Sukses

Hamil dan Puasa

11 May 2020, 15:42 WIB
Wanita, 22 tahun.

Hallo dok, saya sedang hamil 2 bulan . saya mencoba berpuasa di hari pertama sampai kedua. Namun setelah berpuasa full selama dua hari, perut saya mulai kram hebat dan sesak nafas tanpa henti sampai saat ini. Dan selalu disertai ingin muntah. Yang ingin saya tanyakan apakah janin dalam kandungan saya masih baik-baik saja atau tidak.

Terima kasih telah menggunakan fitur tanya dokter.

Puasa merupakan salah satu rukun Islam yang harus dijalankan oleh umat Muslim setiap tahunnya. Akan tetapi, terdapat beberapa pengecualian kewajiban berpuasa, misalnya pada orang sakit, dalam perjalanan, ibu hamil, serta ibu menyusui. Namun, karena memiliki keinginan yang kuat untuk berpuasa atau enggan bila harus mengganti puasa pada hari lain, sebagian ibu hamil memutuskan untuk tetap berpuasa.

Nutrisi merupakan aspek yang sangat penting selama kehamilan. Tidak hanya memenuhi kebutuhan bagi dirinya sendiri, ibu hamil juga harus memperhatikan kebutuhan nutrisi bagi janin yang dikandungnya. Itu sebabnya kebutuhan nutrisi ibu hamil bisa mencapai satu setengah kali lebih banyak dibandingkan wanita yang tidak hamil/menyusui.

Nutrisi sendiri terdiri atas dua golongan, yakni makronutrien dan mikronutrien. Makronutrien (karbohidrat, protein, lemak) diperlukan tubuh dalam jumlah besar untuk memberikan tenaga secara langsung, dan berperan sebagai pembentuk sel dan organ janin atau bayi.

Sedangkan mikronutrien (vitamin dan mineral) diperlukan untuk menjaga kesehatan tubuh tetapi hanya dalam jumlah sedikit, dan berperan sebagai penunjang pertumbuhan janin atau bayi. Agar kehamilan selalu lancar, pastikan menu makanan Anda selalu memiliki nutrisi lengkap yang komposisinya tepat sesuai dengan tahapan kehamilan.

Sebenarnya dari sisi medis, puasa selama kehamilan diperbolehkan asalkan kebutuhan nutrisi dan cairan dapat dipenuhi pada saat di luar waktu puasa. Jika Anda yakin dapat makan dalam porsi yang besar saat sahur, berbuka, dan sebelum tidur, maka puasa dapat dijalankan.

Pada prinsipnya harus dipertimbangkan keuntungan dan kerugian berpuasa selama kehamilan karena kondisi ibu hamil dan bayi yang dikandung berbeda-beda antar satu individu dengan individu lain.

Ada beberapa keadaan tertentu yang tidak memungkinkan puasa selama kehamilan, yaitu kehamilan berisiko. Apa itu kehamilan berisiko?

Sebuah kehamilan dianggap berisiko tinggi jika kehamilan pada usia terlalu muda atau terlalu tua, kehamilan kembar, kehamilan dengan adanya penyakit selama kehamilan (seperti hipertensi, gula darah, anemia), adanya pertumbuhan janin terhambat, atau kehamilan pada ibu dengan status gizi kurang/ buruk.

Dalam keadaan tersebut, sebaiknya ibu tidak berpuasa. Ibu dengan riwayat kehamilan berisiko sebelumnya juga harus ekstra hati-hati jika ingin puasa pada kehamilan ini.

Trimester pertamaPada trimester pertama, biasanya ibu mengalami mual muntah hebat sehingga asupan cairan kurang. Itu sebabnya puasa pada trimester pertama tidak dianjurkan karena ditakutkan akan terjadi dehidrasi dan kurangnya asupan makanan untuk ibu serta janin.

Namun, jika mual muntah tidak terlalu hebat dan ibu masih dapat makan minum dengan baik selama sahur, berbuka, dan tengah malam, maka ibu hamil dapat berpuasa.

Demikian, semoga bermanfaat. 

0 Komentar

Belum ada komentar