Sukses

Sering Sakit Kepla

14 Apr 2020, 23:56 WIB
Wanita, 52 tahun.

Saya sering tiba-tiba mengalami sakit kepala. Rasanya seperti diremas. Biasanya disertai mual, lalu muntah-muntah. Sakitnya bisa berlangsung 24 jam. Setelah muntah biasanya agak enakan dan bisa tidur. Mual hilang, tapi kepala masih terasa berat.

Terima kasih telah bertanya seputar sering sakit kepala melalui fitur Tanya Dokter.

Nyeri kepala merupakan tanda umum dari berbagai jenis penyakit. Nyeri ini bisa terjadi karena infeksi virus hingga pertanda penyakit serius seperti tumor atau stroke.

Menurut International Headache Society, terdapat dua jenis nyeri kepala, yaitu:

  1. Nyeri kepala primer, yaitu nyeri kepala yang disebabkan gangguan pada bagian kepala seperti otot, pembuluh darah atau saraf. Penyebab pasti belum diketahui hingga saat ini sehingga untuk mengatasinya hanya diperlukan perubahan pola hidup sehat dan obat pereda nyeri. 
  2. Nyeri kepala sekunder, yaitu yaitu nyeri kepala yang disebabkan oleh adanya penyakit lain. Misalnya tumor otak, perdarahan otak, glaukoma, stroke dan sebagainya.Sebagian besar keluhan sakit kepala yang dialami seseorang merupakan nyeri kepala primer. Pencetus paling seringnya adalah kelelahan, kurang tidur, pola makan tidak baik, stres, cemas dan sebagainya.

Nyeri kepala primer terdiri dari tiga jenis, yaitu migrain, sakit kepala tipe tegang (tension-type headache), dan sakit kepala cluster.

Nyeri kepala tipe tegang adalah jenis yang paling sering dialami orang dewasa. Gejalanya seperti kepala yang diikat kencang atau kepala dan leher terasa kaku. Sedangkan migrain adalah nyeri kepala sebelah yang terasa berdenyut. Pada migrain, bisa muncul keluhan penglihatan kabur, tangan atau kaki kebas, sulit bicara, atau gangguan saraf (secara medis disebut sebagai aura). Jenis terakhir adalah nyeri kepala tipe cluster, yang rasanya daerah mata seperti ditusuk-tusuk, serta mata dan hidung berair.

Nyeri kepala primer ini biasanya dapat diatasi sendiri di rumah, yaitu dengan istirahat dan konsumsi obat pereda nyeri sesuai anjuran. Penggunaan jangka panjang tidak disarankan karena bisa timbulkan efek samping, termasuk nyeri kepala berulang.

Jika keluhan anda sering sekali berulang dan sangat mengganggu, baiknya segera diperiksakan dengan ahli saraf sehingga mendapat tatalaksana yang tepat.

Berikut kami lampirkan beberapa artikel lain sebagai bahan referensi lain anda.

Terima kasih, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar