol, dan asetazolamid. Namun jika terdapat kelainan pada struktur otak seperti yang telah disebutkan di atas, penyembuhannya akan memerlukan penanganan khusus.  

Demikian, semoga bermanfaat. 

0 Komentar

Belum ada komentar