Sukses

Anak BAB Berdarah
12 Mar 2020, 11:22 WIB
Wanita, 24 tahun.

Selamat malam dok, Dok saya mau tanya.. Saya kemaren habis operasi sc anak pertama saya. Yang mau saya tanyakan kenapa anak saya bisa BAB terus ya Dok, normalkah? Soalnya ketika sedang dibersihkan dengan tissue basah BAB nya keluar lagi, dan sering. Bahkan sekarang sudah ada bercak darah. Apakah karena pemberian sufor? Karena ASI saya belum terlalu keluar banyak dan kadang masih susah buat menyusui. Terimakasih.

Terima kasih Anda telah bertanya seputar BAB berdarah melalui fitur Tanya Dokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Buang air besar yang normal seharusnya tidak mengeluarkan darah. Bila mengeluarkan darah, perlu diperhatikan: sejak kapan tepatnya keluhan ini terjadi? Berapakah perkiraan banyak darah yang keluar? apakah pada feses terdapat lendir? bagaimanakah konsistensi feses, apakah lembek, cair atau keras? apakah ada gejala lain seperti demam, nyeri perut, muntah ataupun gejala lainnya? bagaimanakah pola bab anak Anda, terjadi berapa hari sekali? Apa sajakah makanan yang anak Anda konsumsi, apakah gemar konsumsi buah/sayur?

Pertanyaan-pertanyaan ini perlu dijawab karena buang air besar dengan darah dapat menjadi pertanda dari beberapa jenis penyakit, seperti infeksi (disentri), wasir/hemoroid, polip usus besar, gastritis erosif (perlukaan pada lambung), kanker usus besar, sirosis hepatis (akibat pecahnya varises esofagus), inflamatorry bowel disease, lecet pada daerah anus karena feses yang keras, dan lain lainnya. BAB dengan darah berwarna merah segar pada feses kemungkinan akibat kelainan yang terjadi di saluran cerna bagian bawah kanker kolon, wasir, disentri, dan sebagainya.

Pada infeksi (disentri) biasa disertai dengan diare, nyeri perut dan terkadang demam dan darah biasanya keluar bersamaan dengan tinja. Pada hemoroid biasanya darah keluar setelah selesai buang air besar, terdapat kesulitan buang air besar, darah sering kali hanya menetes, dan dapat dijumpai adanya benjolan yang ikut keluar dari anus. Pada kanker kolon, biasanya darah keluar dalam jumlah agak banyak dan disertai rasa nyeri pada saat buang air besar, dapat disertai diare ataupun tinja yang berbentuk kecil-kecil.

Konstipasi dan konsistensi tinja yang keras juga dapat menyebabkan perlukaan saat mengedan sehingga dapat menimbulkan bercak darah. BAB yang keras menunjukkan bahwa konsumsi serat dan cairan Anda masih kurang. Jika memang masih keras, obat yang bersifat laksatif dapat membantu memperlancar BAB.

Diperlukan anamnesa dan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang (jika diperlukan) untuk dapat menegakkan sebuah diagnosa. Kami sarankan agar Anda segera memeriksakan diri anak Anda langsung ke dokter spesialis anak untuk diperiksa secara seksama / mencari sumber perdarahan sehingga mendapatkan pengobatan yang sekiranya diperlukan. Jika perdarahan dibiarkan, dapat menyebabkan anemia, kehilangan cairan, sampai penurunan kesadaran.

Demikian informais yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. Salam. 

0 Komentar

Belum ada komentar