Sukses

Seputar Jerawat

02 May 2020, 16:38 WIB
Wanita, 20 tahun.

Permisi dok, saya mau tanya perihal jerawat. Sebulan yang lalu saya pakai serum niacinamide 10%, lalu muncul jerawat dan bruntusan di daerah yang jarang berjerawat. awalnya saya obati hanya dengan obat jerawat otc. Saya kira itu jerawat biasa.Tapi bukannya sembuh, jerawatnya jadi tambah parah dan bergerombol kecil2 bukan seperti jerawat pada umumnya. Tahun lalu, saya juga mengalami hal yang sama juga setelah menggunakan serum yang sama. Saya biarkan sebulan malah jerawatnya semakin meluas. saya periksa ke dokter diberi beberapa obat antibiotik antihistamin dan salep, kata dokter saya harus kurangi makanan manis dan gorengan. Saya kira bukan karena serum itu, jadi saya berani memakai serum itu lagi, tapi ternyata malah membuat jerawatan lagi, dengan kondisi jerawat yang sama juga. Saya pernah baca artikel ternyata niacinamide memunculkan efek samping kemungkinan karena alergi dengan niacinamide. Apakah dokter saya dulu memberi antihistamin karena saya alergi? Tolong solusinya dok, saya bingung mau periksa ke dokter ditengah pandemik seperti ini. Tapi kalau dibiarkan, saya takut jerawatnya bisa meluas dan semakin parah. Terimakasih dok.

Terima kasih telah berkonsultasi seputar jerawat pada fitur Tanya Dokter

 

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Penyebab pasti jerawat memang belum diketahui, namun ada berbagai faktor yang diketahui berkaitan dengan penyakit ini:

Stress

Faktor hormonal. Salah satu faktor penting yang menyebabkan timbulnya komedo dan jerawat adalah meningkatnya produksi hormon testosteron, yang dimiliki oleh tubuh pria maupun wanita. Hormon testosteron yang terdapat dalam tubuh pria maupun wanita memicu timbulnya jerawat dengan merangsang kelenjar minyak (sebaceous gland) untuk memproduksi minyak kulit (sebum) secara berlebihan.

Kelenjar minyak yang terlalu aktif

Keturunan dari orangtua

Bakteri di pori-pori kulit

Pengobatan jerawat juga perlu memperhatikan faktor-faktor di atas. Jerawat dapat timbul kembali jika faktor-faktor di atas tidak dapat dikontrol dengan baik. Selain pengobatannya memang membutuhkan kesabaran, juga memerlukan pengendalian dari pola makan, kebiasaan membersihkan wajah, pengendalian stress dan sebagainya.

Pengaruh makanan terhadap jerawat ini memang masih banyak diperdebatkan dan seringkali ditemukan hasilnya individual, namun, jika setelah dicoba dalam jangka waktu tertentu memberikan hasil yang terbaik, maka sebaiknya diet rendah lemak, rendah karbohidrat dan konsumsi produk susu yang terkontrol harus dipertahankan.

Konsumsi makanan rendah karbohidrat dapat mempengaruhi kontrol hormonal pada jerawat sehingga jerawat dapat membaik. Kadar gula dalam darah yang terkontrol dapat memperbaiki kondisi berjerawat. Selain itu, produk susu dan juga makanan berlemak sebaiknya juga dihindari. Makanan-makanan ini dapat menyebabkan terjadinya peningkatan minyak dalam kelenjar sebasea kulit sehingga memicu terjadinya jerawat.

Pengobatan jerawat didasarkan dengan cara mengurangi produksi minyak, melawan infeksi bakteri, mempercepat pergantian sel kulit dan mengurangi peradangan. Sebagian besar obat-obatan jerawat belum memberikan hasil dalam 4-6 minggu pertama. Pengobatan yang diberikan dapat termasuk pengobatan luar dan juga obat-obatan minum tergantung derajat keparahan jerawat.

Cucilah muka dengan sabun muka khusus untuk jerawat atau dengan sabun bayi setidaknya 2 kali sehari, terutama setelah beraktivitas atau berkeringat. Sabun jenis apakah yang Anda gunakan selama ini?

Pada jerawat yang berukuran besar dan meradang dapat diberikan suntik kortikosteroid. Semua terapi ini harus atas indikasi dan berada di bawah pengawasan Dokter.

Berikut Kami akan menjelaskan mengenai bekas jerawat. Bekas jerawat biasanya dapat berupa jaringan keloid yang menonjol atau berupa lapisan kulit yang masuk ke dalam. Warna kulit kemerahan merupakan tanda bahwa di kulit Anda masih terdapat reaksi inflamasi aktif.

Penanganan bekas jerawat ini sangat tergantung dari luas serta kedalaman bekas jerawat. Pada keadaan ringan, bekas jerawat dapat memudar hanya dengan pemberian hidrokuinon 2% (termasuk dalam dosis aman) hanya tepat pada daerah bekas jerawat.

Selain itu, bekas jerawat juga dapat disamarkan dengan cara pemberian krim malam yang umumnya mengandung asam retinoat, dan apabila masih ada tanda-tanda peradangan biasanya akan ditambahkan krim anti radang yang diresepkan oleh Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin. Cara lain yang dapat memudarkan atau bahkan menghilangkan bekas jerawat yaitu prosedur chemical peeling dan atau mikrodermabrasi. Rangkaian prosedur tersebut (krim malam, chemical peeling, dan mikrodermabrasi) bekerja dengan cara mempercepat proses regenerasi kulit, sehingga sel-sel kulit baru akan lebih cepat timbul. Jangan lupa menggunakan tabir surya dengan SPF minimal 30 untuk melindungi kulit dari paparan UVA dan UVB yang dapat memperburuk kondisi.

Kami sarankan Anda untuk konsultasi ke Dokter karena penanganan kulit berjerawat memang membutuhkan waktu yang lama sehingga perlu pemantauan dan kesabaran. Selain dari obat-obatan luar dan obat-obatan minum, Anda juga perlu memperhatikan diet dan kebersihan wajah.\

 

Demikian, semoga bermanfaat

0 Komentar

Belum ada komentar