Sukses

Keluar Cairan Bening Saat Hamil

16 Mar 2020, 12:21 WIB
Wanita, 25 tahun.

Dok, saya lagi hamil 38W 4hari anak ke2... tadi pagi saya keluar lendir bening lumayan banyak, tp tidak ada coklat atau darahnya, cuma lendir kental aja, ada sdikit kontraksi tp kadang per5 menit, 10menit, sampe 15 menit sekali sakit diatas vagina dibawah perut.. itu masih konpal atau udah kontraksi ya? Anak pertama keluar lendir campur darah soalnya dok. Terimakasih dok...

dr. Reza Fahlevi

Dijawab Oleh:

dr. Reza Fahlevi

Terima kasih telah bertanya di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com

Kami mengerti kekhawatiran Anda. Untuk membedakan kedua cairan tersebut, ingat seberapa sering dan kapan terjadinya. Jika hanya pada saat tertentu seperti saat batuk, bersin atau tertawa terbahak-bahak, maka cairan yang keluar lebih mungkin berupa urin. Kenapa dapat terjadi? Hal ini dapat disebabkan karena tekanan dari rahim(uterus) yang membesar menekan kandung kemih  (vesika urinaria ). Untuk mengatasi ini, Anda dapat melatih otot di sekitar vagina dengan cara latihan kegel. Namun, jangan kurangi asupan cairan dengan maksud menghindari hal ini.

 Sementara pecah selaput ketuban umumnya dirasakan sebagai rembesan air yang turun ke kaki ketika ibu berdiri. Cairan mengalir mendadak namun tidak terlalu deras, tanpa keluhan nyeri (mulas, nyeri perut) disertai bau yang khas. Namun ada kalanya hanya terjadi kebocoran pada kantung ketuban, dimana cairan ketuban akan merembes sedikit demi sedikit hingga cairan ini makin berkurang dalam rahim. 

Cairan ketuban umumnya bening dan encer, terkadang berwarna kuning kehijauan (apabila terinfeksi) dan dapat disertai darah. Terdapat dua macam tes yang dapat dilakukan oleh dokter untuk membedakan antara cairan ketuban dengan air seni atau cairan vagina (keputihan), yaitu dengan tes nitrazin (berdasarkan pH cairan ketuban yang bersifat basa), dan tes ferning (melalui pemeriksaan mikroskop). 

Sulit untuk menentukan apakah cairan yang keluar benar cairan ketuban atau tidak hanya berdasarkan keterangan yang Anda berikan. Akan tetapi kemungkinan itu memang ada. Idealnya perlu dilakukan penilaian langsung oleh dokter yang kompeten untuk memastikan asal cairan tersebut. Untuk itu kami sarankan sebaiknya Anda segera memeriksakan diri Anda ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk tatalaksana yang optimal. 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat

0 Komentar

Belum ada komentar