Sukses

Sering Kurang Percaya Diri

03 Jan 2020, 06:48 WIB
Wanita, 24 tahun.

Malam dok. Sebenarnya saya hanya ingin bertanya tentang masalah kepribadian saya dan sedikit curhatan saya, karna saya bingung ingin menceritakan nya pada siapa. Saya harap dokter bisa mendengarkan sedikit keluhan saya. Terima kasih. Begini dok, saya itu tipe orang yang agak sensitif, agak mudah tersinggung dan perasa. Tetapi saya tidak pernah bisa untuk mengeluarkan emosi saya. Saya juga orang nya agak minder. Saya selalu merasa kurang prcaya diri, dan suka ngdown untuk memulai hal-hal baru. Apa mungkin ini di sebabkan karna masa lalu saya? Dulu semasa sekolah dr SD sampe SMA saya pernah di bully secara verbal. Saya sering di sisihkan di kelas dan sering di pandang remeh bahkan sampai sekarang. Saya selalu berusaha untuk cuek dan tidak menghiraukan mereka, Tetapi otak saya tidak bisa berhenti memikirkan koment2 negatif. Saya selalu merasa minder klw ketemu orang baru. terkadang saya suka gugup parah sampe keringat dingin terus sakit perut. Apa itu termasuk gangguan mental? Ini benar2 mengganggu saya. Mohon pencerahannya.

Terimakasih anda telah bertanya seputar Kurang Percaya Diri pada fitur Tanya Dokter

Sebelum menjawab pertanyaan anda, terdapat beberapa hal yang perlu dikonfirmasi terlebih dahulu:

Sejak kapan anda mengalami keluhan tersebut?Apakah pekerjaan anda saat ini?Apakah saat ini anda sedang merasa stres?Apakah anda berolahraga secara teratur?Bagaimana pola makan anda selama ini?Apa yang anda lakukan untuk meredakan keluhan-keluhan tersebut? dsbKami dapat memahami perasaan anda saat ini. Tentunya anda merasa terganggu dengan berbagai keluhan yang anda rasakan. Namun informasi yang anda berikan masih sangat terbatas. Idealnya perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pastinya.Sementara ini kami hanya bisa menduga bahwa berbagai keluhan yang anda rasakan merupakan akibat kelelahan yang anda alami baik secara fisik ataupun psikis. Hal ini kemudian menimbulkan kesulitan konsentrasi yang membuat anda menjadi mudah lupa.Cobalah untuk lebih rileks, istirahat cukup, olahraga teratur dengan pola makan sehat. Bila anda dapat melakukannya secara teratur niscaya keluhan yang anda rasakan akan berkurang secara perlahan.Untuk menumbuhkan rasa percaya diri yang proporsional maka Anda harus memulainya dari dalam diri sendiri. Hal ini sangat penting mengingat bahwa hanya Anda yang dapat mengatasi rasa kurang percaya diri yang sedang dialaminya. Beberapa saran berikut mungkin layak menjadi pertimbangkan jika anda sedang mengalami krisis kepercayaan diri. 

Evaluasi diri secara obyektif

Sadari dan hargailah sekecil apapun keberhasilan dan potensi yang anda miliki. Ingatlah bahwa semua itu didapat melalui proses belajar, berevolusi dan transformasi diri sejak dahulu hingga kini. Mengabaikan/meremehkan satu saja prestasi yang pernah diraih, berarti mengabaikan atau menghilangkan satu jejak yang membantu Anda menemukan jalan yang tepat menuju masa depan. Ketidakmampuan menghargai diri sendiri, mendorong munculnya keinginan yang tidak realistik dan berlebihan; contoh: ingin cepat kaya, ingin cantik, populer, mendapat jabatan penting dengan segala cara. Jika ditelaah lebih lanjut semua itu sebenarnya bersumber dari rasa rendah diri yang kronis, penolakan terhadap diri sendiri, ketidakmampuan menghargai diri sendiri – hingga berusaha mati-matian menutupi keaslian diri.

Beri penghargaan yang jujur terhadap diri

Cobalah memerangi setiap asumsi, prasangka atau persepsi negatif yang muncul dalam benak Anda. Anda bisa katakan pada diri sendiri, bahwa 'nobody’s perfect' dan 'it’s okay if I made a mistake'. Jangan biarkan pikiran negatif berlarut-larut karena tanpa sadar pikiran itu akan terus berakar, bercabang dan berdaun. Semakin besar dan menyebar, makin sulit dikendalikan dan dipotong. Jangan biarkan pikiran negatif menguasai pikiran dan perasaan Anda. Hati-hatilah agar masa depan Anda tidak rusak karena keputusan keliru yang dihasilkan oleh pikiran keliru. Jika pikiran itu muncul, cobalah menuliskannya untuk kemudian di re-view kembali secara logis dan rasional. Pada umumnya, orang lebih bisa melihat bahwa pikiran itu ternyata tidak benar.

Positive thinking

Untuk memerangi negative thinking, gunakan self-affirmation yaitu berupa kata-kata yang membangkitkan rasa percaya diri. Contohnya:

Saya pasti bisa !!

Saya adalah penentu dari hidup saya sendiri. Tidak ada orang yang boleh menentukan hidup saya !

Saya bisa belajar dari kesalahan ini. Kesalahan ini sungguh menjadi pelajaran yang sangat berharga karena membantu saya memahami tantangan

Sayalah yang memegang kendali hidup ini

Saya bangga pada diri sendiri

Gunakan self-affirmation

Berdasarkan pemahaman diri yang obyektif, Anda bisa memprediksi resiko setiap tantangan yang dihadapi. Dengan demikian, Anda tidak perlu menghindari setiap resiko, melainkan lebih menggunakan strategi-strategi untuk menghindari, mencegah atau pun mengatasi resikonya. Contohnya, Anda tidak perlu menyenangkan orang lain untuk menghindari resiko ditolak. Jika Anda ingin mengembangkan diri sendiri (bukan diri seperti yang diharapkan orang lain), pasti ada resiko dan tantangannya. Namun, lebih buruk berdiam diri dan tidak berbuat apa-apa daripada maju bertumbuh dengan mengambil resiko. Ingat: No Risk, No Gain.

Berani mengambil resiko

Ada pepatah mengatakan yang mengatakan orang yang paling menderita hidupnya adalah orang yang tidak bisa bersyukur pada Tuhan atas apa yang telah diterimanya dalam hidup. Artinya, individu tersebut tidak pernah berusaha melihat segala sesuatu dari kaca mata positif. Bahkan kehidupan yang dijalaninya selama ini pun tidak dilihat sebagai pemberian dari Tuhan. Akibatnya, ia tidak bisa bersyukur atas semua berkat, kekayaan, kelimpahan, prestasi, pekerjaan, kemampuan, keahlian, uang, keberhasilan, kegagalan, kesulitan serta berbagai pengalaman hidupnya. Ia adalah ibarat orang yang selalu melihat matahari tenggelam, tidak pernah melihat matahari terbit. Hidupnya dipenuhi dengan keluhan, rasa marah, iri hati dan dengki, kecemburuan, kekecewaan, kekesalan, kepahitan dan keputusasaan. Dengan “beban” seperti itu, bagaimana individu itu bisa menikmati hidup dan melihat hal-hal baik yang terjadi dalam hidupnya? Tidak heran jika dirinya dihinggapi rasa kurang percaya diri yang kronis, karena selalu membandingkan dirinya dengan orang-orang yang membuat “cemburu” hatinya. Oleh sebab itu, belajarlah bersyukur atas apapun yang Anda alami dan percayalah bahwa Tuhan pasti menginginkan yang terbaik untuk hidup Anda

Belajar mensyukuri dan menikmati rahmat Tuhan

Anda perlu mengevaluasi tujuan-tujuan yang Anda tetapkan selama ini, dalam arti apakah tujuan tersebut sudah realistik atau tidak. Dengan menerapkan tujuan yang lebih realistik, maka akan memudahkan anda dalam mencapai tujuan tersebut. Dengan demikian anda akan menjadi lebih percaya diri dalam mengambil langkah, tindakan dan keputusan dalam mencapai masa depan, sambil mencegah terjadinya resiko yang tidak diinginkan.Menetapkan tujuan yang realistikMungkin masih ada beberapa cara lain yang efektif untuk menumbuhkan rasa percaya diri. Jika anda dapat melakukan beberapa hal seperti yang disarankan di atas, mudah-mudahan Anda terbebas dari krisis kepercayaan diri.  Namun demikian satu hal perlu diingat baik-baik adalah jangan sampai anda mengalami over confidence atau rasa percaya diri yang berlebih-lebihan.Rasa percaya diri yang berlebih bukanlah menggambar kondisi kejiwaan yang sehat karena hal tersebut merupakan rasa percaya diri yang bersifat semu. Rasa percaya diri yang berlebihan pada umumnya tidak bersumber dari potensi diri yang ada, namun lebih didasari oleh tekanan-tekanan yang mungkin datang dari orangtua dan masyarakat (sosial), hingga tanpa sadar melandasi motivasi individu untuk “harus” menjadi orang sukses.Bilaanda sudah melakukan yang kami sarankan diatas namun tetap tidak berhasil, kami sarankan agar anda mencari bantuan ke dokter spesialis kedokteran jiwa untuk mendapatkan arahan dan obat yang sesuai.Psikiatris juga dapat menolong anda dalam melawan ketergantungan obat anda.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan seputar Kurang Percaya Diri, semoga dapat membantu.

0 Komentar

Belum ada komentar