Sukses

Diare Pada Anak

30 Dec 2019, 08:15 WIB
Wanita, 27 tahun.

Selamat sore dok. Saya mau tanya anak saya diare dok sehari kdang sampe 7kali, usianya sdah 11bulan. Sdah saya periksakan, dikasi antibiotik sama bu bidan. Tpi sampek skrang masih diare mskipun obatnya sudah habis. Ini sdah 10hari dok. Tpi anaknya tetep aktif dan ga rewel, ASI sama mkan jga msih doyan. Solusinya gmana dok?

dr. Reza Fahlevi

Dijawab Oleh:

dr. Reza Fahlevi

Terima kasih telah bertanya di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com

Kami mengerti kekhawatiran Anda. Ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab diare, mulai dari infeksi virus, bakteri, dan parasit, intoleransi atau alergi bahan makanan tertentu, diare karena obat, hingga keracunan makanan. Pada anak, terutama di bawah usia lima tahun, penyebab diare tersering adalah virus, yaitu Rotavirus. 

Untuk penanganan di rumah dan sebagai langkah pencegahan dehidrasi, Anda dapat melakukan hal-hal berikut saat si Kecil mengalami diare:

1.    Cairan

Bayi akan kehilangan banyak cairan dan elektrolit saat diare. Karena itu, sangat penting untuk memastikan kebutuhan cairan bayi terpenuhi. Bila bayi masih berusia di bawah enam bulan, berikan ASI kapan pun bayi menginginkannya, tanpa membatasinya.

Untuk usia di atas enam bulan, Anda dapat memberikan air matang, larutan oralit, kuah sayur, atau air tajin sebagai pengganti cairan. Berikan sesuai keinginan anak. Bila anak muntah atau buang air besar cair, berikan  minum sebanyak cairan yang keluar, biasanya sekitar 50-100 mL tiap kali buang air besar cair.

Tidak perlu memaksa anak minum dalam jumlah banyak sekaligus. Anda dapat memberikan secara bertahap dan perlahan-lahan menggunakan sendok.

2.    Makanan yang dapat diberikan (BRAT diet)

Saat anak diare, ia tetap dapat makan. Ada beberapa jenis makanan yang telah terbukti dapat mengurangi gejala diare. Jenis makanan ini dikenal dengan “BRAT: Bread, Rice, Applesauce, Toast” yaitu roti tawar, beras atau nasi putih, apel, dan roti panggang.

Selain itu, buah dan sayur seperti pisang, wortel, dan edamame (green beans), juga dapat dikonsumsi untuk membantu pemulihan.

3.    Makanan yang perlu dihindari

Beberapa makanan dan minuman yang perlu dihindari atau dibatasi saat anak diare adalah sayuran seperti kembang kol, brokoli, sayuran hijau, dan minuman ringan berkarbonasi. Semua itu dapat meningkatkan produksi gas dalam saluran cerna dan memperburuk kondisi diare.

4.    Jangan memberikan obat antidiare

Hindari memberikan obat antidiare pada bayi atau anak yang mengalami diare. Obat anti-diare seperti kaolin-pectin, tidak terbukti bermanfaat bagi anak. Obat ini juga dapat menimbulkan penyakit lain, seperti rasa kantuk berlebihan, mual, muntah, dan menurunnya gerakan usus (ileus).

Berbekal informasi di atas, Anda tidak perlu panik saat bayi diare. Dengan penanganan awal yang tepat, bayi akan terhindar dari risiko dehidrasi ketika diare. Namun bila anak masih diare dan menunjukkan gejala yang semakin berat, Anda perlu segera membawanya ke fasilitas kesehatan.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam

0 Komentar

Belum ada komentar