Sukses

Tekstur Makanan Bayi Sesuai Tingkatan Usia

11 May 2020, 21:38 WIB
Wanita, 30 tahun.

Selamat malam dok..sy memiliki anak bayi usianya skrg 10 bulan 5 hari..dari umur 9 bulan lebih anak sy sudah tidak mau makan bubur yg dibkin maupun bubur instan..dia maunya makan nasi sprti orang dewasa pada umumnya..yang jdi prtnyaan apakah itu tidak masalah dok?smpai saat ini sy prhatikn pupnya msih lancar

Pemberian MPASI yang tepat harus memenuhi syarat berikut ini:

Tepat waktu. Pemberian MPASI yang terlalu dini dapat memberikan risiko gangguan kesehatan seperti alergi, infeksi, buang air besar keras, kembung, hingga sumbatan usus.MPASI yang diberikan harus mencukupi kebutuhan nutrisi bayi, baik itu kandungan mikronutrien maupun makronutriennya.Aman dan higienis. Bayi memiliki imunitas yang relatif rendah, dan gampang sakit ketika terkena kuman. Oleh karena itu, pengolahan MPASI harus benar-benar higienis.Diberikan secara responsif. Pemberian MPASI tidak boleh ada unsur paksaan. Pemberiannya harus didasarkan pada respons lapar dan kenyang anak.Dengan berpedoman pada empat poin penting di atas, maka pemberian MPASI akan tepat manfaat kepada bayi. Ketika keempat poin di atas terpenuhi, MPASI dapat menjadi salah satu pilar pencegahan kondisi stunting.

Apakah Anda akan memulai pemberian MPASI untuk buah hati tercinta? Anda tidak perlu bingung. Berikut adalah pedoman tekstur, porsi, dan frekuensi MPASI sesuaiusia:

Usia 7–9 Bulan

Teruskan pemberian MPASI, dengan tekstur yang perlahan-lahan ditingkatkan. Untuk bayi berusia 7–9 bulan, tekstur makanan ditingkatkan kekentalannya secara teratur, misalnya setiap dua minggu.Bila awalnya bayi mengonsumsi bubur, terus tingkatkan teksturnya hingga menjadi agak kental.

Di atas 8 bulan, sebaiknya makanan bayi tidak lagi dihaluskan menggunakan blender. Makanan bayi bisa dihancurkan dengan masher saja. Lumatkan makanan dengan masher hingga halus. Dengan begitu, meski makanan tergolong lumat,masih ada komponen padat didalamnya.

Bayi usia 9 bulan mulai bisa diberikan nasi tim. Tingkatkan jumlah MPASI secara perlahan hingga menjadi 180–200 ml pada usia 9 bulan. Pemberian MPASI bisa terus meningkat menjadi 3 kali sehari, dengan menyelipkan camilan (buah atau biskuit bayi) 1–2 kali sehari.

Usia 10–12 bulan

Pada rentang usia ini, bayi mulai mengonsumsi makanan yang semakin kasar. Nasi tim dapat perlahan-lahan ditingkatkan menjadi nasi lembek. Terus naikkan tekstur hingga akhirnya bayi bisa mengonsumsi nasi pada usianya yang ke-1 tahun.

Sebaiknya, pada rentang usia ini, bayi sudah menerima makanan komplit. Mulai dari nasi, lauk pauk, dan sayur dalam piring makannya.

Jumlah porsi makan bayi saat ini adalah 200–240 ml. Bayi bisa diberikan jadwal makan 3–4 kali sehari, dengan diselingi 1–2 kali camilan sehat.Teruskan pemberian makan secara responsif. Jangan paksa anak untuk menghabiskan makanannya bila dirinya menolak.

Selain Bunda buat sendiri di rumah, saat ini telah banyak dijual MPASI instan dalam kemasan yang telah lulus uji badan pengawas makanan dan dinas kesehatan. Bahan-bahan yang digunakan pun berkualias baik dan sudah teruji. Selain karbohidrat, protein, lemak, MPASI instan ini biasanya juga diperkaya dengan vitamin dan mineral, DHA untuk perkembangan otak dan mata, Prebiotik (FOS) for untuk kesehatan usus, kasium tinggi untuk tulang dan gigi, serta 12 vitamin dan 8 mineral yang baik untuk si Kecil.

Tentu saja, tak ada masalah bila Bunda memilih untuk mengolah sendiri MPASI si Kecil. Satu hal yang perlu diingat, apapun bentuk MPASI yang diberikan pada buah hati Anda, utamakan masalah higienitas. Kebersihan tangan dan proses pengolahan menjadi dua aspek yang benar-benar harus dijalankan, agar tidak ada kuman yang masuk ke dalam tubuh bayi. Selain itu, pastikan porsi, frekuensi, dan tekstur makanan bayi sesuai dengan usianya, agar MPASI yang Bunda berikan tepat sesuai kebutuhan.

Demikian, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar