Sukses

Pusing Setelah Berubah Posisi?

12 May 2020, 23:29 WIB
Wanita, 14 tahun.

Saya mau tanya dok kalo sering pusing pas bangun dari tempat duduk atau tempat tidur itu kenapa yah?tapi pusingnya bukan pusing biasa sekitar itu langsung gelap gulita,trus telinga kaya denger suara nginggg gitu tapi suara" lain masih masuk tapi ga begitu jelas,terus pas pusing itu saya kaya yang lemes banget sampe selalu ga kuat nahan badan mungkin semacam pingsan tapi bentar gitu.itu kenapa yah dok?

Terima Kasih telah bertanya seputar pusing ketika berubah posisi dengan menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com

Kami mengerti kekhawatiran Anda. Kami menduga Anda mungkin mengalami suatu keadaan yang disebut dengan hipotensi orthostatik, dimana terjadi penurunan tekanan darah secara tiba-tiba ketika mengalami perubahan posisi menjadi berdiri. Keadaan ini biasanya berlangsung semetara. Hal ini disebabkan oleh anemia, dehidrasi (kekurangan cairan tubuh), cuci darah,obat-obatan penenang dan beberapa obat jantung, dan demam. Tekanan darah seseorang dengan orthostatik biasanya menurun pada perubahan posisi menjadi berdiri, makanan, infeksi, peningkatan frekuensi napas, udara panas, dan mengangkat benda berat.

Diperlukan evaluasi lebih lanjut untuk memastikan hal ini. Bila benar Anda menderita hipotensi orthostatik, maka beberapa hal yang dapat Anda lakukan saat ini adalah:

1. memeriksa tekanan darah berkala, bandingkan saat berbaring dan berdiri, juga saat Anda mengalami keluhan.

2. hentikan konsumsi obat-obatan yang dapat menurunkan tekanan darah bila ada. Diskusikan hal ini dengan dokter Anda terlebih dahulu.

3. konsumsi garam sekitar 10 gm/hari secara hati-hati! Konsumsi berlebihan justru dapat menyebabkan tekanan darah tinggi.

4. elevasi kepala saat tidur sekitar 15-20 derajat (4-6 inchi). Coba untuk tidak selalu berbaring di tempat tidur.

5. makan sedikit tapi sering (karena makan dapat menurunkan tekanan darah)

6. hindari perubahan posisi menjadi berdiri secara tiba-tiba, terutama setelah makan.

7. hindari panas berlebih.

8. latihan orthostatik, terutama dalam pengawasan tenaga terlatih.

Bila setelah melakukan hal di atas, keluhan masih dirasa mengganggu, segera kunjungi dokter spesialis saraf untuk konsultasi.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar