Sukses

Sulit BAB pada Ibu Hamil

17 May 2020, 16:37 WIB
Wanita, 26 tahun.

Saya hamil 32minggu, saya susah bab dari 1 minggu yg lalu, dan sembelit selama 2 hari, saya sudah mengonsumsi buah buahan yakult dan minum air putih. Tapi tetap masih sembelit, lalu untuk langkah selanjutnya harus bagaimana dok? Apakah aman bagi saya menggunakan microlax?

Terima kasih telah bertanya seputar sulit BAB pada ibu hamil dengan menggunakan fitur Tanya Dokter dari Klikdokter.com

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan.

Susah buang air besar, atau yang biasa disebut dengan konstipasi, merupakan suatu keadaan dimana feses menjadi lebih keras dan sulit untuk dikeluarkan sehingga frekuensi buang air besar menjadi lebih jarang dari biasanya. Frekuensi buang air besar berbeda-beda pada setiap orang. Tidak semua orang mampu buang air besar setiap hari, namun hal tersebut tidak dapat dikatakan tidak normal. Dalam keadaan normal, seseorang dapat buang air besar dengan frekuensi 3x/hari hingga 3x/minggu. Jika frekuensi buang air besar anda < 3x/minggu baru dapat dikatakan bahwa Anda menderita konstipasi.

Konstipasi terjadi karena kecepatan makanan melewati kolon (usus besar) terlalu lambat, sehingga kolon memiliki waktu yang lebih banyak untuk menyerap air yang terkandung dalam sisa-sisa makanan, dan hal ini menyebabkan feses menjadi keras dan kering. Beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya konstipasi antara lain:

  • Kurang minum untuk waktu yang lama
  • Kurang olah raga
  • Kurang asupakan makanan berserat
  • Konsumsi kafein, teh atau alkohol yang berlebihan
  • Kebiasaan menunda buang air besar.
  • Penggunaan beberapa jenis obat, seperti obat penghilang rasa sakit dan pereda batuk yang mengandung kodein, obat antidepresi, obat antikejang, suplemen zat besi, beberapa jenis obat-obatan antihipertensi, dan obat-obatan yang mengandung kalsium dan aluminium
  • Penggunaan obat-batan pencahar secara berlebihan dan untuk waktu yang lama. Penggunaan obat pencahar secara berlebihan dapat merusak persarafan dan dinding usus besar sehingga menimbulkan terjadinya konstipasi.
  • Kelainan hormonal, seperti pada keadaan hipotiroidisme, hiperparatiroidisme, dan keadaan dimana kadar estrogen dan progesteron tinggi dalam darah seperti saat menstruasi dan saat hamil.
  • Adanya penyakit yang diderita yang menimbulkan gangguan pada persarafan dinding kolon seperti : kencing manis, skleroderma, dan kanker kolon.
  • Adanya kelainan pada sistem persarafan tubuh, seperti pada penderita penyakit parkinson, multiple sklerosis, dan kelainan tulang belakang.
  • Adanya luka pada kulit anus
  • Adanya kelainan psikologis akibat kecemasan yang berlebihan, dan sebagainya.

Sebagian besar kasus konstipasi dapat diatasi dengan melakukan perubahan gaya hidup, seperti :

  1. Konsumsi makanan berserat tinggi setiap hari.
  2. Tingkatkan asupan cairan ke dalam tubuh minimal 8 gelas sehari (2 gelas saat bangun pagi, 4 gelas sepanjang hari, 2 gelas saat akan tidur). Konsumsi makanan yang kaya akan serat harus diimbangi dengan minum cairan dalam jumlah banyak. Peningkatan asupan cairan ke dalam tubuh tanpa diikuti oleh peningkatan asupan serat tidak akan memberikan pengaruh yang bermakna dalam mengatasi konstipasi.
  3. Olahraga secara teratur
  4. Jangan menunda keinginan untuk BAB.

Silahkan coba langkah2 ini untuk membantu mengatasi keluhan anda. Jika masalah konstipasi Anda sudah berlangsung cukup lama sebaiknya anda segera memeriksakan diri anda kepada dokter spesialis kandungan dalam untuk mencegah terjadinya komplikasi dari konstipasi seperti hemoroid (wasir) atau fisura ani (luka pada kulit disekitar anus). Penggunaan pencahar diperbolehkan namun sebaiknya digunakan dibawah pengawasan dari dokter kandungan Anda.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan mengenai Sulit BAB pada ibu hamil. Semoga bermanfaat.

salam, 

0 Komentar

Belum ada komentar