Sukses

Sesak Nafas Tidak Selalu Infeksi Corona
23 Mar 2020, 11:39 WIB
Wanita, 22 tahun.

Dok saya sdh 3 hari sesak nafas,dada itu terasa berat skali.apalagi skarang merebaknya virus corona jdi lngsung parno sakit sedikit jdi panik.dan saya punya riwayat penyakit jantung bawaan apa ini karna penyakit saya,atau mungkin karna hal lain karna saya mahasiswa semster akhir jadi sdh beberapa bulan sering begadang kadang insomnia gak tdur 1 malam😢😢

Terimakasih sudah bertanya seputar penyebab sesak nafas dengan menggunakan Tanya Dokter dari Klikdokter.com

Kami memahami kekhawatiran Anda . Sesak nafas dapat menjadi salah satu gejala dari berbagai macam penyakit. Untuk itu perlu dijelaskan sifat sesak nafas yang Anda alami saat ini. Sejak kapan sesak nafas Anda rasakan? Apakah sesak nafas dirasakan secara tiba-tiba? Apakah sesak nafas dipengaruhi aktivitas atau pun posisi? Apakah sesak nafas dirasakan dalam situasi lingkungan tertentu (misalnya dalam keramaian)? Apakah sesak nafas dirasakan setelah makan? Atau adakah keluhan lain yang menyertai sesak nafas Anda?

Dibutuhkan pemeriksaan lengkap secara langsung oleh Dokter. Sesak nafas dapat disebabkan oleh gangguan dalam sistem pernapasan (hidung, tenggorokan paru-paru), gangguan yang berasal dari luar paru-paru (jantung) atau gangguan sistem pencernaan (lambung)

Tanda-tanda dari sesak nafas dapat berupa :

  • Peningkatan jumlah frekuensi napas (dewasa >20x/menit; anak >30x/menit; bayi>40x/menit)
  • Kebiruan pada sekitar bibir, ujung-ujung jari
  • Adanya suara napas tambahan seperti ngorok, serak, grok-grok, mengi.

Beberapa Penyebab kegawatdaruratan karena sesak nafas dapat berupa :

  1. Asma : batuk, mengiInfeksi paru (pneumonia) : batuk, panas, sesak nafas
  2. Alergi (pembengkakan pada tenggorok yang menyebabkan terjadinya sumbatan) : riwayat makan makanan yang menyebabkan alergi (seafood, kacang, telur, dan lain sebagainya)
  3. Sakit jantung (disertai nyeri dada)
  4. Trauma dada (kecelakaan yang mengenai dada) : riwayat benturan keras di daerah dada, sesak napas, nyeri dada, ada kerusakan pada dada (patah tulang), pendarahan

Selain dari kelainan organik juga perlu dicari ada tidaknya gangguan psikologis, karena sesak nafas juga dapat disebabkan oleh rasa cemas, panik, stres, depresi dan berbagai emosi negatif lainnya. Jika memang tidak ada masalah organik maka masalah psikologis harus dipikirkan, dan bukan tidak mungkin jika sesak nafas merupakan akibat dari kombinasi keduanya.

Penanganan sesak nafas dilakukan berdasarkan penyebab dasar terjadinya sesak nafas tersebut. Oleh karena itu sebaiknya Anda tetap berkonsultasi langsung dengan Dokter agar dilakukan pemeriksaan langsung dan wawancara medis lebih mendalam untuk mendiagnosis keluhan yang Anda alami.

Seseorang yang sesak nafas tidak selalu merupakan tanda infeksi Corona. Apabila ada riwayat kontak dengan pasien yang positif corona dan atau ada riwayat berpergian dalam 14 hari terakhir ke daerah yang sedang wabah dan menunjukkan gejala demam, batuk, sakit tenggorokan dan sesak nafas barulah orang tersebut dicurigai terinfeksi virus corona. Silakan klik link https://www.klikdokter.com/pages/cek-virus-corona untuk cek resiko tertular virus corona dan mendapatkan informasi lainnya terkait dengan virus corona.

 

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan mengenai penyebab sesak nafas. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar