Sukses

Demam Di Sertai Diare Pada Anak

28 Mar 2020, 17:48 WIB
Pria, 0 tahun.

Anak saya usia 9bulan. Awal mula panas, diare muntah masuk RS 4 hari. Cek lab awal hb rendah, widal negatif, leukost normal, led negatif.. Satu minggu kemudian batuk pilek. Bawa dokter Trus di uap plus obat. Dua hari kemudian panas. Bawa dokter cek lab ulang plus di tambah cek sgot, sgpt, leukosit. Ternyata lainnya normal (widal -, trombosit normal, led -) leukosit tinggi 1500, sgot 70 sgpt 80. Sama dokter dikasih curcuma, paracetamol, amoxicilin sama domperidon(obat mual). Seminggu kemudian sembuh. Tapi sekarang seminggu setelah sembuh tadi malam anak saya rempong, tidur ga nyenyak nangis terus suhu AC saya 29C. paginya panas lagi 38,8C, dengan diare (sudah 4x dr pagi skrg jam 16.00). Apa yg harus saya lakukan. ?

Terimakasih sudah bertanya seputar keluhan demam disertai diare pada anak dengan menggunkan fitur Tanya Dokter dari Klikdokter.com

Kami memahami kekhawatiran Anda. 

Diare merupakan penyakit yang ditandai dengan bertambahnya frekuensi BAB >3 kali/hari disertai perubahan konsistensi tinja (menjadi cair/lembek), dengan/tanpa darah dan/atau lendir.

Ada banyak yang dapat menyebabkan mencret pada anak. Beberapa penyebabnya adalah infeksi virus dan bakteri (kuman). Namun pada anak-anak yang paling sering menyebabkan diare adalah infeksi virus, seperti rotavirus. Yang ditandai dengan diare yang sangat banyak bisa melebihi 10 - 15 x sehari, dan berisi air ditandai juga dengan demam. 

Diare pada anak  perlu diwaspadai karena tubuh anak yang sebagian besar terdiri atas cairan (80%) sehingga akan mudah sekali menjadi dehidrasi  (kekurangan cairan) akibat diare. Yang  diperlukan adalah mengawasi jumlah cairan di dalam tubuh anak. Setiap kali anak BAB atau muntah maka berikan asupan cairan oralit kepada anak.Bila anak masih dapat minum maka dapat diberikan cairan seperti oralit yang anda bisa dapatkan di apotik manapun. Berikan juga parasetamol untuk membantu menurunkan demamnya. 

Indikator paling mudah untuk melihat anak kekurangan cairan atau tidak  adalah melihat BAK anak. Perhatikan BAK anak, kalau sudah mulai  berkurang dan berwarna pekat, merupakan tanda anak kekurangan cairan. Jika anak sudah lemas dan tidak dapat minum maka perlu dilakukan penambahan cairan dan elektrolit melalui infus.  Tanda lainnya adalah tidak adanya air mata sewaktu anak menangis dan  anak menjadi lemas. Apabila sudah ada tanda-tanda kekurangan cairan,  segera bawa anak ke dokter atau UGD/Emergency.

Kami sarankan apabila diare sudah semakin banyak dan anak sulit makan atau minum serta tidak ada perbaikan segera bawalah kembali anak kepada dokter. Perlu diingat pengobatan diare untuk anak sangat berbeda dengan orang dewasa, obat diare untuk orang dewasa tidak boleh digunakan untuk anak-anak.

Demikian informasi yang dapat kami berikan, seputar demam disertai dengan diare pada anak, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar